Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Aku memiliki putri?


Andrew turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam hotel,meninggalkan Jenni yang sedikit kesulitan untuk berlari. Akan tetapi, dia tidak mempermasalahkan Andrew yang berlari duluan, karena tadi Andrew sudah izin untuk masuk lebih dulu ke dalam hotel.


Di dalam restoran hotel, tampak sudah tidak ada tamu, itu berarti Daven sudah memerintahkan, untuk mengosongkan tempat itu, untuk menjaga nama baik hotel.


Andrew menarik kerah kemeja Hansel dari belakang dan menyingkirkannya denga kuat.Dia lalu membantu Gerald untu berdiri dan mendudukkannya di kursi.


"Apa-apaan ini? kenapa anda memukul papahku Tuan?!" Andrew menatap Hansel dengan sorot mata penuh amarah.


Sementara Hanna yang melihat kehadiran Andrew, terpaku pada tempatnya berdiri, dengan air mata yang makin keras merembes keluar dari kedua matanya.


Sementara itu, Hansel tidak menjawab pertanyaan Andrew sama sekali, dia justru terpaku dan menatap Andrew dengan tatapan penuh rasa bersalah karena sudah meningalkannya dulu pada keluarga Gerald.


"Kenapa anda hanya diam saja, hah? apa salah papah saya sehingga anda memukulinya sampai babak belur begini?" Andrew yang merasa kesabarannya sudah habis, menghampiri Hansel dan nyaris melayangkan pukulannya ke wajah Hansel. Akan tetapi, Steve tiba-tiba menahan tangannya, dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kamu menahanku? dia telah memukul Papah, kamu tahu gak?!" bentak Andrew.


"Iya, aku tahu! tapi dia melakukannya karena ada alasannya!" alis Andrew bertaut tajam, mendengar ucapan Steve.


"Apa makudmu?" Andrew menatap Steve dengan mata yang menyipit.


Andrew mengalihkan tatapannya dari Steve, menoleh ke belakang, karena merasa ada orang yang menyentuh pundaknya dengan lembut.


Deg ...


Andrew menatap wanita yang baru saja menyentuh pundaknya, dengan kernyitan di keningnya. Dia melihat wajah wanita itu sudah penuh dengan air mata, dan terselip kerinduan yang besar pada manik mata berwarna perak milik wanita itu saat menatap padanya.


"Putraku! kamu putraku." wanita yang tak lain Hanna,memeluk Andrew dengan sangat erat, seakan takut kehilangan lagi.


Perasaan Andrew sangat berkecamuk sekarang, antara ingin membalas pelukan wanita yang mengaku mamahnya itu, dengan kebingungan yang masih ada di pikirannya.


"M-maaf nyonya, siapa anda? kenapa anda mengatakan kalau aku putra anda?" akhirnya Andrew memberanikan diri untuk bertanya.


"Karena dia wanita yang melahirkanmu, dan aku adalah pamanmu, yang menitipkanmu dan adikmu pada si brengsek itu!" celetuk Hansel menjawab kebingungan Andrew.


Andrew tercenung, dia seakan membeku, seakan tidak sanggup untuk menggerakkan tubuhnya, dan bahkan bibirnya terasa kelu, tidak sanggup untuk mengeluarkan suara.


Jauh di dalam lubuk hatinya, dia ingin membalas pelukan wanita yang mengaku mamahnya itu. Akan tetapi, rasa egonya seketika muncul. Dia sontak menepis pelukan wanita itu, menjauhkan tubuhnya dengan mundur ke belakang seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maaf, kamu bukan mamahku! wanita mana yang tega meninggalkan anak-anaknya yang masih bayi pada orang lain?"


"Aku, tidak pernah meninggalkanmu nak! mamah tidak tahu kalau____"


"Cukup! aku tidak mau mendengar alasan apapun dari anda! dan berhenti menyebut dirimu mamah!" Andrew menyela ucapan Hanna, sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya.


"Mamahmu tidak salah! paman yang salah, telah memisahkan kalian bertiga." Hansel mencoba menjelaskan pada Andrew.


Andrew terdiam, lalu mengalihkan tatapannya pada Hansel. "Apa maksud anda Tuan?" tatapan Andrew kini sangat tajam, dan gelap karena tertutup dengan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun, sehingga Hansel, sedikit bergidik ngeri melihat tatapan itu.


