Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Kamu Aland kan?


"Cih, selama ini, yang membuatku tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu adalah dirimu Tuan Charles." bentak Carlos dengan mata yang berkilat-kilat.


"Hei, tak sepantasnya kamu, melakukan itu pada Papahmu?" tegur Ellen.


"Dia bukan papahku. Dia adalah orang yang telah memisahkanku dari orangtua kandungku. Aku adalah putra dari Harold Murpy dan Ellen Barbara Dawson." tegas Carlos, yang membuat semua yang ada di tempat itu terpengarah.


"B-bagaimana mungkin kamu mengatakan hal seperti itu Carlos? dengan kedua tangan ini, aku membesarkanmu sendiri tanpa adanya mamahmu, tapi kamu tega mengatakan kalau aku bukan papahmu?" ucap Charles dengan raut muka antata sedih dan panik.


"Kenapa anda masih berusaha untuk bohong, Pah? Kenapa kamu tidak mau mengakuinya." Carlos mulai menangis tapi tetap menatap Charles dengan sorot mata yang menuntut kejujuran.


Charles diam, tidak bisa berkata apa-apa.Raut wajahnya terlihat sangat bingung. Bukan Hanya dia yang bingung, Harold, Ellen dan Daven juga terlihat bingung.Memang Ellen tidak bisa memungkiri, sejak pertama kali melihat wajah Carlos tadi, ada perasaan lain yang menyelinap kedalam hatinya.


"Kenapa papah diam? aku sudah tahu semuanya Pah!"


"B-bagaimana kamu bisa tahu Carlos?" tanya Charles, seakan membenarkan ucapan Carlos.


"T-tunggu! j-jadi dia benar-benar putraku? b-bagaimana bisa?" tanya Ellen terbata-bata.


"Papah lupa,kalau aku tidak pernah memutuskan line telepon sebelum papah yang memutuskan terlebih dulu. Aku mendengar semua apa yang Papah bicarakan dengan paman Gerald tadi Pah! makanya aku mengatur ulang semua rencanaku.


Flashback on.


"Baik,Pah! aku tunggu kehadiranmu di sini. Biar kita sama-sama menyaksikan kehancuran mereka!" Carlos tersenyum sinis sambil meletakkan ponselnya di atas meja tanpa memutuskan panggilan. Karena itu sudah merupakan kebiasaannya.


Carlos hampir saja beranjak pergi, tapi ucapan Charles papahnya, yang lupa menekan tombol merah di ponselnya,menyurutkan langkah Carlos.


"Hahahaha, akhirnya penantianku selama ini tidak sia-sia Gerald. Kebahagiaan Harold dan Ellen akan berakhir di tangan putranya sendiri. Tidak sia-sia, aku menculiknya waktu masih bayi, dan menggantinya dengan bayi yang sudah meninggal." Suara Charles terdengar bahagia di ujung telepon.


"Kamu memang hebat Charles! kamu membesarkan Carlos, memberikan dia kehidupan yang layak, tapi kamu juga menanamkan kebencian di hatinya pada keluarganya sendiri." Gerald,papahnya Steve membalas ucapannya Charles.


"Dulu aku bahagia melihat dia menagis histeris, saat pemakaman bayi yang bukan putranya itu. Tapi, kebahagiaanku tidak bertahan lama ketika aku sadar, kalau Harold dan Ellen masih bisa saling menguatkan, dan masih memiliki Daven putra pertama mereka. Karena itulah aku berniat membesarkan Carlos dengan tujuan untuk membalas penderitaanku,pada keluarganya sendiri.Aku berpikir kalau itu satu hal yang sangat menarik." tukas Charles.


Carlos mengepalkan kedua tangannya, dan sorot matanya kini penuh dengan amarah.


"Lihat saja, rencana gilamu itu tidak akan pernah terjadi Tuan Charles Abraham!" gumam Carlos dengan rahang yang mengeras. Lalu dia memutuskan panggilan, dan melangkah pergi menuju gedung tempat penyekapan.


