Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Clara Kabur?


Sudah 4 hari James berada di Irlandia. Tapi James hanya sekali saja menghubungi Sheela. Itupun dihubungi hanya untuk mengangkat hatinya melambung tinggi, habis itu dihempaskan sampai ke dalam jurang yang paling terdalam.


'Aku memang suamimu,tapi jangan pernah berharap lebih padaku!' kata-kata James itu selalu melekat di pikiran Sheela,dan pasti akan selalu membuat hatinya sakit bila mengingatnya.


Sheela tersentak kaget,dan segera tersadar dari alam bawah sadarnya, ketika mendengar, ponselnya berbunyi. Dan seperti biasa, dia akan selalu semangat,dan berharap,kalau itu panggilan dari James.


Sheela, lagi-lagi menghela nafasnya, karena seperti biasa, yang menelepon bukanlah James, tapi mertuanya Hellena.


"Hallo, Mah!" sapa Sheela kurang, bersemangat.


"Hallo Sheela! Kamu lagi dimana?" sahut Hellena dari ujung telepon.


"Ini Sheela lagi di rumah, Mah! ada apa?"


"Emmm, Mamah cuma bosan aja. Kamu temanin Mamah shooping yuk!" ucap Hellena bersemangat.


"Tapi,Mah , Sheela ___"


"Gak ada penolakan! Mamah jemput ya? 2 hari lagi James kan mau kembali ke sini, jadi nanti kita akan belanja gaun-gaun yang cantik dan perawatan ke salon.Biar James semakin cinta sama kamu dan kalian akan cepat kasih mamah cucu." Sheela dapat memastikan kalau wajah Hellena pasti sangat berbinar-binar sekarang di ujung sana.


"James, mau pulang 2 hari lagi? dan aku sama sekali tidak tahu tentang itu, sedangkan Mamah Hellena tahu. Itu berarti Dia selalu menghubungi mamah." batin Sheela, merasa sedih.


"Sheela ... apa kamu masih di sana?" suara Hellena kembali terdengar.


"Eh, iya Mah!" sahut Sheela .


"Aku jemput kamu ya! kamu siap-siap saja!" Hellen kembali terdengar bersemangat.


"Iya, deh Mah!" Sheela akhirnya menyetujui kemauan mertuannya, karena dia tidak mau mengecewakan ibu mertuannya itu.


"Sheela jangan pernah berharap lebih. James tidak mencintaimu, untuk apa kamu berharap dia akan mengabari kamu, kalau dia akan kembali ke London. Sadar Sheela, kamu itu hanya istri di atas kertas." Sheela kembali membatin dengan cairan bening yang sudah tumpah dari wadahnya.


"Dan apa tadi? mamah menginginkan cucu secepatnya? bagaimana mau mempunyai cucu Mah, James bahkan tidak berselera padaku. Apa nanti kalau aku tidak bisa


memberikan cucu, pada Mamah, Mamah akan menyuruh James menikah lagi?" Sheela kembali berbicara pada hatinya sendiri, seperti menganggap kalau Hellena ada di depannya sekarang.


Sheela kembali mengehembuskan nafasnya,dengan kasar.Lalu diapun berdiri dan beranjak untuk bersiap-siap sebelum ibu mertuanya datang.


**********


Sudah hampir 3 hari, Andrew tidak pernah kembali pulang ke rumah,membuat Jenni hampir tiap malam menangis.


Setiap Jeslyn bertanya, Jenni selalu menjawab, kalau papahnya sedang berada di luar kota dan tidak bisa pulang ke rumah untuk sementara waktu.


Dari balik kaca, di atas sana, Andrew melihat wajah sedih Jenni yang sekarang terlihat kurusan. Kalau mengikuti kata hati, Andrew ingin berlari menemui wanita yang sangat dirindukannya itu, dan mendekapnya dengan erat.


"Maaf sayang, tinggal selangkah lagi, makanya semuanya akan selesai, dan kita akan kembali seperti dulu. Jadi bersabarlah!" gumam Andrew sembari menghela nafasnya.


*******


Clara kembali lagi, berteriak-teriak seperti biasa, saat penjaga membuka sumpalan di mulutnya,agar dia bisa makan.


