Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Gambaran Tentang Sang Mama Terlihat oleh Alex & Araxi


Untuk mencegahnya ia akan memberitahukan hal tersebut pada putranya, dan memberinya peringatan untuk berhati-hati berhadapan dengan sesosok wanita berwujud iblis tersebut.


“Sayang,” panggil Siska dengan suara yang sangat lembut. Untuk menutupi api kemarahan yang melintasi hatinya. “Apa kamu telah berhasil melihat sesuatu yang akan menimpa Mamamu ini hm?”


“Maksud Mama apa?” tanya Alex yang merasa bingung dengan perkataan dari mamanya tersebut.


Namun sedetik kemudian Alex pun tanpa sengaja melihat gambaran yang menimpa sang mama tercinta, dengan mengepal tangan ia pun sangat marah tentunya Alex tak terima sesuatu yang menimpa Mamanya. “Jadi tulang milik akan di bakar olehnya begitu Ma?”


Siska pun mengangguk kepala, sebagai seorang ibu yang melahirkan keempat anaknya itu harus mengalami sesuatu yang sangat menyakitkan, di tambah dengan suatu gambaran yang terlihat oleh Alex itu.


Membuatnya berpikir apakah Alex dan dua kembarannya itu mampu menghadapi kelicikan orang itu? Saat ini itulah yang mengganggu pikiran dan hatinya.


“Apa kamu bisa menyelamatkannya sayang?” tanya Siska yang sangat tak rela, bila tulang miliknya di sentuh kembali setelah tujuh belas tahun berlalu.


“Aku dan Araxi akan menyelamatkan barang milik, terutama tulang itu. Sepertinya orang itu benar-benar menabuh genderang perang denganku!” ucap Alex dengan diiringi kemarahan api yang memuncak.


Selesai mengatakan itu pada Mamanya tercinta, tanpa Alex pun terbangun dari alam mimpi.


Yang mana ia mendapat teguran dari suara khas dingin milik kembarannya tersebut.


“Jangan terlalu berisik Lex. Kamu mengganggu Alexa tidur saja,” tegur Araxi dingin.


“Maaf!” sesal Alex kemudian ia pun melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan sudah pagi.


“Ada apa denganmu Lex?” tanya Araxi yang merasa heran tingkah laku kembarannya.


Dengan berdehem Alex menanyakan perihal tentang Mama tercinta pada kembarannya, dan juga tentang gambaran yang tak sengaja Alex lihat saat ini pun mengganggu pikiran dan hatinya.


“Ra, Apa kamu dan Alexa sudah bertemu dengan Mama?”


“Ra mengapa tak menjawab pertanyaan dariku,” gerutu Alex dengan wajah cemberut. “Apa kamu tahu Mama lebih cantik darimu. Pantas saja Papa sangat mencintainya, dan juga apa kamu merasa tak tersaingi dengan kecantikan Mama.”


“Jangan membicarakan soal kecantikan di depanku Lex. Membuatku sangat muak, mungkin sekarang ini aku akan sependapat denganmu tentang Mama. Akan tetapi tidak dengan yang lain, dan aku meminta untuk tak mengungkit hal seperti lagi denganku. Apa kamu paham kembaranku sayang?”


Alex pun menelan ludah kasar yang membuat jakunnya naik turun, ia sendiri pun tak menyangka Araxi kembarannya itu sangat sensitif dengan hal sepele seperti ini.


Menghela napas kasar Alex pun meminta maaf dengan kembarannya, akan tetapi Araxi langsung menyelanya terlebih dahulu.


“Jangan meminta maaf denganku Lex. Karena aku sangat membenci orang yang meminta maaf lalu mengulanginya kembali!” Araxi pun menegaskan pada kembarannya, bahwa ia sangat membenci orang mengulang kesalahan lalu setelahnya itu meminta maaf, dan ia pun sangat membenci hal itu.


Sampai keduanya sama-sama berdiam diri dalam pikiran masing-masing, sehingga Alex melupakan tujuannya yang ingin menyampaikan pesan dari mendiang Mamanya tersebut.


Namun sebelum itu Araxi sendiri pun sempat mengetahui perihal yang ingin di sampaikan oleh Alex tentang Mama mereka.


.


.


.


.


.


See you next time


Love you