Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Flashback 17 Tahun Yang Lalu


Andra pun tidak bisa berbuat banyak untuk membantu sahabat sekaligus yang kini telah menjadi keluarganya hanya bisa menghela napas berat, sembari melamunkan dirinya dan Kevin menolong ketiga bayi kembar tersebut yang hampir di bunuh oleh mantan istrinya itu.


********


Pada waktu itu tepat di mana setelah Marista Mayang berhasil membunuh dukun yang tidak lain ayah dari Andra, seketika ia berlangsung mencari dukun lain yang mampu menjerat pesona Raymond dengan susuk pelet yang ia tanam kembali sekaligus melenyapkan istri dari Raymond serta ketiga bayi kembar tersebut.


Marista Mayang itu pun melancarkan aksinya setelah berhasil menemukan tempat tinggal dukun baru yang ia butuh kan, sejak itu Marista meminta bantuan dukun itu untuk melenyapkan seseorang yang di benci olehnya.


Pada waktu itu ketika Raymond dan Siska tengah dalam perjalanan menuju arah sebuah tempat yang akan mereka datangi, namun takdir tidak dapat di hindari oleh keduanya.


Dalam perjalanan yang mulai sedikit sepi pengguna jalan, tiba-tiba mobil yang di kendarai oleh Raymond menjadi tidak terkendali. Hingga membuatnya harus membanting setir dan naas mobil yang di tumpangi oleh Raymond dan Siska tidak dapat di hindari, keduanya mengalami kecelakaan yang hebat.


Tentunya hal tersebut sudah di persiapkan matang dengan seorang wanita yang sangat berambisi besar untuk menyingkirkan istri dari Raymond tersebut.


Sungguh tidak terbayang di benak oleh Siska itu sendiri apa yang di mimpikan olehnya menjadi kenyataan, bahwa takdir maut telah datang menjemputnya dengan cara ia mengorbankan nyawa demi bisa melahirkan ketiga bayi kembarnya tersebut.


Dengan sisa tenaga yang di punya oleh Siska dalam kemampuan terakhir kalinya, seketika ia memanggil dua arwah yang saat tidak ikut dalam perjalanan antara dirinya dengan sang suami tercinta.


Setelah berhasil memanggil dua arwah yang merupakan Albert dan Angel, ia pun menceritakan semua hal yang terjadi pada dirinya. Serta tidak lupa ia meminta pada dua arwah tersebut untuk selalu menjaga dan melindungi ketiga bayi kembarnya dari seorang wanita yang saat ini menertawakan dirinya dengan puas.


“Albert, Angel, Karena waktuku sangat tidak banyak. Aku ingin mengatakan suatu hal kepada kalian, bisakah kalian membantuku untuk selalu menjaga mereka. Karena aku sudah sangat merasa damai dan tenang saat akan pergi meninggalkan mereka, meskipun aku tidak rela meninggalkan semua orang yang aku cintai.”


Ucap Siska dengan terbata-bata sambil menahan deru napas yang mulai sesak, karena ia terus memforsir energinya untuk bisa menyelamatkan ketiga bayinya.


Tanpa berkata banyak kedua arwah tersebut tiba-tiba merasuki tubuhnya dengan tubuh sang suami yang tengah pingsan akhirnya tersadar berkat bantuan kedua arwah tersebut.


“Maaf Sis, aku terpaksa melakukan ini. Karena ketiga bayi kembarmu harus segera di selamatkan,” ucap Albert dingin yang tengah merasuki tubuh Raymond suami Siska.


Dengan gerakan cepat dan menggunakan sedikit kekuatannya sebagai arwah, Albert pun menggendong tubuh Siska dengan penuh luka yang ada di sekujur tubuhnya.


Tak lama kemudian setelah ia berhasil menemukan tempat keramaian, dengan tatapan dingin itu ia menghadang sebuah mobil yang tengah melintas. Guna bisa menyelamatkan Siska dengan tubuh yang sedang ia rasuki.


Mobil yang ia hadang itu pun terhenti, setelah ia menghadangnya dengan keadaan luka di dahi yang mengeluarkan darah segar yang begitu banyak.