"Mamahmu mengira selama ini kalau___"


"Ada apa ini?" Harold dan yang lainnya tiba-tiba muncul, sehingga Hansel urung memberitahukan kebenarannya. Sekarang dia justru, menatap tajam sosok yang selama ini sangat dia benci, sosok yang dia anggap telah memberikan kesedihan pada adik perempuannya.Siapa lagi sosok itu kalau bukan Charles Abraham.


Deg ...


"Hanna!" Seru Charles, Harold dan Ellen hampir bersamaan.


Bukan hanya Andrew yang tercengang, Semua orang yang sudah mendengar siapa Hanna bagi Abraham, juga terkesiap dengan kedua netra yang membesar.


"Kalau wanita yang mengaku mamahku ini Hanna, wanita yang dicari oleh Tuan Charles, berartiii___ Tuan Chales itu, papahku? tidak mungkin!" Andrew membatin seraya mengeleng-gelengkan kepalanya.


Keheningan terjeda cukup lama di antara Hanna dan Charles yang kini saling menatap dengan tatapan penuh kerinduan. Charles melangkahkan kakinya untuk menghampiri Hanna dan ingin membawa wanita yang dicintainya itu ke dalam pelukannya.


"Ayo, Hanna kita tinggalkan tempat ini!" Hansel menarik tangan Hanna, hendak membawa dia pergi.


Hanna menepis tangan Hansel, dengan berderai air mata, Hanna mengeleng-gelengkan kepalannya, menatap Hansel dengan tatapan sendu. Lalu dia kembali mengahapiri Andrew yang masih bingung bagaimana untuk bersikap.


"Hans, izinkan aku membawa Andrew putraku, juga! aku tidak mau lagi kehilangannya!" mohon Hanna. Hingga membuat, Charles, Harold dan Ellen serta Daven terkesiap.


"P-putra? A-Andrew putramu? apa itu berarti kalau dia putra ku juga?" tanya Charles,menatap Andrew dengan sendu.


"Dia putra Hanna, bukan putramu! karena kamu telah menelantarkan Hanna saat dia mengandung." Cetus Hansel.


"Aku tidak pernah menelantarkan Hanna. Tapi, Hanna sendirilah yang pergi meninggalkanku disaat aku benar-benar sudah mencintainya!" tegas Charles, yang membuat kedua netra Hanna membulat mendengar pengakuan cinta dari Charles. Kata yang selama ini ingin dia dengar.


"Iya,Hanna, Aku mencintaimu! bukan, aku tidak hanya mencintaimu,aku sangat, sangat mencintaimu.Kepergianmu membuat aku terpuruk, lebih terpuruk ketika Ellen menikah dengan Harold.Kamu tidak tahu, aku hampir gila mencarimu dan bahkan melampiaskannya dengan menculik putra kedua Harold dan Ellen. Aku menyangka karena Ellenlah, yang membuatmu meninggalkanku." Charles, kini tidak malu lagi untuk menangis di depan semua orang. " Maafkan aku Hanna! lihat! sampai sekarangpun aku tidak berniat untuk mencari wanita lain, karena aku masih yakin kalau kita akan dipertemukan suatu saat! tangis Charles semakin menjadi-jadi.


"Andrew, maafkan Papah! seandainya papah, lebih cepat mengakui perasaan papah yang sebenarnya, mungkin kita bertiga tidak akan terpisah."Charles menjatuhkan dirinya berlutut di hadapan Hanna dan Andrew.


Mendengat pengakuan Charles, kebencian Hansel menguap entah kemana, berganti dengan rasa penyesalan.Karena sebenarnya dialah yang selama ini menyebabkan perpisahan Hanna dan Charles berlangsung sangat lama. Dia dengan apik menyembunyikan keberadaan Hanna di Spanyol.Dia membangun kebohongan demi kebohongan agar Hanna melupakan Charles.


Hansel mendekati Charles dan membantunya untuk berdiri.


"Maaf, sebenarnya ini semua terjadi karena aku. Aku mengira cinta adikku hanya sepihak dan kamu selalu membuatnya sedih, karena itulah aku membawa Hanna jauh. Dan asal kamu tahu, kamu tidak hanya memiliki satu orang putra, tapi kamu juga memiliki satu orang putri lagi, karena Hanna melahirkan sepasang bayi kembar pada saat itu." Jelas Hansel dengan nada suara penuh penyesalan.


"P-putri? aku juga memiliki seorang putri?"


Tbc


Harold muda



Harold sekarang



Ellen muda



Ellen sekarang



Charles muda



Charles sekarang



**Hanna muda



Hanna sekarang



**