I’M Not A Virgin

I’M Not A Virgin
Part 64


Kendaraan Mercedes Benz berwarna hitam doff milik Delavar pun membelah jalanan Kota Helsinki yang merupakan ibu kota negara Finlandia. Delavar sengaja menyetel musik agar suasana di dalam sana lebih cair. Dia juga sambil bernyanyi walaupun suaranya tak terlalu bagus.


Delavar sesekali melirik ke arah Amartha yang diam-diam juga sedang menikmati musik tersebut.


“Jangan ditahan, Amartha. Keluarkan saja suaramu, itu akan mengurangi stres,” tutur Delavar. Dia kembali berteriak melantunkan lirik yang tak sesuai dengan nadanya.


Amartha pun mulai sedikit demi sedikit mengeluarkan suara pada saat lagu kesukaannya diputar. My Chemical Romance. Dan bagian yang paling dia suka adalah, “i don’t love you like i did yesterday.” Dia mengucapkan dengan suara berteriak karena itu adalah lagu galau yang dibawakan dengan nuansa rock. Saat putus dengan Marvel, dia sering menyanyikan itu.


Delavar memberikan tepuk tangan. “Luar biasa,” ucapnya dengan maksud ambigu. Tak mungkin juga dia mengatakan kejujuran jika suara wanita itu sama saja jeleknya seperti dirinya. “Bagaimana perasaanmu sekarang?”


Amartha terlihat sedikit terengah-engah karena terlalu memakai emosi saat bernyanyi. “Kau benar, bernyanyi sambil berteriak bisa membuatku sedikit lega.”


“Syukurlah.” Delavar hanya ingin Amartha tak terus berfokus memikirkan kandungan wanita itu saja, tapi juga kondisi pikiran harus lebih dikontrol agar tak tertekan lagi.


Kendaraan pribadi milik Delavar pun mulai memasuki area mansion. Dan berhenti tepat di belakang mobil milik kembarannya. “Di dalam pasti ada Felly dan anak-anaknya. Kau bisa bermain dengan mereka,” celetuknya.


Lagi-lagi Delavar menawarkan tangannya untuk digandeng, dan diterima oleh Amartha. Napasnya terdengar begitu lega, wanita itu sudah tak menolaknya lagi seperti dahulu.


Keduanya pun beriringan memasuki bangunan utama milik keluarga Dominique yang begitu megah. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Mommy Diora yang sangat antusias berjalan cepat menghampiri Amartha.


“Eh, ada calon menantu,” sapa Mommy Diora seraya memeluk dan mendaratkan ciuman di pipi kanan kiri pada Amartha. “Harusnya tadi bilang dulu kalau mau ke sini. Mommy pasti masakin,” protesnya karena sang putra tak memberitahukan jika ingin pulang ke mansion.


Disaat perbincangan kecil yang terjadi di tengah-tengah ruang keluarga itu berlangsung, tiba-tiba ada seorang pelayan yang menghampiri Delavar. “Tuan,” panggilnya.


Delavar pun mengedipkan kedua matanya agar orang itu tak melapor sekarang karena masih ada Amartha di sampingnya.


Tapi pelayan itu tak paham maksud sang majikan, sehingga mulutnya langsung saja mengeluarkan apa yang hendak dilaporkan. “Tuan, dia tak mau makan lagi, seharian penuh menolak saat aku suapi.”


Delavar menelan salivanya. Bagaimana jika Amartha tahu kalau bapak tak berperikemanusiaan itu sedang dia sekap?


Lagian daddy Davis saat dimintai tolong untuk membuat Papa Max mau makan pun selalu tak mau. Tuan Dominique itu justru mencetuskan untuk membiarkan saja pak tua tersebut mati kelaparan. Toh keluarganya sudah baik memberikan makan.


Tapi Delavar tak ingin membuat kematian Papa Max secepat kilat. Tak sepadan dengan apa yang sudah ditorehkan pada Amartha, sehingga mau tak mau pun dirinya harus turun tangan agar pak tua itu tak mati.


“Siapa yang tak mau makan?” tanya Amartha dengan menaikkan sebelah alisnya.


...*****...


...Yok sambil setel youtube My Chemical Romance - I Don’t Love You...


...Dulu aku main sama mantanku. Ini udah jadi mantan loh kita, tapi masih suka jalan berdua. Makan gelato, eh pas musiknya itu. Buset, dinyanyiin pas bagian reff nya wkwkwk. Ngakak aja kalo diinget mah, kenceng banget pas bagian yang sama kaya dinyanyiin Amartha hahahaha jadi curhat shay....