Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Part 168


Kevin yang saat itu tengah melihat sang putri tercinta berdebat itu pun tanpa sadar menarik lengan, dan mengajak Ivone ke tempat lain untuk meminta maaf atas semua rahasia yang di sembunyikan oleh dirinya.


“Apa-apaan ini main tarik segala!” gerutu Ivone dengan bibir mengerucut kesal.


Yang menariknya pun tak bisa menahan tawa! Hal tersebut membuat Kevin merasa senang, saat melihat raut wajah yang begitu sangat menggemaskan dengan pipi yang sedikit mengembang.


“Sssttt, sudah ya jangan marah lagi sama, Papa. Dan juga Papa minta maaf padamu, Sayang.” Mendekap tubuh rapuh tersebut, sembari menggumamkan kata maaf pada putrinya.


Ia melakukan hal tersebut, agar sang putri tercinta tak memendam sebuah dendam disaat ia telah siap menceritakan sebuah kisah yang begitu sangat kelam.


“Sekali lagi, Papa minta maaf. Bukan maksud ingin menyembunyikan hal ini padamu. Tapi Papa tak ingin, kamu mengetahui hal yang begitu sangat menyakitkan.” Sembari mendekap erat tubuh putrinya, Kevin pun juga mengungkapkan perasaan pada sang putri tercinta. Bahwa Mama kandung dari putrinya tersebut tak sebaik yang ia kira.


Sudah Ivone duga, entah mengapa ia tak bisa begitu memahami jalan pikiran yang dilakukan oleh sang mama tercinta, bahkan papanya tersebut tak begitu mengetahui bahwa ia sudah lama memutus hubungan darah itu. Lalu apakah harus secepat ini memberitahukan pada sang papa? Saat ini itulah yang sedang mengganggu pikirannya.


Apakah sudah waktunya untuk memberitahukan semua tentangnya padamu, Pa? Asal kamu tahu satu hal, selama ini aku selalu diam saat dia tak ingin mengakui. Karenakan diri ini yang begitu sangat mencintaimu tanpa syarat apa pun.


Lamunan Ivone pun mendapat respons langsung dari papanya, yang tengah menatap netra matanya sembari berpikir tentang apa yang sedang Ivone lamunankan itu.


“Sayang! Apa yang sedang kamu pikirkan hm?” panggil Kevin dengan nada lembut di sertai bertanya pada putrinya tersebut.


“Tidak ada yang sedang aku pikirkan, Pa!” jawab Ivone dengan raut wajah yang datar. “Aku hanya sedang berpikir mengapa, Mama bisa begitu tega pada dirimu, Pa.”


Sembari menghela napas gusar, Kevin pun dengan enggan mengungkit kembali luka yang telah di torehkan oleh mantan istrinya tersebut. “Apa kamu pernah bertemu dengan mamamu itu, Sayang?”


Deg


Pertanyaan yang terlontar dari papanya itu pun, mendadak membuat lidahnya menjadi kelu, ia sendiri tak menduga akan mendapat pertanyaan yang begitu menjebak untuk di perjawabkan.


“Sayang, bisakah kamu menjawab pertanyaan dari, Papamu ini, Nak?” tanya Kevin dengan lembut. “Papa tak akan marah padamu, Sayang! Jika pertanyaan barusan, tak sedikit pun membuatmu merasa nyaman.”


Merasa lega, akhirnya Ivone pun bisa memberikan pertanyaan pada sang papa tercinta, tentang hubungannya dengan sang mama kandung. “Lalu jika aku pernah bertemu dengan, mama, apa yang ingin kamu lakukan, Pa?”


Ada apa dengannya? Apa yang telah terjadi? Sepertinya ada sesuatu yang telah aku lewatkan! Jika memang benar, putriku, telah bertemu denganmu. Maka aku tak akan pernah memaafkanmu, jikalau hatinya terlukai oleh seorang mama kandung ya begitu kejam.


“Sayang, jikapun kamu bertemu dengannya. Lalu dia melukai menorehkan sebuah hati yang rapuh, Papa tak akan pernah memaafkan kesalahan yang telah dia perbuat padamu,” jawab Kevin sembari menggeretak gigi bergemuruh.


Namun, Ivone pun enggan memperpanjang urusan sang papa tercinta, dengan seseorang yang telah menorehkan luka hatinya tersebut.


“Jangan tak usah meladeni tingkah laku, mama, di sini aku sangat begitu menyayangimu, Pa!” sahut Ivone yang berusaha mencegah sang papa tercinta.


“Baiklah kalau itu maumu, Sayang! Papa, berjanji tak akan meladeninya, tapi ...” dengan sengaja Kevin pun menggantungkan kalimat tersebut, yang membuat putrinya merasa heran dengan tingkah laku Papanya.


Maafkan Papamu ini ya, Sayang! Setelah ini, Papa akan menyelidiki semua yang telah terlewatkan. Maaf, Papa tak bisa berjanji pada dirimu.


.


.


.


.


.


Halo readersku yang setia mohon maaf untuk ketidaknyamannya ya


Bulan lalu aku gak full up karya ini karena ada sesuatu yang tak bisa aku jelaskan pada kalian


Untuk kalian aku ucapkan selamat tahun baru ya


Tetap dukung terus karyaku