Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Positif


"K-kamu? kenapa kamu masih ada di sini?" Cathleen mengedarkan matanya untuk mencari keberadaan Sky.


"Kamu lagi cari siapa?" bukannya menjawab, Carlos justru balik bertanya.


"Bukan urusanmu! sekarang kamu lebih baik pulang deh!"cetus Cathleen, melirik sini sebentar, lalu kembali mengedarkan pandanganya ke segala arah.


"Apa kamu mencari Sky? kalau iya, yang kamu cari sekarang ada di depanmu." Cathleen tersentak, kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut Carlos barusan.


"Apa maksud anda? aku memang lagi mencari Sky, tapi dapat aku pastikan kalau Sky itu bukan kamu!" Cathleen masih bersikap ketus dan dingin.


"Darimana kamu dapat memastikan kalau aku bukan Sky, sedangkan kamu belum pernah bertemu dengan dia sebelumnya?" Cathleen kembali tidak bergeming,mendengar pertanyaan Carlos yang tepat sasaran.


"Apa benar dia Sky? ah gak mungkin dia Sky. dia pasti lagi ngerjain aku sekarang." Cathleen berbisik pada dirinya sendiri.


"S-siapa bilang aku belum pernah bertemu dengannya? hampir tiap hari aku bertemu dengannya." Cathleen tidak berani untuk menatap Carlos, agar kebohongannya tidak diketahui oleh Carlos.


"Oh ya? kalau kamu memang sering bertemu dengannya, boleh kah kamu menjelaskan, bagaimana ciri fisik Sky?"Carlos melihat Cathleen yang seperti kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri, dan dapat dipastikan, itu terjadi karena dia susah untuk menjawab pertanyaan Carlos.


" Tentu saja dia sangat tampan, romantis dan yang terutama, dia baik!"


"Aku bertanya ciri fisik saja, bukan ikut karakter! tapi apapun itu, terima kasih buat pujiannya." ucapan Carlos semakin terasa ambigu buat Cathleen. Dia mulai khawatir kalau-kalau, benar ucapan Carlos yang mengatakan kalau dia sendirilah Sky.


"Kenapa kamu diam? apa kamu belum percaya kalau aku lah Sky yang kamu maksud?" tanya Carlos, menatap manik mata Cathleen dalam-dalam.


"Aku adalah Sky, Sunny!" Carlos mencondongkan tubuhnya berbisik tepat di telinga Cathleen. Sehingga kedua netra Cathleen membulat dan tubuhnya meremang.


Cathleen seketika tersadar dan sontak masuk kembali kedalam dan nyaris menutup pintu. Akan tetapi, tangan Carlos dengan sigap menahan daun pintu, sehingga Cathleen gagal untuk menutup pintu.


"Kenapa? apa kamu kecewa, mengetahui kenyataan kalau Sky adalah aku? kenapa kamu segitunya tidak menyukaiku?"manik mata berwarna perak milik Carlos menatap Cathleen dengan tatapan mematikan.


Cathleen tidak bergeming, dia bingung mau menjawab pertanyaan Carlos, karena kalau boleh jujur, dia tidak sepenuhnya membenci pria yang berdiri di hadapannya ini. Dia hanya merasa sedikit kesal karena kejadian yang sempat membuat dirinya sedikit trauma.


"Kenapa kamu diam saja Cath? apa segitu sulitnya untuk menjawab pertanyaanku? aku hanya akan berusaha menjauhi sikap yang tidak kamu suka."


Cathleen tetap tidak bersuara, dia tetap bingung mau menjawab apa.


"Hmm, sepertinya kamu benar-benar tidak menyukaiku, walaupun aku tidak tahu apa yang kamu benci dari ku. Maaf sudah mengganggu waktu istirahatmu.Sekarang kamu masuk saja, di luar sangat dingin. Aku pamit dulu ya!" Carlos nyaris saja melangkahkan kakinya, tapi dia mengurungkannya, ketika dia mendengar ucapan Cathleen.


"Aku tidak membencimu sama sekali Carl! aku hanya sedikit kesal padamu!" celetuk Cathleen, sebelum Carlos benar-benar menghilang dari hadapannya.


Carlos memutar badannya dan kembali menghampiri Cathleen. "Kenapa kamu kesal padaku? apa yang telah aku perbuat sehingga kamu kesal?" Carlos menyipitkan matanya.


"Kamu membuat aku sedikit trauma dengan kejadian itu.Ketika aku menyarankan agar di cari Psikiater untuk memulihkan trauma Jeslyn dan Dean, kamu malah bercanda dan menyuruh aku saja yang jadi psikiater mereka. Setelah itu kamu ngaku-ngaku pada mamahku kalau kamu itu kekasihku." tutur Cathleen berapi-api dan tanpa jeda.


"Apa masih ada lagi?" Carlos tetap terlihat santai.


"Sudah,itu saja!"


