Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Aku akan membuatmu mencintaiku kembali.


Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, kini tepat 5 tahun sudah, Daven tidak tahu dimana keberadaan Alena. Kehidupannya sudah kembali normal seperti biasa. Hanya saja, hatinya yang belum sempurna. Sampai sekarang, Alena belum bisa tergantikan oleh wanita manapun di hati Daven.


Daven masih percaya, kalau suatu saat dia pasti akan bisa bertemu dengan Alena dan anaknya lagi. Hidup Daven kini hanya berpusat pada kantor dan rumah.Rumah yang dulu dihuninya bersama Alena, tidak pernah ditinggalinya lagi, karena bila dia ada di sana, dia akan selalu teringat akan semua penghinaan dan hal yang menyedihkan, yang dia torehkan terhadap Alena. Dia lebih memilih untuk kembali ke mansion tempat Daddy dan Mommynya tinggal.


Andrew dan Jenni pun kini sudah menikah, dan sudah memiliki 1 putri yang sangat cantik,berusia 3 tahun. Sampai sekarang, Andrew dan Jenni belum mengadakan resepsi pernikahan mereka, sampai Alena ditemukan. Untungnya Jenni tidak banyak menuntut dan tidak terlalu memusingkan hal itu.Satu-satunya hal yang dipusingkan-nya, sudah 4 tahun menikah, tapi Andrew sama sekali belum pernah mengucapkan kalau dia mencintai Jenni. Walaupun sebenarnya, Jenni cukup merasakan kalau Andrew sangat mencintainya. Itu bisa dilihat dari tindakan dan keposesifannya terhadap Jenni selama ini.


*******


"Tuan, Perusahaan kita di London sedang mengalami guncangan. Sepertinya ada yang sedang bermain-main,dengan menggelapkan uang perusahaan,sehingga membuat perusahaan di sana, mendapat kerugian yang cukup besar "


ucap Andrew, melaporkan kondisi perusahaan mereka di London, yang belakangan ini sedikit terabaikan karena masalah kepergian Alena.


"Hmmm, apakah aku harus turun tangan ke sana Drew?" tanya Daven tanpa melepaskan tatapannya pada berkas-berkas yang ada di hadapannya.


"Sepertinya harus ,Tuan! Tapi kalau boleh, kita jangan memberitahukan mereka terlebih dahulu, perihal kedatangan kita.Supaya mereka tidak ada persiapan sama sekali,dan kita bisa lebih mudah mengetahui siapa dalang yang membuat perusahaan merugi ".


Daven manggut-manggut, mendengar ide Andrew. "Baiklah! Siapkan keberangkatan kita besok! Tolong kamu suruh Hansel untuk menangani perusahaan disini sampai kita kembali ke sini!


"


"Baik, Tuan! Kalau begitu saya pamit dulu!" Andrew memutar tubuhnya dan beranjak meninggalkan Daven yang masih terlihat serius dengan berkas-berkas yang ada di depannya.


********


Alena tampak mengejar-ngejar bocah laki-laki yang sangat tampan, berusia 4 tahun. Alena tampak kesulitan untuk menyuapi bocah itu makan. Ya... Alena 4 tahun yang lalu akhirnya melahirkan bayi laki-laki, yang diberi nama Dean Edzhar. Dean artinya sang pemimpin, sedangkan Edzhar artinya yang bercahaya.


"Dean, please,stop berlari! Mommy capek sayang buat ngejar-ngejar kamu!" Alena pura-pura terjatuh sambil memijat-mijat kakinya.


Dean yang melihat Alena terjatuh, sontak datang berlari dengan wajah yang panik,mendekat kearah Alena. " Mommy tidak apa-apa? mana yang sakit , Mom?" tanya bocah bernama Dean itu dengan mata yang berkaca-kaca hampir menangis melihat Mommy-nya yang meringis kesakitan.


"Kaki Mommy sangat sakit, sayang! Mommy sudah tidak kuat lagi untuk berlari" Alena masih saja meringis pura-pura kesakitan.


Dean sontak memijat kaki Alena Mommynya dengan perasaan bersalah. " Maafin Dean, Mom! Dean udah buat kaki Mommy sakit.Apa sekarang sakitnya udah berkurang Mom? " tanya Dean, tanpa menghentikan pijatannya. Pijatan yang dia anggap sudah sangat kuat, tapi merupakan seperti elusan bagi Alena.


"Kaki Mommy udah mulai baikan sayang! Tapi akan lebih cepat sembuh, kalau Dean menghabiskan makanan Dean ini!" ujar Alena seraya menyodorkan piring berisi makanan ke hadapan Dean putranya.


"Sini, piringnya Mom! mulai sekarang Dean makan sendiri aja. Dean kan sudah besar sekarang" Dean mengambil alih piring berisi makanan itu, dan beranjak menuju meja makan untuk menghabiskan makannya sendiri.


"Nah, begitu dong! putra Mommy sekarang sudah pintar" seulas senyuman terbit di bibir Alena, melihat putranya kini makan sangat lahap.


"Iya dong,Mom! aku mau cepat dewasa, biar bisa menjaga dan melindungi Mommy nanti. "


Alena menatap haru putranya, saat mendengar ucapan Dean yang benar-benar menyentuh hatinya.


" Ya udah, setelah selesai makan, Dean langsung masuk kamar dan tidur siang! " Alena meninggalkan kecupan di puncak kepala putranya itu.


