Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Ihh rasanya pasti sangat menyenangkan


"Semua hal itu perlu diungkapkan juga Ndrew. Karena itulah gunanya ada mulut. Karena bisa saja semua sikap manis yang kamu tunjukkan, hanya bentuk dari rasa tanggung jawabmu saja. Sekarang aku mau keluar dari rumah ini dan membawa Jeslyn bersamaku. Sekarang aku tidak mau jadi penghalang di antara cinta kalian berdua." Jenni mengayunkan langkahnya naik ke atas meninggalkan Andrew. Sedangkan Clara kini tersenyum kemenangan. Dia merasa Jalan untuk mendapatkan Andrew sudah menunjukkan hasil.


"Jenni, tunggu! kamu jangan tinggalkan aku! Aku benar-benar mencintaimu Jen!" teriak Andrew berusaha mengubah pikiran Jenni agar tidak meninggalkannya. Tapi sepertinya Jenni sudah tidak bisa merubah keputusannya.Dia tetap saja melangkah tanpa menoleh sedikitpun.


"Ini semua gara-gara kamu! dasar wanita murahan. Asal kamu tahu, aku tidak mencintaimu lagi, dan sekarang aku sangat mencintai istriku." ucap Andrew dengan mata yang berkilat-kilat dan rahang yang mengeras.


"Aku tidak pernah menjebakmu Andrew, aku juga tidak tahu bagaimana bisa kita ada bersama dalam satu ruangan. Justru sekarang akulah yang merasa kamu jebak, dan kamu berusaha untuk memutar balikkan fakta. Aku tahu, kalau kamu masih kecewa karena aku lebih memilih Steve dulu dari dirimu. Dan kamu berharap bisa tidur denganku, tanpa menceraikan Jenni dengan alasan putri kalian kan? apa kamu menganggap aku semurahan itu? yang mau saja kamu tidurin tanpa adanya ikatan? cih, aku tidak semurahan itu Ndrew." Clara berusaha untuk berkelit.


Andrew tersenyum sinis seraya mendengus ke arah Clara dengan sorot mata merendahkan.


"Kamu sadar dengan ucapanmu Clara.Jangan kamu kira aku tidak pernah tahu pekerjaanmu yang sekarang.Apa kamu melakukannya dengan ikatan?"


Clara terkesiap merasa kaget mendengar perkataan Andrew. "Sial! apa dia sudah tahu pekerjaan ku? bagaimana ini kalau dia benaran tahu?" Clara membatin dengat raut wajah yang sudah mulai panik.


"P-pekerjaan a-apa maksudmu?" tanya Clara ggugup.


"Apa perlu aku jelaskan lagi?, aku tahu, kalau kamu selama ini menjual tubuhmu pada orang-orang kaya, yang sanggup memberikan kamu bayaran tinggi. Dan kamu masih berharap kalau aku akan mau pada wanita bekas banyak laki-laki?" ucap Andrew sarkasme.


"Kamu jangan memfitnahku! aku tidak pernah melakukan hal seperti itu!" Clara masih berusaha untuk membantah.


"Hahahaha, aku tidak memfitnahmu Nona Clara. Itu adalah fakta. Kamu lupa siapa aku? aku punya banyak kolega yang bekerja sama dengan perusahaan Murpy. Mereka pernah menawarkanku wanita panggilan dan itu adalah kamu. Tapi maaf, aku bukan pria seperti itu, buat apa aku bermain dengan barang rongsokan dan kotor seperti kamu, kalau masih ada yang jauh lebih bagus dan berharga di rumah?" sarkas Andrew lagi.


Wajah Clara terlihat merah padam mendengar ucapan Andrew yang menyamakannya dengan barang rongsokan.Akan tetapi dia masih berusaha untuk menahan amarahnya.


"Dan asal kamu tahu Clara, Seandainya keinginan kamu berhasil, membuat Jenni meninggalkanku, aku juga tidak akan pernah sudi menjadikanmu penggantinya. Karena Jenni tidak akan tergantikan! Dan satu lagi, ketika aku menemukan bukti, kalau ini semua rencanamu,jangan pernah berharap kalau kamu bisa hidup tenang. Aku akan menghancurkanmu sehancur-hancurnya." tegas Andrew dengan sorot mata yang sangat tajam.


"Cih, tapi aku punya bukti photo-photo itu, Andrew. Aku bisa saja menyebarkan photo-photo itu, dan itu pasti membuat kamu kehilangan muka di depan kolega-kolega yang bekerja sama dengan Murphy group. Dan kamu pasti tahu hasilnya, Murphy grup juga akan kena imbasnya. Kamu tidak mau kan kalau kredibilitas perusahaan Murphy menurun karena scandal yang kamu buat?" Clara menyunggingkan senyum kemenangannya.


