Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Kebungkaman Araxi


Karena dirinya telah berjanji pada mendiang Siska untuk selalu menjaga dan melindungi nyawa ketiga kembar tersebut dari tangan wanita iblis itu.


Araxi yang mendengar semua itupun terkejut, saat mendapati kenyataan sebuah rahasia besar yang di sembunyikan oleh Albert, bahkan sekarang ini ia menatap ke arah Albert dengan tatapan yang dingin.


Albert pun merasa heran dengan tatapan dingin dari gadisnya tersebut, saat ini ia tak bisa berpikir apa yang sedang terjadi dengan gadisnya itu.


Mengapa gadisnya ini, begitu intens menatap dingin kearahnya? Dan hal tersebut yang menganggu pikirannya.


“Ra, mengapa kamu menatapku seperti itu?” tanya Albert yang merasa heran dengan tatapan dingin gadisnya itu.


Tak mendapat jawaban dari Araxi, membuat Albert mendengkus kesal, entah mengapa gadisnya tersebut seperti menahan amarah, dan iapun bisa merasakan kemarahan dari Araxi.


Menghela napas panjang, dengan terpaksa Albert pun menceritakan sebuah rahasia yang hanya ia tahu. “Ra, dengarkan aku melakukan hal ini demi Mamamu. Karena saat itu aku telah berjanji padanya, untuk merahasiakan tentang pengorbanan yang dilakukan oleh Mamamu, bahkan Papamu sampai sekarangpun tak pernah mengetahui rahasia ini.”


“Lalu mengapa saat itu Papa harus menikah dengan wanita lain yang mengaku hamil anaknya? Bahkan kuburan Mama waktu belum kering, Papa malah di minta menikah dengannya.” Dengan menahan amarah Araxi pun mencecar Albert dengan banyak pertanyaan.


“Aku juga tak tahu hal seperti itu Ra, mengingat saat aku kembali ke mansion itu ada sesuatu yang tak bisa aku tembus dengan mudah. Karena wanita yang memasang penghalang di mansion itu, bahkan sampai sekarangpun aku tak bisa kembali ke mansion itu, hanya dari jarak jauh saja aku bisa mengawasi dan memantaunya.” Tenang tanpa meragu Albert telah menjelaskan semua rahasia itu pada gadisnya. Yang mana membuat Araxi terdiam membisu setelah ia mendengar semua cerita dan penjelasan dari Albert tersebut.


Araxi yang tengah melamun itu, terkejut saat Albert memanggil namanya dan membuyarkan lamunan yang tengah ia pikirkan.


“Berisik.” Satu kata singkat padat dan jelas, yang membuat Albert tak bisa berkutik kembali saat gadisnya itu tengah sedang dalam keadaan mood yang begitu dingin.


Araxi yang kembali melamun itupun, tengah memikirkan sebuah rencana untuk bisa menyelamatkan tulang milik mendiang Mamanya.


Namun lamunannya buyar, saat ia tak sengaja mendengar teguran dari sesosok yang mendiami tubuhnya. “Tak baik kau melamun begitu. Apa yang sedang kau lamunkan?”


Tak mendapat jawaban dari Araxi, membuat sesosok tersebut mendengus kesal dengan tingkah laku dari gadis tomboi dingin, yang tak pernah sedikitpun tersenyum pada semua orang yang secara tak sengaja bertemu dengannya.


Secara tak terduga, sesosok yang mendiami tubuh Araxi sedikit terkejut, saat dirinya tak sengaja menggunakan sedikit kekuatannya, untuk melihat sedikit gambaran.


Alangkah terkejutnya saat ia tengah mendapati gambaran sesosok iblis yang telah menabuh genderang dengannya, dan ia tak menyangka iblis itu benar-benar tak sedikit memiliki hati nurani, dengan teganya ia tengah merencanakan sesuatu yang membuat gadis tomboi dingin tersebut menahan amarah yang memuncak.


Pantas saja kau begitu marah besar, ternyata karena ini? Benar-benar tak habis pikir, mengapa iblis itu semakin liar saja.