Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Misteri Sebuah Desa Tempat Tinggal Arwah Sumarni


Tak menjawab pertanyaan dari keduanya dengan terpaksa Araxi berjalan terlebih dahulu, meninggalkan kedua kembarannya yang mana mereka langsung terdiam membeku saat bayangan tersebut muncul kembali dipikiran baik Alexa maupun Alex.


Saat sampai di tempat yang dituju, seketika daerah tersebut menjadi sunyi. Karena ini pertama kalinya mereka datang ke tempat desa tersebut.


“Kenapa sunyi sekali?” tanya Ivone yang merasa heran.


“Entah aku pun juga tak mengerti, sebaiknya kita harus segera bergegas kerumah itu!” sahut Araxi dengan tegas.


Dengan mengangguk kepalanya Ivone pun setuju dengan perkataan yang terlontar dari, entah mengapa bagi Ivone Araxi tak sedingin yang ia kira.


Meskipun terkadang tatapan dinginnya membuat ia merasa takut, akan tetapi matanya bisa melihat dengan jelas ketulusan yang ada didalam mata itu.


Sementara itu dari jarak dua puluh langkah, terdapat Alexa dan Alex berjalan beriringan menyusul sang kembaran dengan Ivone anak dari Kevin yang mengikuti mereka.


Sesaat sampai di sebuah yang menjadi tujuan mereka, keempatnya dibuat tercengang dengan keadaan rumah tersebut telah berubah menjadi sebuah rumah atau lebih tepatnya sebuah gubuk sederhana yang runtuh, bahkan tak sedikitpun terawat dengan baik.


Saat mencari sesuatu, dari arah lain mereka dikejutkan oleh sebuah suara yang membuat keempatnya kaget.


“Sedang apa kalian di sini?” tegur seorang pria paruh baya sembari menatap ke arah empat orang anak remaja yang tengah mencari sesuatu dari gubuk yang telah runtuh itu. “Apa kalian datang dari kota?”


Ketiganya pun kompak mengangguk berbeda dengan Araxi yang hanya menatap dingin ke arah pria paruh baya tersebut.


“Lalu kalau kalian datang dari kota ingin mencari apa di desa ini?” tanyanya pada mereka berempat dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Apa Bapak bisa menceritakan tentang kejadian rumah ini Pak?” tanya balik Alex sembari jemari menunjuk ke arah gubuk yang runtuh itu.


Bapak yang menegur dan bertanya itu pun bermanggut-manggut, ia menduga desanya akan didatangi oleh seseorang yang mana hal tersebut membuatnya sedikit terkejut bukan main.


Mengapa mereka bisa mempertanyakan tentang gubuk runtuh, yang sudah lama tak berpenghuni itu.


Tiba-tiba Bapak yang tak mau menyebutkan nama itu pun tersenyum, setelah sekian lama akhirnya ada seseorang yang menanyakan tentang gubuk runtuh tersebut.


Tentunya ia merasa was-was sekaligus lega, dengan datangnya seseorang itu. Ia pun juga bisa menebak bahwa diantara ketiga mempunyai sesuatu yang dapat ia rasakan.


“Bapak enggak bisa bercerita di sini. Kalau mau kalian bisa mengikuti Bapak pulang ke rumah, karena di sini tak aman untuk Bapak dan juga kalian.” Ajak si bapak itu pada keempatnya.


Karena Alex yang bisa merasakan hawa negatif dan positif, bahkan Alex pun bisa melihat dengan jelas bapak tersebut sebenarnya menyimpan sebuah rahasia tertutup, yang mana rahasia itu tak bisa bapak itu buka dengan baik-baik.


Mengingat di desa tersebut memanglah menyimpan sebuah rahasia yang selama ini tertutup dengan rapi, tanpa ada seorang pun yang berani membukanya.


Setelah mereka tiba di rumah sederhana milik bapak tersebut, ia mempersilakan tamunya untuk duduk sembari ia melihat keadaan keliling sekitar.


Untuk memastikan keadaan tersebut telah aman, sebelum ia menceritakan rahasia itu.


“Maksud Bapak apa ya?” tanya Alexa membuka suara.


“Nanti akan Bapak jawab pertanyaanmu, sebelum itu aku ingin menceritakan suatu kejadian beberapa tahun lalu. Apa kalian siap mendengarkan?”


Keempatnya kompak mengangguk, sebelum bapak tersebut bercerita. Dengan terpaksa Araxi menggunakan kemampuannya, tentunya melalui bantuan yang berada didalam jiwanya, Araxi menutup sesuatu untuk membuat orang lain tak bisa menembus pembicaraan mereka.


Hal tersebut ia lakukan tanpa sepengetahuan kembarannya, mengingat ia menggunakan kemampuannya sampai menguras energi.


Namun Araxi melakukan dengan baik, sembari si bapak tersebut bercerita tentang rahasia yang tertutup.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kira-kira baca ini merinding gak?


Desa milik arwah Sumarni sepertinya misteri loh


Padahal aku belum sampek nge up tentang Araxi, e sudah ada yang bisa menebak duluan.


Tetap pantau terus ya keadaan mereka di desa itu.


Tentunya jangan lupa aku minta kopi sama kembang kalau pengen mau aku up in 3 bab


See you next time


Love you for all