"Kalau itu sampai terjadi, aku lebih baik keluar dari Murphy group untuk tetap bisa menjaga nama baik perusahaan Murphy. Aku lebih memilih hidup miskin Nona Clara." ucap Andrew tegas seraya pergi meninggalkan Clara. Andrew memutuskan untuk pergi menyelidiki peristiwa yang menimpanya.Karena untuk sekarang Jenni tidak akan percaya padanya kalau tanpa bukti apapun.


"Sial, kayanya ancamanku benar-benar tidak mempan! Tapi aku yakin, kalau itu hanya ucapan yang keluar dari bibirnya saja. Dia pasti ketakutan kalau aku menyebarkan photo-photo ini." Clara membatin dengan sangat yakin.


Clara beranjak, hendak mengayunkan langkahnya,untuk meninggalkan rumah Andrew dan melaksanakan niatnya. Tapi,langkahnya seketika terhenti, ketika dia mendengar namanya dipanggil oleh Jenni.


"Anda mau pergi kemana Nona Clara?" Jenni menapakkan kakinya di anak tangga dan berjalan turun untuk mendekat ke arah Jenni.


"Aku mau kemana,itu bukan urusanmu.Lagian kenapa kamu belum pergi juga dari sini? bukannya kamu tadi kamu bilang,kalau kamu akan pergi dan membawa putri kalian berdua?" cetus Clara dengan nada sinis.


"Dan kamu pikir, kalau aku serius dengan ucapanku? maaf anda salah Nona Clara. Kalau aku serius, dari tadi aku sudah pergi. Aku tidak akan mungkin kalah dengan wanita licik seperti anda. Karena dari awal, aku sudah tahu kalau ini semua rencana licik anda. Aku tadi cuma berpura-pura marah saja, agar aku bisa mendengar ungkapan cintanya. Ternyata rasanya begitu bahagia, kalau kita benar-benar dicintai oleh orang yang kita cintai. Apa anda pernah merasakan benar-benar dicintai Nona Clara? Hmm, sepertinya tidak ya?__ kasihan!" terselip ejekan pada ucapan yang dilontarkan Jenni pada Clara.


"Brengsek! tutup mulutmu!" Clara mengayunkan tangannya hendak mendaratkan pukulannya ke pipi Jenni. Akan tetapi, dengan sigap Jenni menangkap tangan Clara dan menghempaskannya keras.


"Jangan coba-coba tangan kotormu ini menyentuh wajahku Clara! kalau kamu tidak mau, tangan kamu patah di tanganku. Kamu kira aku wanita lemah? kamu salah sasaran. Aku tahu kamu dan Nona Brianna telah merencanakan ini sehari sebelum peresmian hotel.Dan sekarang aku juga tahu, kalau kalian juga telah menjebak Alena. Tapi kalian salah, bukan kami yang kalian jebak, justru kalian berdualah yang terjebak dengan permainan kalian berdua.


Wajah Clara tiba-tiba berubah pucat, seperti tidak dialiri darah sama sekali. " D-dari mana kalian tahu kalau ini rencana kami berdua?" Clara kini sudah mulai terlihat gemetaran.


"Kamu tidak perlu tahu, kami tahu dari siapa.Yang jelas ada orang yang mendengar pembicaraan kalian berdua dan merekammya. Sekarang kamu tinggal mempersiapkan dirimu untuk menerima kehancuranmu.


"Ini tidak mungkin! Kamu pasti lagi bercanda kan?" Clara terlihat semakin ketakutan. Dia beringsut mundur dan sekita membalikkan badannya untuk melarikan diri. Akan tetapi, empat orang laki-laki sudah menghadangnya di pintu masuk.


"Kamu kira kamu akan bisa melarikan diri Nona Clara? Cih, aku tidak sebodoh yang kamu kira.Aku sudah mempersiapkan segalanya, sebelum kamu bertindak.


"Kalian bawa dia keruangan itu, ikat dia dan tutup mulutnya! Jangan ada satupun nanti yang memberitahukan suamiku keberadaannya. Biar aku sendiri nanti memberitahukannya, kalian Paham!" perintah Jenni dengan tegas.


"Paham Nona!" sahut ke empat laki-laki itu,sambil menyeret paksa Clara yang berteriak-teriak memaki Jenni.


"Biarkan aku bermain-main sedikit dengan suamiku itu.Aku ingin kembali melihat dia berlutut dan mengucapkan cinta sebanyak-banyaknya. Ihhh, rasanya pasti menyenangkan." Batin Jenni dengan wajah yang berbinar-binar dengan senyuman yang mengembang sempurna di bibirnya.


Tbc


Jangan lupa buat tap like, vote dan komen.Kalau mau ngasih hadiah, bunga, kopi dan lain-lain juga tidak apa-apa.🥰🤗