Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Part 176


Di lain tempat, lebih tepatnya di sebuah markas dengan beberapa orang yang tengah menatap sinis ke arah mayat yang telah meregang nyawa itu.


“Bagaimana apa pengkhianat ini sudah mati?” tanya salah satu orang yang ada di markas itu.


“Lihatlah dengan sendiri tanpa harus bertanya dulu denganku!”


“Lalu apa kau sudah memberi kabar pada, nyonya?” tanyanya yang mendapat gelengan kepala.


“Saat ini ponsel nyonya tak aktif tapi sebelum itu, aku sudah diberi tugas oleh nyonya untuk membunuh pengkhianat itu.”


“Baiklah sesuai yang diminta oleh, nyonya. Kita semua harus melakukan tugas ini dengan rapi! Jangan sampai ada yang gagal melakukannya karena kepala kita yang menjadi taruhan.”


Mereka semua pun menjalankan tugas dari nyonya untuk menggantikan mayat tersebut, sesuai dengan permintaan nyonya mereka yang meminta sebuah potongan tulang yang akan dibakar sampai menjadi abu tapi, usaha mereka telah gagal sebab tulang yang diinginkan oleh nyonyanya itu mendadak hilang.


Bukan tanpa alasan tulang incaran tersebut mendadak hilang karena, tulang itu juga telah diselamatkan terlebih dahulu sebelum mereka membawa abunya.


*****


Setelah tiba di depan batu nisan yang bertuliskan nama mama kandung kedua kembar itu pun berjongkok di depan nisan mamanya, sembari memberikan sebuah doa untuk diantarkan pada mendiang sang mama tercinta, bahkan mereka tak kuasa menahan air mata yang terlihat berkaca-kaca sehingga menarik perhatian dua pria yang tengah menatap ke arah keduanya.


Mama, sejak aku dilahirkan hingga sekarang belum pernah sekali pun menginjakkan kaki ini di rumahmu, bahkan aku dan kedua kembar ku tak begitu tahu tentang dirimu tapi kami berjanji akan melindungi dan menjaga selalu apa pun yang terjadi nantinya.


Di depan nisan tersebut Alex pun mencurahkan isi hatinya untuk mendiang sang mama tercinta, dirinya pun tak lupa juga membuat janji hari ini akan menggagalkan sebuah rencana yang telah di susun oleh orang yang membenci mamanya itu.


Demikian halnya yang dilakukan oleh Alexa pun tak berhenti mencurahkan semua yang mengganjal dihatinya tersebut.


Ma, biar pun aku hanya bertemu denganmu melalui mimpi itu. Aku selalu meyakini bahwa mama akan selalu ada dihati kami, bolehkah Sasa iri pada Ara yang selalu kuat menghadapi para hantu itu tapi aku bisa apa? Sasa pun bahagia bisa bertemu dengan sesosok pria yang menganggapnya sebagai kakak kandung kami, bahkan aku sungguh tak percaya sifat dingin dan tatapan matanya tak jauh berbeda dengan Araxi sangat lucu 'kan, ma!


Alexa pun terpaksa mengunci hatinya agar kedua kembarannya tak akan bisa mendengar semua curahan hati pada sang mama tercinta.


Namun dirinya dan Alex merasa tergugu, saat tak sengaja mendengar curahan hati dari kakak kandung mereka.


Aku datang kembali, ma! Kali ini aku membawa mereka berdua untuk bisa bertemu denganmu meskipun hanya sebatas ini yang bisa ku lakukan tapi, aku selalu yakin suatu saat nanti kita akan bertemu kembali. Oh iya ma, aku merasa heran dengan mereka yang tiba-tiba membawaku kemari! Tapi aku tak tahu itu apa?