Hingga tak lama kemudian si pengendara mobil tersebut keluar serta mendekatinya, guna menanyakan maksudnya menghadang mobil miliknya dengan tubuhnya yang penuh luka itu.


“Tolong kami habis kecelakaan, istri saya harus segera melahirkan dengan cepat untuk menyelamatkan bayi kami,” ucap Raymond pada pengendara mobil itu.


Tanpa menjawabnya Raymond ataupun Albert itu dengan cepat menggendong tubuh Siska, untuk masuk ke dalam sebuah mobil yang akan membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


Dan Albert yang tengah merasuki tubuh Raymond tersebut bertelepati dengan sang adik untuk menanyakan keadaan ketiga bayi kembar Siska, sebelum ia keluar dari tubuh Raymond tersebut.


“Angel,” suara dingin Albert memanggil adiknya, hingga mendatangkan suara petir yang sangat keras. “Bagaimana keadaan ketiga bayi itu?”


“Mereka semua selamat kak, karena Siska yang mengorbankan sisa kemampuannya. Akan tetapi ...!”


“Ada apa dengan Siska,” desak Albert yang telah menyadari ada sesuatu sedang tidak beres terjadi pada tubuh Siska.


“Nyawanya sudah tidak dapat tertolong kak,” lanjut Angel lirih.


Seketika itu Albert yang di tubuh Raymond mengepalkan tangannya, ia tidak menyangka harus melihat Siska meregang nyawa dengan tidak wajar.


Ya sebagai seorang arwah yang selalu menemani Siska, hingga sekarang di titik akhir hayat Siska. Albert pun dapat mengetahui dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh dua insan yang saling mencintai.


‘Wahai wanita iblis, untuk saat ini kau bisa menang karena telah membunuh ibu dengan ketiga bayi yang tidak berdosa ini. Akan tetapi kau tidak akan menang bisa menjerat hatinya, ketika kau menikahinya nanti. Kau tidak akan pernah bisa mendapatkan keturunan langsung dari orang yang menjadi obsesimu itu!’


Amarah dari Albert pun langsung terdengar dari atas langit, setelah ia mengumandangkan sumpah serta kutukan yang ia ucapkan untuk orang yang telah mencelakai sepasang suami istri tersebut.


Setelah itu mereka pun tiba di rumah sakit, dengan kondisi luka di sekujur tubuh keduanya harus segera mendapatkan perawatan.


Seketika itu keluarlah Albert dari dalam tubuh Raymond setelah ia menyandarkan tubuh lemah itu, di atas brankar rumah sakit tersebut.


Sedangkan untuk Siska si pasien yang tengah hamil tersebut telah memasuki ruang operasi, guna menyelamatkan ketiga bayi kembar tersebut, dengan nyawanya yang terlebih dahulu meregang di tempat kejadian. Ya ketika akan di rasuki oleh Angel, ia menggunakan semua kemampuan yang ia punya untuk menyelamatkan ketiga bayi kembarnya, dengan nyawanya taruhan.


Sebelum ia menghembuskan napasnya, ia tidak lupa berpamitan pada ketiga bayi kembar tersebut, serta meninggalkan ketiga bayi kembar itu dengan sebuah nama yang sudah di sepakati oleh dirinya dengan sang suami tercinta.


‘Ara, Alexa, Alex itu adalah nama kalian bertiga. Maaf tidak bermaksud meninggalkan kalian semua, termasuk kakakmu. Akan tetapi ini sudah menjadi takdir Mama, karena ini sudah menjadi jalan yang telah Mama pilih. Meskipun begitu Mama tetap mencintai dan menyayangi kalian semua, sampai napas Mama terhenti.’


Setelah mengucapkan semua dengan tersenyum tersungging di wajahnya, ia pun menghembuskan napasnya setelah menyelamatkan ketiga bayi kembarnya itu.


Angel yang bersiap merasuki tubuh Siska itu pun hanya bisa terdiam membisu, sembari menatap tubuh lemah itu dengan sendu. Ia bisa mendengarkan semua perkataan yang terlontar dari Siska, serta ia terlebih dahulu mengetahui sebuah nama ketiga bayi tersebut dari Siska.