Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Rencana licik dibalas dengan licik juga


James menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan sekali hentakan. "Baiklah! akan aku jelaskan."


Flashback on


"Terimakasih Tuan James atas kerjasamanya! kami akan melakukan yang terbaik , agar kerjasama kita berjalan dengan lancar." ucap pemilik dari perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, yang dipercaya oleh James untuk pembangunan sebuah resort baru milik keluarga William.


"Sama-sama, Tuan George!" sahut James sembari menyambut uluran tangan dari laki-laki bernama George itu.


"Kalau begitu kami pamit dulu Tuan James, Tuan Fred!"


"Hmm, kenapa terburu-buru Tuan George? apakah anda tidak sekalian makan siang bersama kami?" James, berbasa-basi.


"Tidak perlu Tuan, terima kasih! kebetulan aku ada urusan yang sangat mendesak 30 menit lagi," sahut George dengan senyuman di bibirnya.


"Oh, kalau begitu, silahkan Tuan George!" James berdiri, sebagai rasa hormat ketika George dan asistennya melangkahkan kakinya meninggalkan James dan Fredrick asistennya.


"Tuan, boleh aku pamit pergi dulu untuk menemani istriku ke dokter,untuk periksa kehamilan?" tanya Fredrick dengan sedikit was-was.


" Oh, Silahkan Fred! kamu pakai saja mobilnya, biar nanti aku telpon orang lain buat Jemput saya."


"Tidak perlu Tuan! aku bisa pakai taksi."Fred, menolak karena tidak enak hati.


"Tidak pa-pa, kamu bawa saja mobilnya! dan ini perintah!" tukas James tegas.


"Kalau begitu, terima kasih banyak Tuan!" ucap Fred sambil membungkkukan sedikit badannya, lalu beranjak meninggalkan James, setelah dia berpamitan kembali.


Selepas kepergian asistennya, James meraih ponselnya, dan terlihat seperti menimbang-nimbang sesuatu, antara mau menelepon Sheela atau tidak.


"Apa aku harus memberi kabar padanya, kalau au sudah tiba dj Irlandia, dari kemarin? tapi kalau aku menelepon, nanti dia akan salah paham. Dia akan mengira kalau aku sudah jatuh cinta padanya." Batin James bimbang.


James akhirnya meletakkan kembali ponselnya dan memilih untuk memanggil pelayan, untuk memesan makan siangnya.


Tidak jauh darinya, atau tepatnya di sebelah meja tempat dia sedang duduk, seorang gadis cantik, yang berpakaian seksi dan berdandan menor, sedang duduk dengan sedikit tidak tenang,. Dia berkali-kali menatap ke arah pintu masuk seperti sedang menunggu seseorang.


Tidak lama kemudian, bersamaan dengan datangnya pesanan James, seorang wanita yang penampilannya hampir sama dengan wanita yang duduk di sebelah mejanya, terlihat memasuki restoran dan menghampiri meja dimana wanita tadi duduk.


Mereka berdua terlihat, saling menyapa dan sedikit berbasa-basi. Tidak lama kemudian Mereka berdua memesan makanan yang sama. James hampir saja, meninggalkan mejanya, tapi, tidak jadi,ketika mereka berdua menyebut nama Wanita yang dia cintai, dan nama Daven suaminya. James kembali duduk dan memasang telinga baik-baik untuk mendengar rencana licik dua wanita itu. Tanpa sepengetahuan kedua wanita itu, James meraih ponsel dari sakunya dan mulai merekam semua pembicaraan keduanya.


"Jadi apa rencanamu sebenarnya Nona Brianna?" tanya seorang wanita,yang James ketahui bernama Clara,setelah wanita yang bernama Brianna itu sempat menyebutkan namanya tadi.


"Jadi, bagaimana dengan kamu? bagaimana caranya kamu menjebak Daven? apakah cara yang sama?" tanya Clara kemudian.


"Tidak! aku tidak akan menjebak Daven.Tapi, aku akan menjebak Alena istrinya. Aku akan bayar seseorang untuk menjebak Alena. Aku akan memfitnah Alena yang sudah berselingkuh dengan laki-laki lain dan bahkan sudah tidur bersama." sahut Brianna tersenyum sinis.


"Apa kamu yakin Daven akan percaya dengan ucapanmu?" tanya Clara merasa ragu.


"Kamu tenang saja, Daven sepertinya pencemburu. Dan laki-laki yang sudah terbakar api cemburu, biasanya tidak akan berpikir logika lagi.Dia pasti akan percaya dengan semua bukti yang ada di depan matanya. Aku juga akan berpura-pura menyesal pernah membohonginya.Pokoknya kamu tenang aja. Aku sangat pintar berakting.Yang penting sekarang kamu jalan kan skenario kamu, aku jalan kan skenarioku sendiri.


"Ok, aku setuju! tapi kapan kita akan menjalankan rencana ini" tanya Clara.


"Besok! kebetulan Daven dan Andrew akan mengadakan peresmian hotel mereka yang baru.Dan pasti semuanya akan hadir tak terkecuali Alena dan Jenni. Jadi, pada saat itu kita harus memerankan peran kita masing-masing dengan baik.


James mengepalkan kedua tangannya, dengan wajah yang sudah memerah.Sebenarnya dia bisa saja menggagalkan rencana dua wanita itu. Akan tetapi, bila gagal sekarang, suatu saat kedua wanita itu pasti akan mengulanginya dilain kesempatan. James menyeringai sinis ketika dia mendapatkan ide, yang pasti membuat kedua wanita itu akan mendapat murka dari Daven dan Andrew.


"huh, Kalian boleh tertawa sekarang, tapi aku akan pastikan kalau semua jebakan kalian berdua akan berbalik pada kalian berdua." James membatin seraya menerbitkan seringaian sinis di bibirnya.


Selepas itu, James menyuruh anak buahnya untuk berpura-pura mau dibayar oleh Brianna. Lalu dia menemui Jenni saat Andrew sedang tidak ada di rumah. Dan memberitahukan semua rencana Clara dan Brianna serta rencananya untuk mengembalikan jebakan itu pada Kedua wanita itu.


"Aku harap kamu, juga memberitahukan rencana ini pada Alena, non Jenni! agar nanti semuanya berjalan dengan lancar." ucap James.


"Kenapa bukan anda saja yang memberitahukannya sendiri Tuan?" Jenni balik bertanya.


"Aku justru tidak mau dia mengetahui kalau aku yang sudah merencanakan ini.Karena aku tahu, kalau dia tidak akan pernah mau melihat aku lagi.Jadi tolong anda jangan beritahu dia kalau aku yang telah menolongnya."


"Baiklah, kalau begitu, Tuan James! terima kasih atas kebaikan anda." ujar Jenni.


"Kalau begitu saya pamit dulu Nona Jenni. semoga semuanya berjalan dengan lancar."James lalu beranjak pergi setelah Jenni mempersilahkannya.


Setelah kepergian James, Jenni pun langsung menghubungi Alena dan membeberkan semua rencana busuk Brianna dan Clara. Setelah itu, dia juga membeberkan rencana menjebak kedua wanita licik itu, dengan cara membuat rencana kedua wanita itu, seolah-olah berjalan mulus sesuai dengan yang mereka rencanakan.Lalu mereka akan menjatuhkan keduanya di hadapan suami masing-masing. Walaupun pada kenyataannya Jenni mengambil kesempatan agar Andrew mengungkapkan perasaan cintanya pada kejadian ini.


Flashback off


Tbc


Jangan lupa buat like, rate, hadiah,vote dan komen. Thank you