Di saat Dean masuk ke kamarnya, disaat itu pula James datang seperti biasanya. Waktu sudah berlalu selama 5 tahun, tapi dia belum bisa membuat hati Alena tertuju padanya. Sudah berulang kali James, melamar Alena. Tapi sebanyak itu juga Alena menolaknya.


"Alena,tadi aku ke tokomu. Tapi kata karyawanmu, kamu sama sekali tidak datang ke toko hari ini.Kamu tidak apa-apa kan?" raut wajah James terlihat khawatir sambil mengucapkan kata-katanya.


"Syukurlah kalau begitu!" James membalas senyuman Alena,seraya mengelus rambut Alena. Di saat di hendak mengecup puncak kepala Alena, dengan sigap Alena menghindar,pura-pura hendak mengambil air minum.


"Alena, bisa kita bicara sebentar? sebelum si pengganggu kecil itu datang? " James menatap Alena dengan raut wajah yang penuh harap.


Alena mendelik tajam ke arah James. Dia benar-benar tidak suka ,kalau James menyebut anaknya si pengganggu kecil.


"Ka, anak yang kamu bilang sipengganggu kecil itu anakku dan dia punya nama! Kalau kamu lupa! " Alena berucap dengan lembut. Tapi, terselip rasa kesal di dalam ucapannya.


"Iya,iya, aku tahu dia anakmu! ucap James dengan ekspresi wajah yang malas.


"Jadi, kalau Kaka sudah tahu, please panggil namanya dengan benar!"


"Emmm, iya, lain kali aku akan panggil namanya dengan benar.Sekarang boleh tidak kita bicara?"


Alena, menghela nafasnya dengan cepat. Dia sepertinya sudah bisa menebak, apa yang akan dibicarakan oleh James.


"Alena, sepertinya tanpa aku bicarakan pun, kamu pasti sudah bisa menebak apa yang ingin aku katakan padamu. Kali ini aku berharap tidak mendapat penolakan lagi darimu!" raut wajah James tetap masih penuh harap.


"Ka, kamu tahu sendiri, kalau orangtua Kaka, sampai sekarang tidak menyukaiku. Aku tidak mau menikah, kalau ada yang merasa tidak bahagia dengan pernikahan kita. Lagian Ka, sampai sekarang aku belum bisa mencinta Kaka lagi! Karena....."


"Karena apa?, karena kamu masih mencintai si brengsek itu?. Kamu selalu mengatakan, kamu menolakku, karena orangtuaku tidak merestui kamu, sebagai menantu mereka.Itu hanya alasan kamu sajakan? alasan kamu yang sebenarnya monolakku, karena kamu masih mencintai Daven kan?! Jangan bilang,kalau kamu masih berharap,bisa bersama dia lagi! Ingat Alena, dia sudah mencampakkanmu, dan kamu bisa lihat, kalau dia tidak pernah mencarimu sama sekali! suara James terdengar meninggi dan manik matanya kini terlihat berkilat-kilat karena amarah sudah sampai ke ubun-ubun.


"Dan aku tahu Alena, penyebab kamu tidak bisa melupakan Daven, itu karena Dean. Kamu akan selalu teringat dengan Daven, kalau kamu melihat Dean,karena wajah mereka mirip. Iya, kan?!" James sama sekali tidak menurunkan intonasi suaranya.


"Buka begitu, Ka James. Aku....."


"Aku apa?! Kenapa Alena? Kenapa kamu bisa cepat melupakanku, dan jatuh cinta pada Daven? padahal kalian bersama hanya 4 bulan. 5 tahun aku bersama kamu, kenapa kamu tidak bisa mencintaiku kembali seperti dulu? hah?! Apa semua kebaikan yang kulakuan padamu masih kurang? apa lagi yang harus aku lakukan agar kamu bisa kembali mencintaiku?Jawab Alena!" bentak James dengan wajah yang sudah sangat memerah.


"Maaf, Ka James!" Alena menundukkan wajahnya seraya menggigit bibirnya.


James berdecih, dan menatap Alena denga sorot mata yang tajam. " Kali ini, aku gak memohon lagi Alena. karean aku sudah lelah memohon dengan cara yang lembut. Tapi,hari ini aku memaksamu untuk mau menikah denganku. Kalau tidak, kamu harus mengembalikan semua yang telah aku berikan padamu dan anak mu itu hari ini juga."


"Bagaimana aku bisa mengembalikan uang sebanyak itu, Ka? aku memang punya simpanan,tapi tidak sebanyak itu." cairan bening mulai menetes membasahi pipi Alena.


"Kalau begitu, kamu tidak punya pilihan lain lagi. Mau tidak mau,kamu harus mau menikah dengan ku! " James menyeringai sinis ke arah Alena yang sesunggukan.


"Baiklah! aku akan menikah dengan, Kaka! Tapi aku tidak janji, akan bisa memberikan hatiku padamu! ucap Alena pasrah.


"Aku tidak perduli! aku akan tetap berusaha membuatmu untuk mencintaiku kembali, walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama. "


Tbc


Please like,vote dan komen.Thank you


Maaf ya, up nya lama.Soalnya anaku lagi demam. Jadi dia rewela sekali. Ini saja aku sempat-sempatin buat nulis.😀🙏🙏