"Lepaskan aku, Jenni brengsek! kenapa tidak kamu bunuh saja aku wanita murahannn!"teriak Clara sembari mengumpati Jenni.


"Diam! kamu makan sekarang, atau aku akan kembali mengambil makanan itu, dan tidak memberikan kamu makan lagi! masih untung Nona Jenni berbaik hati, masih memberikan kamu makan.Kalau tidak, kamu pasti sudah mati kelaparan dari kemarin." bentak penjaga, yang sedang menunggu Clara menghabiskan makanannya.


Clara berdecih dan meludah,menatap sang penjaga dengan sorot mata penuh kebencian.


"Dengar ya,kalau aku bisa keluar dari ruangan ini, aku akan melenyapkan Nona Jennimu dan Tuanmu, serta seluruh keluarganya." bukannya menyesal dengan perbuatannya, hati Clara semakin ditutupi dengan dengan dendam dan kebencian yang amat besar. Bahkan dia tidak menginginkan Andrew lagi. Yang dia inginkan sekarang adalah melenyapkan keluarga kecil Andrew.


"Jangan banyak bicara! sekarang kamu habiskan saja makananmu." penjaga itu kembali membentak Clara.


"Bagaimana aku bisa makan? ikatan tanganku belum anda lepaskan Tuan?" ucap Clara, yang kali ini tiba-tiba berubah lembut.


Si penjaga yang tanpa ada pikiran jelek, kembali menghapiri Clara, dan membuka ikatan di tangan Clara.Ketika ikatannya terlepas, dengan sekuat tenaga, Clara mendorong kuat penjaga itu, sampai terbentur ke tembok. Setelah itu, dia memukul punggung si penjaga, menggunakan sebuah kursi kayu.Setelah, si penjaga jatuh tidak berdaya, Clara keluar dari gudang itu dan kabur meninggalkan kediaman Andrew.


"Aku harus secepatnya mencari Brianna.Gara-gara rencana gilanya, aku jadi begini. Dia harus bertanggung jawab dengan semua yang terjadi padaku. Tapi, sebelum aku menghabisinya, aku akan berpura-pura baik terlebih dahulu,karena hanya dia lah yang bisa membantuku sekarang."gumam Clara, sembari berjalan dengan cepat tanpa alas kaki.


Clara mendaratkan tubuhnya duduk di sebuah kursi besi,untuk sejenak mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah, ditambah dengan rasa lapar dan dahaga.


Clara melirik ke arah tong sampah yang berada di samping kursi,dimana dia duduk. Matanya mengedar ke sekeliling, untuk melihat apakah ada orang yang melihatnya, mencari makanan sisa di tong sampah.


Clara melihat ada sepotong roti sisa di dalam tong sampah itu. Dia segera mengambilnya dan langsung memasukkannya kedalam mulutnya. Tanpa sengaja, kedua netranya melihat ada koran 2 hari yang lalu, yang terpampang jelas nama Brianna tertulis besar-besar di sana.


'Brianna Jhonson,putri dari Richard Jhonson,ditemukan tewas,karena over dosis di sebuah kamar apartemen. Diduga karena Depresi akibat perusahaan orangtuanya yang bangkrut.


"Sial! dia sudah mati rupanya.Sepertinya aku harus kembali dulu ke apartemenku, dan mencari pria hidung belang, yang sanggup membayarku mahal." gumam Clara yang kembali melangkah, menyusuri jalanan.


Bermodal penampilan yang berantakan, dan dengan kebohongan,kalau dia dirampok, Clara berhasil menarik perhatian seseorang yang mau mengantarkannya ke apartemennya.


Sesampainya di apartemen, Clara membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Dan bersiap-siap untuk memulai pertualanganya malam ini, untuk mencari para pria hidung belang. Untungnya uang simpanannya masih ada. Dan ponsel yang sudah lama tidak dia gunakan, terpaksa untuk sementara dia harus menggunakannya dulu.


Tbc


Jangan lupa, untuk selalu mendukung karya ini, dengan tap like, vote dan komen.Thank you