Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Mimpi Araxi Yang Mengganjal & Kematian Yang Merenggut Nyawa Minerva


Namun tanpa ia sadari semua itu skenario dari Sherly, wanita tersebut merupakan seseorang yang berbahaya. Ia juga tak sabar melumuri korbannya dengan cairan khusus untuk ia jadikan manekin tersebut.


“Bagaimana apa kau masih tak percaya dengan dokumen yang aku tunjuk padamu?” tanya Sherly kembali. “bahwa bayi ini memang benar adanya anak dari suamimu tercinta,” ujar Sherly dengan seringai licik di wajahnya.


Jangan di tanya kembali saat ini ekspresi Minerva tak bisa di tebak untuk membayangkan betapa hancurnya hati Minerva.


Saat mendengar perkataan yang terlontar dari wanita yang mengaku-ngaku istri dari sang suami tercinta, ia juga sendiri pun tak menyangka selama ini perubahan di dalam diri sang suami tercinta ternyata membuat hatinya terluka.


Hati dan perasaannya pun menjadi kecewa karena telah di khianati oleh seseorang yang sangat begitu ia cintai.


Masih dengan tak mempercayai ucapan dari istri simpanannya sang suami, Minerva tetap pun menegaskan bahwa bayi yang di kandung wanita tersebut merupakan bukan bayi dari hasil hubungan sang suami dengan istri simpanannya itu. “Sampai aku mati pun tak akan pernah mempercayai bahwa bayi itu bukanlah milik suamiku, karena aku sangat yakin kau hanya ingin menghancurkan kebahagiaan rumah tanggaku.”


Plakk.....


Sebuah tamparan keras itu mendarat di pipi Minerva, hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, serta panas perih itulah yang di rasakan olehnya.


Coba bayangkan saja bagaimana rasanya di khianati, di kecewakan oleh orang yang sangat kita cintai. Sakit bukan?


Seperti itulah yang di rasakan oleh Minerva saat ini. Di saat ia di sekap oleh istri simpanan sang suami, justru sang tak terlalu mengkhawatirkan keadaannya.


Karena sang suami tercinta telah termakan hasutan dari istri simpanannya tersebut. Yang mana seolah-olah ia menyelingkuhi sang suami tercinta, namun nyatanya justru ia sendiri yang terjebak dalam permainan yang di lakukan oleh istri simpanan suaminya itu.


Sementara itu masih dengan Araxi yang tengah berjalan itu pun menghampiri dua saudaranya dengan dua sesosok arwah yang selama ini menemani mereka, di kala mereka kehilangan kasih sayang ke dua orang tuannya akibat sebuah kecelakaan yang membuat mendiang sang mama tercinta meregang nyawa. Setelah melahirkan mereka bertiga ke dunia.


Di antara mereka bertiga hanya Ara yang mendapat gambaran mimpi tentang sebuah kecelakaan yang merenggut ke dua orang tuanya tersebut, hingga membuat kedua orang tuanya yang saling mencintai itu pun terpisah untuk selamanya.


Mimpi-mimpi yang di alami oleh Ara itu pun selalu mengganjal di hati dan pikirannya, hingga kemudian ia telah memperoleh sebuah petunjuk guna menerka-nerka tentang kejadian mimpi yang berhubungan dengan kematian mendiang sang mama tercinta.


Ia pun menemukan titik terang di balik kecelakaan yang di alami oleh ke dua orang tuanya tersebut, dan takdir itulah yang membawa Ara dengan dua saudara kembarnya bertemu dengan seseorang yang terhubung dengan kematian sang mama tercinta.


Saat hampir sampai di tempat dua saudara kembarnya menunggu dengan jiwa Alex yang tengah memasuki ruang dimensi dari arwah Minerva itu pun, netra mata manik hitam miliknya tertangkap oleh sesosok yang selama ini menjaga mereka yang dengan sengaja ia menatapnya dengan sorotan yang mendingin.


‘Mengapa sorotan matanya semakin mendingin? Ada apa dengannya?’ batin Albert bertanya-tanya.


Albert pun tanpa sengaja menatap netra manik hitam milik Araxi itu yang mana sorotan itu menjadi lebih dingin.


“Ara,” panggil Alexa pada seseorang yang tengah berjalan menghampirinya. “Kamu lama sekali sih,” ucapnya dengan cemberut.


“Apa Alex yang menyuruhmu memanggil mereka,” sahut Araxi sembari menunjuk sesosok arwah yang tengah menjaga tubuh Alex.


“Jangan tanyakan padaku, tanyakan saja pada Alex nanti,” ucap Alexa dengan ketus. “Kamu tadi belum menjawab pertanyaanku!”


“Jangan bawel dan berisik, nanti kamu akan di lihat oleh mereka, bahaya kalau meminta bantuan pada kita,” tegur Ara dingin. “Dia kenapa lama sekali?” beo Ara sambil menatap datar Alex.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...mohon maaf buat readersku tercinta sementara aku up segini dulu. nanti kalau like nya 20 ke atas insha Allah aku up kembali....


...see next time...