
“Lalu apa urusannya denganku Le? Jika memang Prisilia bukanlah adik kandungmu, tentu saja dia tak ada hubungan denganku!” cetus Ivone dengan jengkel. “Hanya saja aku akan tetap mengakui dia sebagai adik tiriku.”
Lantas keduanya pun masing-masing bungkam setelah tak ada obrolan kembali yang sedang mereka bicarakan.
******
Theo yang berjalan berlawanan arah dengan Leonard itu tak sengaja berpapasan dengan seorang dokter yang menangani Araxi, bermaksud menyampaikan perintah dari Leonard akhirnya ia pun menanyakan hasil tes DNA diam-diam yang dilakukan oleh sahabatnya tersebut.
“Selamat pagi dok,” sapa Theo yang tengah berpapasan dengan dokter Arif. “Apakah saya bisa bicara dengan anda?” ajak Theo sembari bertanya.
Merasa sedikit curiga dengan pria yang di depannya itu, dokter Arif dengan enggan menyutujui ajakan dari pria tersebut. “Apa tujuan anda meminta saya berbicara dengan anda?”
Dengan tenang Theo pun menjelaskan perihal mengenai tujuannya untuk mendapatkan hasil tes DNA itu. “Begini dok, Saya datang ke mari atas permintaan Tuan Leonard atasan saya yang meminta saya untuk menanyakan hasil tes DNA yang beliau lakukan.” Theo pun dengan terpaksa memperlihatkan sikap profesionalnya pada saat ia bekerja di perusahaan.
Dokter Arif itu pun menghela napas lega, mengingat ia tak gegabah dalam bertindak sebagai seorang dokter dalam kasus yang di tangani oleh dirinya. “Baiklah anda bisa ikut ke ruangan saya.”
Setelah dua orang tersebut sampai ke ruangan milik dokter Arif, dengan Theo yang langsung menanyakan kembali tes DNA itu. “Bagaimana hasilnya dok?”
“Mohon maaf untuk hasil tes yang dilakukan oleh Tuan Leonard seharusnya seminggu lagi, akan tetapi menurut saya pribadi mereka sudah tak perlu melakukan tes DNA itu.” Ucap dokter Arif sambil menjelaskan hasil tes tersebut.
“Maksud dokter apa ya?” tanya Theo dengan bingung.
“Maksud saya pasien dengan Tuan anda itu sama-sama mempunyai darah yang sangat langka, sehingga keduanya tak perlu melakukan tes DNA. Jika di antara keduanya mempunyai sifat dan tingkah laku yang sama, saya menganggap mereka murni memiliki hubungan darah!” jelas dokter Arif yang membuat Theo terkejut bukan main.
Dirinya tak menyangka apa yang selama ini mengganjal itu pun terjawab dengan mudah, mengingat ia benar-benar bisa memahami bahwa di antara Leonard dan Araxi mempunyai sifat dan tingkah laku yang sama, jadi tak menutup kemungkinan ketiga kembar indigo merupakan adik kembar dari Leonard yang selama di cari-cari keberadaannya itu.
“Lalu apakah Tuan saya masih bisa melihat hasil tes itu dok?”
“Untuk hasil tes itu saya sarankan anda bisa datang kembali seminggu lagi mengambil dan melihat sendiri hasilnya.”
“Lalu bagaimana dengan keadaan pasien dok?” tanya Theo kembali.
“Sejauh ini kondisi pasien sudah pulih, akan tetapi saya menyarankan pada anda untuk mengingatkan pada pasien, agar setiap luka bekas jahitan di bahu pasien untuk tak terlalu kena air.”
“Baik dok terima kasih atas informasinya, lalu apa itu saja yang anda sampaikan pada saya?”
Dengan mengangguk dokter Arif mengatakan hanya itu yang bisa ia sampaikan pada dirinya. “Kalau begitu saya pamit undur diri dok. Terima kasih banyak atas waktunya,” pamit Theo pada dokter tersebut sehingga langkah kakinya pun beranjak dari ruangan milik dokter itu.
.
.
.
.
.
Yuk minta dukungan dengan memberi vote/gift sebanyak-banyak ya
Biar aku semangat buat update
See you next time
Love you sekebon cabe