
Alex yang tak sengaja melihat bibir Alexa yang mengerucut kesal itu di buat heran dengan kelakuan tingkah laku kembarannya itu. “Kenapa kamu manyunkan bibirmu itu Sa? Apa yang sedang terjadi denganmu?” tanya Alex sambil meledek ke arah Alexa.
“Lebih baik kamu diam, tak usah banyak bertanya!” hardik Alexa ketus.
“Oke aku akan diam,” ucap Alex yang terpaksa mengalah pada kembarannya itu. “Apa kita langsung ke arah rumah sakit? Sejak dari desa itu, aku terus memikirkan keadaan Araxi.”
Theo pun yang sedari tadi memperhatikan kedua kembar berdebat, tanpa sengaja ia melihat ke arah bibir Alexa mengerucut itu seakan menghipnotisnya, sehingga membuat Theo merasa ingin mencium bibir Alexa yang begitu menggoda.
Namun sedetik kemudian ia pun tersadar saat mata tak sengaja bertabrakan dengan mata Alex, kembaran dari Alexa itu tengah memergokinya yang diam-diam menatap ke arah Alexa.
Tanpa banyak kata seakan mengerti melalui tatapan datar Alex, Theo pun mengangguk dan beberapa detik kemudian, ia dengan pelan melajukan mobilnya ke arah rumah sakit tempat Araxi di rawat.
******
Sementara itu di tempat lain, masih dengan Sean yang tengah melacak sebuah data siswa yang tak lain permintaan dari Leonard, mendapat sebuah petunjuk tentang ketiga daftar nama siswa/siswi tersebut.
Keningnya pun mengernyit saat ia tak sengaja membaca sebuah daftar nama dengan sebuah inisial yang sedikit familier di ingatannya.
“Nama tiga A inisial dengan WW juga sama inisial, mengapa aku merasa sangat asing dengan inisial ini!” gumam Sean lirih, sembari jemari kekarnya membaca sebuah daftar nama data yang berhasil ia lacak.
Tak ingin penasarannya terlarut dalam, dengan terpaksa ia segera harus menemui Raymond, untuk memberitahu pada sahabatnya tentang sebuah nama dengan inisial yang sama.
Namun sebelum itu Sean membereskan terlebih dahulu, agar tak ada seorang yang bisa melacaknya, bahkan ia tak segan-segan menaruh sebuah virus untuk mengamankan data yang sedang ia lacak.
Karena Sean masih berada di ruangan Raymond, tentu saja membuatnya lebih gampang menemui sahabatnya, ia berada satu ruangan dengan Raymond untuk mempermudahkan beberapa karyawan yang masuk ke dalam meminta tanda tangan dari presdir mereka.
“Apa kau masih ada di dalam Ray?” tanya Sean dari arah luar kamar pribadi Raymond. “Aku mau memberimu laporan mengenai permintaan putramu itu.”
Raymond yang mendengar suara teriakkan dari sahabatnya itu dengan tanggap kembali duduk di atas kursi roda, untuk menemui Sean yang katanya ingin memberinya sebuah informasi mengenai permintaan dari putra sulungnya tersebut.
Setelah ia keluar dari kamar pribadinya tanpa berbasa-basi, ia pun langsung meminta Sean menjelaskan tentang permintaan dari Leonard. “Katakan langsung apa yang sedang diinginkan oleh Leonard!”
Dengan mengangguk Sean pun menjelaskan semua permintaan dari Leonard, dan juga ia kembali menanyakan pada sahabatnya itu tentang sebuah nama yang berinisial WW itu pun mengganggu pikirannya kini.
“Katakan langsung intinya!” titah Raymond dengan tegas.
“Nama mereka mengandung sebuah inisial WW, dan aku sedikit merasa inisial itu bukankah menyangkut ke arah margamu Ray?” terang Sean sambil bertanya.
“Maksudmu inisial margaku begitu Se?” beo Raymond sambil balik tanya.
“Aku pikir itu memang margamu Ray! Bukankah kalau di baca arti singkat inisial WW mengacu ke arah margamu dengan nama Wesley Wiratmaja. Aku benar bukan?”
“Kau benar itu memang asli margaku kalau di singkat,” jawab Raymond. “Lalu apa yang diinginkan oleh Leonard?”
Tanpa banyak kata Sean pun menyerahkan sebuah data yang berhasil ia lacak pada dirinya, saat melihat dan mencocokkan data tersebut.
Bola mata Raymond membulat saat ia melihat nama yang tertera di dalam daftar tersebut, seketika itu ingatannya tertuju pada mendiang istrinya tercinta, yang telah menyiapkan sebuah nama untuk ketiga bayi kembarnya.
Di masa sekarang Raymond sangat terkejut saat melihat nama yang tertera dalam daftar tersebut mengingatkannya pada ketiga bayi kembarnya.
Ini tak mungkin ... Mengapa mereka bisa memakai nama yang dulu di persiapkan oleh istriku! Lalu siapakah mereka sebenarnya, apa aku pernah bertemu dengan pemilik nama ini? Seperti itulah yang sedang di batinkan oleh Raymond.
.
.
.
.
.
See you next time