
Sementara itu, di belahan bumi lain, tampak seorang wanita yang dari tadi sibuk berjalan mondar-mandir, menanti kepulangan suami yang dia cintai, namun tidak mencintainya. Ada perasaan gelisah, dan tidak nyaman yang dia rasakan dari tadi semenjak bingkai photo James terjatuh, padahal tidak ada yang menyentuhnya sama sekali.
"Kenapa, James belum tiba? apa ada sesuatu yang terjadi padanya? lindungi suamiku ya Tuhan!" wanita bernama Sheela itu, mendoakan suaminya di dalam hati.
******
"Kamu masih berani bertanya dimana Hanna, Hah? asal kamu tahu, gara-gara merasa bersalah padamu, Hanna meninggalkanku, di saat aku mulai bisa menerima kehadirannya.Kenapa kamu selalu menjadi penghalang kebahagiaanku, hah?! kenapa?!" bentak Charles tepat di depan wajah Ellen, sehingga Ellen tersentak kaget.
"Dulu aku pernah berharap, akan menghabiskan sisa hidupku, untuk menua bersama denganmu Ellen. Tapi kamu musnahkan semua harapanku, dengan kamu menikah dengan sahabatku sendiri. Kamu membuat aku terpaksa menikah dengan Hanna, wanita yang sama sekali tidak aku cintai.Tapi kenapa, disaat aku sudah mulai mencintainya, gara-gara dirimu, dia meninggalkanku? Kenapa penderitaan yang aku dapat, semua karena dirimu Ellen? apa aku tidak pantas untuk bahagia Hah?! aku menderita, sedangkan kamu berdua hidup bahagia.Kalian kira aku bisa menerima itu semua? aku tidak akan pernah membiarkan kalian bahagia di atas penderitaanku." Netra Charles terlihat berkilat-kilat antara ingin menangis, dan amarah yang bercampur menjadi satu.
"Charles, kamu salah paham. Hanna meninggalkanmu, bukan karena merasa bersalah padaku. Tapi, aku yakin, selama kamu bersamanya, kamu tidak pernah menunjukkan rasa cintamu padanya kan?" ucap Ellen dengan lembut, berusaha untuk merubah jalan pikiran Charles.
"Diam! tau apa kamu? dia sendiri yang mengatakan padaku dalam surat yang dia tinggalkan. Dia menulis semuanya disana." Charles kembali membentak Ellen.
"Hei,Jangan membentak Mommyku, bajingan!" teriak Daven, yang tidak terima kalau mommynya dibentak oleh Charles. Sedangkan Carlos, terlihat mengepalkan tangannya dengan sorot mata yang gelap karena tertutup oleh amarah. Pemuda yang bersama dengan Charles tadi, justru sibuk memperhatikan Andrew.
"Daven! kamu tolong diam dulu nak! biarkan mommy menyelesaikan kesalahpahaman ini." tegur Ellen.
"Charles, maaf bila selama ini, kamu merasa, karena aku yang membuatmu tidak hidup bahagia__,"
"A__"
"tunggu! jangan menyela apa yang hendak kubicarakan saat ini! tunggu aku selesai dengan ucapanku,baru kamu bisa bicara."Ellen menyambar cepat, sebelum Charles berbicara lagi.
"Kamu tahu, yang menderita disini bukan hanya dirimu, tapi juga aku dan Harold. Aku tidak pernah menduakanmu dengan berselingkuh dengan Harold. Kami juga terpaksa menikah tanpa cinta, demi melihat Hanna bahagia. Aku sangat mencintaimu dulu,demikian juga Hanna. Sedangkan Harold sangat mencintai Hanna. Hanna wanita yang sangat baik. Bukan! dia bukan hanya baik tapi dia sangat baik, bak malaikat. Dia membantu, perusahaan Papahku di London yang hampir bangkrut, dia membantuku saat aku dibuli. Karena itu aku berjanji dalam hatiku, akan memberikan apa saja yang membuat dia bahagia." Ellen berhenti sejenak untuk mengambil jeda,sekaligus menarik nafas dan menghembuskannya lagi.
"Kami tidak menyangka, kalau apa yang kami korbankan, ternyata justru membuatmu dan Hanna tidak bahagia. Maafkan kami,yang hanya bisa mementingkan kebahagiaan Hanna, tanpa memikirkan kamu bahagia atau tidak! Saat itu kami yakin, dengan kebaikan dan ketulusan Hanna, kamu pasti bisa mencintainya kembali dan melupakan Ellen." Kali ini Harold yang membuka suara.
"Apa selama kamu menikah dengan Hanna, kamu tidak pernah memberikan hatimu padanya? apa kebaikan dan ketulusannya tidak bisa bisa melunakkan hatimu, dan akhirnya balik mencintainya?" tanya Harold.
Charles tetap tidak bergeming, bahkan untuk hanya menjawab a saja dia tidak sanggup untuk membuka mulutnya. Sebenarnya, dia saat ini sudah sangat mencintai Hanna. Setelah Hanna pergi meninggalkannya, dia merasa separuh jiwanya hilang, bahkan rasa sakitnya lebih sakit dari waktu Ellen meninggalkannya dan menikah dengan Harold. Charles malah, menyalahkan Ellen penyebab dari perginya Hanna. Itu yang dia tangkap dari isi surat yang ditinggalkan Hanna untuknya.
"Kalau kamu tidak memberitahukannya kalau kita pernah menjalin hubungan, Hanna tidak akan merasa bersalah Ellen.Dia tidak akan pergi, karena rasa bersalahnya padamu." Charles akhirnya buka suara, karena sudah bisa menguasai keadaan.
"Aku tidak pernah memberitahukannya mengenai hubungan kita dulu Charl. Kami bahkan tidak pernah bertemu lagi, semenjak kamu bawa dia ke Kanada.Bagaimana kamu bisa menuduhku kalau aku lah yang memberitahukannya? coba kamu pikir dan ingat, apa yang menjadi penyebab dia tahu hubungan kita dulu? apa kamu pernah mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya pada Hanna?" cecar Ellen.
"Oh, sial! photo itu, dia melihat photo kebersamaanku dengan Ellen, dan tulisan dibelakang photo itu ...," Charles tersungkur kebelakang sampai tubuhnya membentur tembok.
"Lepaskan ikatan mereka!" perinta Carlos tiba-tiba.
Carlos lalu mengayunkan langkahnya,menghampiri Charles papahnya. Tanpa disangka-sangka, Carlos mengayunkan tangannya, memberikan pukulan telak di wajah Charles. Sehingga membuat semua orang terkesiap dengan netra yang membesar dan mulut yang sedikit terbuka. Khususnya Charles yang tidak pernah menyangka akan menadapat pukulan dari Carlos.
"Cih, selama ini, yang membuatku tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu adalah dirimu Tuan Charles." bentak Carlos dengan mata yang berkilat-kilat.
Please untuk tetap mendukung karya ini. Dukungan anda merupakan mood booster buat author receh seperti saya. Thank you
sudah hari senin, kalau berkenan please voucher Votenya di bagi dong ke karya ini. Thank you