Flashback off


"J-jadi, k-kamu benar-benar putraku?" Ellen menghampiri Carlos dan memeluknya dengan erat sembari menangis disusul oleh Harold.Sedangkan Daven masih terpaku di tempatnya, masih kurang percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


"J-jadi, bayi siapa yang kami makamkan dulu?"


"Itu bayi seseorang yang baru juga lahir bersamaan dengan lahirnya Carlos.Mereka tidak punya biaya untuk memakamkan bayi mereka, makanya ketika aku menawarkan untuk bekerja sama, mereka langsung mau.Dan aku juga mengancam dokter yang membantu persalinanmu dulu." tutur Charles menjelaskan.


Charles menjatuhkan tubuhnya berlutut di kaki Ellen dan Carlos serta Harold. " Maafkan aku, Ellen, Harold. Aku telah memisahkan putra kalian dengan kalian berdua.Aku sangat iri melihat kalian bisa bahagia sedangkan aku tidak. Maafkan papah juga Carlos! karena sudah memisahkanmu dengan keluargamu.Tapi asal kamu tahu, walaupun kamu bukan anak kandungku, tapi aku tulus menyayangimu.Karena tangan ini sendirilah yang merawat dan menjagamu mulai dari bayi.Aku kehilangan Hanna yang pergi membawa anak kami dalam kandungannya.Seandainya mereka masih ada, anakku pasti sudah sebesar kamu." Charles tidak dapat lagi menahan air matanya. Dia tidak malu lagi untuk menunjukkan bahwa rapuhnya dia sekarang, di hadapan semua orang yang ada di ruangan itu.


Harold menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan perlahan, untuk mengontrol emosinya. Dia menatap Charles dengan tatapan iba, bagaimanapun,tidak bisa dipungkiri kalau dirinya dan Ellen lah akar dari semua masalah yang terjadi, walaupun tujuan mereka baik. Ternyata apa yang kita pikirkan baik, belum tentu baik pada orang lain.


"Charles, berdirilah!" Harold merengkuh pundak Charles,dan membantunya untuk berdiri. Harold langsung memeluk Charles dengan erat. Dari sudut matanya, setitik cairan bening terlihat menetes dan membasahi pipinya.


"Charles, kami juga minta maaf padamu. Kita sama-sama salah dalam hal ini. Aku juga berterima kasih, karena walaupun kamu membenci kami, kamu tetap merawat dan membesarkan putra kami sampai sehebat ini." Harold berucap dengan tulus sembari menepuk-nepuk pundak Charles dengan lembut.


" Bagaimanapun kita pernah bersahabat, saling berbagi keluh kesah, suka dan duka. Selama ini kami selalu berusaha untuk menemuimu, tapi usaha kami selalu terhalang dengan banteng yang kamu bangun dalam hatimu. Sekarang, mari kita sama-sama mencari keberadaan Hanna dan anakmu. Aku yakin, mereka pasti baik-baik saja di suatu tempat." sambung Harold kembali.


"Carlos, apa kamu tidak mau memaafkan Papah?" Charles menatap Carlos dengan tatapan sendu.


Ellen mengelus-elus pundak Carlos dan menganggukkan kepala, ketika Carlos menatapnya. Sebagai pertanda agar Carlos memaafkan Charles.


Dengan tangan gemetar dan air mata yang merembes, Carlos memeluk Charles dengan sangat erat. Charles menyambut pelukan Carlos dengan tangisan juga.


Dilain pihak,Steve, mengayunkan langkahnya menghampiri Andrew, yang tatapannya tidak lepas dari Charles. Seperti ada magnet yang membuat Andrew tertarik untuk selalu menatap Charles.


"Aland? kamu Aland kan?" tanya Steve sembari memeluk Andrew dengan erat.


"D-darimana kamu tahu nama itu?!" seru Andrew, penasaran kenapa pria itu mengetahui namanya dulu. Nama yang sudah dia lupakan sejak lama.Nama yang dia tidak mau pakai semenjak dia dibuang dijalanan oleh orangtuanya.


Tbc


Jangan lupa untuk tetap mendukung karya ini ya gais. Thank you