
Leonard sendiri tak akan pernah melupakan semua kenangannya bersama dengan mendiang sang mama tercinta. Bahkan pria itu pun teringat kebersamaan mereka terakhir di tempat hiburan sekitar tujuh belas tahun yang lalu.
“Apa kamu sekarang lebih tenang?” Leonard mengurai dekapan tak lupa ia juga mengacak-ngacak rambut sang adik. Membuat Alexa mengerucut kesal.
“Ish, bisa tidak kamu tak mengacak rambutku, Kak!” Alexa mengomel yang tanpa ia sedari tadi. Ada sepasang mata yang mengawasinya dengan perasaan tak karuan.
Dialah Theo yang diam-diam menaruh hati pada Alexa pun terlihat tak karuan saat melihat keakraban Leonard dengan adiknya. Namun, sejujurnya ia sendiri ingin seperti yang dilakukan oleh sang sahabat tapi hatinya masih diliputi perasaan ragu.
“Mengapa kau tak mengatakan langsung pada gadis itu jika saat ini sedang jatuh cinta dengannya?” Makhluk yang menemani Theo itu pun membuka suara.
“Aku tak berani.” Theo bergumam lirih. Namun masih bisa terdengar oleh makhluk tersebut.
“Ya sudah kalau begitu tapi ingat jangan menyesal jika nanti ada orang lain yang jatuh cinta dengannya.”
Theo enggan berkomentar tentang seorang pria yang kelak menyukai Alexa, dan itu tak akan pernah terjadi karena ia mempunyai rencana lain untuk bisa mengungkapkan perasaannya.
“Oh iya satu hal lagi karena kau bisa melihat makhluk lain sepertiku. Apa kau sudah tak lagi takut dengan mereka? Kau pasti ingat 'kan mengapa aku menjaga tempat ini!”
“Akan ku' coba untuk meyakini bahwa aku tak akan takut dengan mereka.” Theo bertekad bulat untuk mencobs memperkuat diri dari rasa takut yang menyergapnya.
“Jadi nanti ketika kau terdesak mungkin aku bisa menyuruh lain menjagamu.”
Theo mengangguk setuju yang kemudian ia menghampiri Leonard dan juga seorang gadis yang disukainya.
***
Di kamar inap tempat Ivone dan Kevin saat ini sedang menjaga Araxi. Namun, sepertinya gadis tomboi tersebut tengah meracau. Sebab ia sebenarnya sedang bermimpi buruk tentang wanita yang pernah menjadi kekasih Albert Van Derk Wirjk.
“Kenapa, Ra?” Ivone terlihat heran dengan Araxi yang tiba-tiba membuka mata.
Tanpa menjawab pertanyaan itu. Ia pun justru mengarahkan matanya ke arah Kevin yang sedang tersenyum tulus pada dirinya.
“Sudah merasa baik?” Kevin bergiliran bertanya tentang keadaannya.
“Seharusnya tak perlu bertanya lagi, Om,” ketus Araxi. “Aku ada perlu denganmu.”
“Coba katakan apa yang ingin mau dari, Om?”
“Bisakah membantuku mengatakan hal langsung pada seorang perawat yang mana ada sesosok hantu anak kecil terus mengikutinya.” Jawaban yang dilontarkan oleh Araxi membuat Kevin dan juga putrinya terkejut bukan main.
“Apa yang harus ku katakan pada perawat itu, dan lalu siapa namanya?”
Araxi meringis pelan, bahwa ia benar-benar tak mengetahui nama seorang perawat yang diikuti oleh sesosok hantu anak lelaki tersebut.
“Jangan bilang kamu tak tahu nama perawat itu, Ra!” Ivone gemas dengan Araxi yang benar-benar lupa pada sebuah nama seorang perawat yang membantu menangani luka ditubuhnya.
Mengatakan perihal sesosok hantu anak lelaki yang diceritakan oleh Araxi. Namun, ia tak menduga kekejaman itu bukan terjadi pada putrinya saja. Justru Kevin merasakan sakit yang luar biasa disiksa seperti itu. Seperti rasa sakit yang dirasakan oleh Ivone Morgan Adhitya.
.
.
.
.
.
Yuhu aku datang membawa kabar e salah ding maksudnya bawa karya punya teman
Sama-sama nama Alex loh
Mampir ya
.
.
.
.
.
"Perjuangan yang sungguh-sungguh akan membuatmu berhasil mencapai apa yang kau inginkan. Berjuanglah dan tanamkan satu target dihadapanmu!"
~Lara Alessandra
Sebagai wanita dengan berat badan 107 kilogram, Lara kerap kali merasa berkecil hati. Kedatangan keluarga Alex untuk melamar dirinya sudah seperti anugerah terindah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Sayangnya, pernikahan sempurna yang dibayangkan Lara tidak sama dengan kenyataan. Alex ternyata mau menikah dengannya karena sebuah paksaan. Bukan karena cinta apa lagi mau menerima Lara apa adanya.
Namun, Lara tidak pernah menyerah. Dia terus berjuang agar Alex mau mencintainya dan menerima dia apa adanya. Ketika perjuangan Lara masih setengah jalan. Dia justru memergoki sang suami sedang bersenang-senang dengan wanita lain.
Apakah Lara akan berhasil membuat Alex jatuh cinta padanya atau justru dia akan menyerah dan memilih untuk meninggalkan Alex?