"Oh, kalau alasan yang pertama, aku benar-benar minta maaf! kalau untuk yang kedua dan yang ketiga aku bersungguh-sungguh mengatakannya, karena aku tahu, walaupun kamu bukan seorang psikiater,aku yakin kalau kamu mampu untuk melakukan seperti yang dilakukan oleh seorang psikiater. Dan untuk yang ketiga, aku sungguh-sungguh mau menjadikanmu kekasihku. Bukan, bukan kekasih, tapi jadi seorang istri." Sorot mata Carlos terlihat bersungguh-sungguh mengucapkan kata-katanya.


"I-istri? Apa kamu sedang bercanda?" Cathleen tertawa sumbang,merasa tidak percaya dengan ucapan Carlos.


"Aku jelas meragukanmu? bagaimana mungkin kamu bisa menyukaiku secepat itu?" tanya Cathleen penuh selidik.


Carlos menghela nafasnya, dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.Keheningan terjeda beberapa detik, sebelum akhirnya, Carlos membuka suara berterus terang dengan perasaannya.


"Aku jatuh cinta padamu, karena aku melihat,kamu seorang wanita yang penuh kasih sayang. Kamu hanya seorang guru, tapi kamu rela, ikut diculik bersama denga Jeslyn dan Dean. Cara kamu memeluk dan menenangkan Jeslyn membuat aku yakin kalau kamu adalah wanita yang aku cari selama ini. Satu lagi, hanya kamu wanita yang pernah aku jumpai bersikap biasa dan terkesan tidak tertarik padaku." Cathleen menatap intens pada manik mata Carlos untuk mencari kebohongan di sana. Tapi, sayangnya yang dia lihat adalah ketulusan yang terpancar nyata dalam manik mata itu.


"Bagaimana? apa kamu masib meragukanku?" tanpa sadar Cathleen menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban atas pertanyaan Carlos.


"Jadi, apa sekarang mau menerimaku sebagai kekasihmu?" Carlos sangat antusias menanti jawaban dari bibir Cathleen.


"Apakah hanya sebagai kekasih?" Cathleen mengakat kedua sudut matanya ke atas.


"tidak! tapi calon istri!"


"Baiklah,kalau begitu aku mau!" Cathleen menundukkan kepalanya, dengan pipi yang merona, malu untuk menatap Carlos.


"Yes, terima kasih Cathleen, terima kasih!" Carlos bersorak gembira dan sontak membenamkan Cathleen ke dalam pelukananya.


**********


Tubuh Alena menggeliat, lalu membuka matanya perlahan-lahan. Dia duduk bersila di atas ranjangnya, dan menggerakkan kepalanya untuk melihat ke arah jam weker yang ada di atas nakas.


Netra Alena seketika terbeliak kaget melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 8 pagi


"Daveeeen!" teriak Alena persis di telinga, Daven.Sehingga Daven melompat terbangun dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun yang menempel pada tubuhnya.Karena tadi malam,Alena kembali menyerang Daven.


"Ada apa Sayang? kok teriak-teriak?" Dave mengusap-usap telinganya yang terasa pengang,akibat teriakan Alena.


"Kamu lihat,itu sudah jam berapa? kenapa kamu tidak membangunkan aku." suara khas 7 oktaf Alena sudah mulai menghiasi pagi Daven sekarang.


"Kenapa dengan jam itu sayang? hari ini aku memang berencana berangkat ke kantor jam 10,jadi kamu gak usah panik begitu! Daven menenangkan Alena.Padahal yang dikesalkan Alena bukan masalah itu. Tapi, rencana cek kehamilannya yang benar-bernar tertentuda.


Dengan menghentak-hentakkan kakinya , Alena masuk ke dalam kamar mandi, untuk nembersihkan tubuhnya dan menggosok gigi.


"Coba sekarang aja, gak papa kan? ini kan masih pagi. Lagian ini kan masih pipis pertama di hari ini? pasti nanti langsung terdeteksi dengan cepat."


Alena meraih alat test kehamilan, yang sudah dia amankan terlebih dan diletakkannya di tempat yang tidak terlihat.


Alena menampung urinenya pada sebuah tutup botol, lala mencelupkan alat tes kehamilan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada bungkus kemasannya.


Setelah beberapa detik, Alena mengangkat alat tes kehamilan itu dengan nafas yang seperti berhenti sebentar, serta dengan tangan yang menutup matanya. Dari celah-celah jarinya, Alena, mengintip hasilnya. Tangan Alena sontak turun dan kedua netra Alena sontak membesar dengan sempurna, melihat ada dua garis merah di alat itu, dan semua pasti tahu kalau sudah begitu, berarti Alena positif hamil.Senyum Alena seketika terbit melihat hasil test itu.


"Alena ... tolong buka pintunya! aku mau mandi juga. Apa kamu tidur lagi di dalam?" suara Daven terdengar dari luar sembari mengetuk- ngetuk pintu.


Tbc


Please untuk tetap mendukung karyaku ini ya gais! tekan like, vote dan koment.