
Hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Carlos pun tiba.Hari ini dimana dia akan melangsungkan pernikahannya dengan sang wanita pujaan. Semuanya sudah dia rancang dengan begitu apiknya. Dimana dia rancang sesuai dengan pernikahan impian Cathleen selama ini.
Sementara itu, Cathleen yang sudah selesai dirias tampak gugup di dalam sebuah kamar bersama dengan Alena.
"Cath, kamu gugup ya?" Cathleen menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan Alena.
"Kamu sudah sangat cantik, jadi kamu tidak perlu gugup lagi. Kamu coba lihat sini, aku mau mengambil photo kamu!" Cathleen melihat ke atas, ke arah kamera Alena, dengan seulas senyuman yang dia sematkan di bibirnya. Dari senyumannya yang tipis, terlihat kalau dia masih sangat gugup.
Sementara itu dilain kamar,tampak seorang pria yang tidak kalah gugupnya dengan sang calon istri. Untuk mengurangi rasa gugupnya, dia mencoba melihat pantulan dirinya di dalam cermin. Dia mengumam dengan penuh percaya diri, disertai dengan senyuman yang miring di bibirnya.
"Hmm, aku memang sangat tampan. Tidak salah banyak wanita yang menginginkanku! Kamu adalah yang tertampan bro!" gumam Carlos, berbicara pada pantulan dirinya sendiri di cermin.
Plak ...
Tiba-tiba Daven melayangkan pukulan, ke kepala Carlos adiknya .
"Kamu jangan terlalu percaya diri.Bagaimanapun aku tetaplah yang tertampan." Carlos menatap jengah pantulan Daven di dalam cermin, setelah mendengar ucapan Daven, yang tidak mau kalah dengannya.
"Apakah kamu sudah siap Carl? kalau sudah ayo kebawah! pemberkatan dan pengucapan janji nikah akan segera dimulai!" Tiba-tiba kepala Harold muncul dari luar.
"S-sudah Dad!" Carlos mengayunkan kakinya, dengan langkah tegap, berusaha untuk tidak memperlihatkan pada Harrold dan Daven, kalau sekarang dirinya sedang nervous.
Sekarang Carlos sudah berdiri di depan altar, dan siap untuk menanti kehadiran sang pengantin wanita. Debaran jantung Carlos semakin berdetak dengan cepat, ketika mendengar MC yang mengumumkan,kalau pengantin wanita sudah akan memasuki ruangan.
Suara benturan sepatu yang beradu dengan lantai yang datang dari arah luar, mengalihkan semua tatapan semua tamu ke arah datangnya suara. Suara tepuk tangan langsung pecah bergemuruh, begitu melihat kehadiran sang pengantin wanita yang didampingi oleh Charles sebagai wakil,mengantikan Papahnya Cathleen yang sudah lama tiada.
Cathleen melangkah dengan anggun dengan senyuman yang terus terukir indah di bibirnya. Yang masih tertutup dengan Veil. Cathleen lebih memilih jenis Blusher Veil.Pandangannya tidak lepas menatap ke depan,ke arah Carlos yang berdiri menatap Cathleen dengan penuh cinta.
Setelah Cathleen sudah berada dekat dengan Carlos, pria itu mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Cathleen yang juga sedang terulur padannya.
Setelah itu, mereka kini sama-sama menghadap ke arah pastur yang akan menikahkan mereka berdua. Setelah pastur menanyakan kesediaan kedua mempelai, kini saatnya mereka untuk mengikrarkan janji nikah, yang dimulai dari Carlos terlebih dulu.
"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya Carlos Damian Murpy dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu Cathleen Madaline Byrne menjadi isteri saya.Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang,suka dan duka, sehat dan sakit,dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya." Ucap Carlos dengan sangat tegas tanpa ada keraguan sama sekali, hingga membuat netra Cathleen berembun.
Setelah Carlos selesai mengucapkan janji nikahnya, sekarang giliran Cathleen mengucapkan kata-kata yang sama, dengan tegas tanpa adanya keraguan juga. Setelah itu kini keduanya saling bertukar cincin.
Setelah selesai dengan semuanya, sang pastur mengucapkan kalimat yang menyatakan kalau mereka berdua sudah sah menjadi suami istri sekarang.
Setelah mereka dinyatakan sah,kini saatnya Carlos membuka penutup wajah Cathleen.
Carlos mencium kening dan mengecup singkat bibir Cathleen, karena dia takut kebablasan,kalau sampai kelamaan menyatukan bibir mereka.
Suara gemuruh tepuk tangan dari para tamu, terdengar memenuhi seluruh ruangan, seiring dengan sahnya kedua mempelai itu,menjadi suami istri.
...----------------...
Acara resepsi dilangsungkan setelah, acara pemberkatan selesai. Kini mereka sudah berada di hotel milik Murpy group.
Semua tamu sudah banyak yang hadir dan sudah duduk di tempat masing-masing. Mereka semua tinggal menunggu masuknya sepasang manusia yang baru saja sah menjadi suami istri itu.
"Hadirin semua mari kita sambut, kedua mempelai dengan tepuk tangan yang meriah!" Suara MC mengelegar dan disambut dengan suara gemuruh tepuk tangan dari semua yang hadir.
"A-apa ini sebuah mimpi?" gumam Cathleen, ketika melihat dekorasi resepsi pernikahannya,yang disulap sesuai dengan impiannya selama ini.
Dekorasi, bernuansa putih bertabur dengan bunga mawar putih dan baby breath yang memiliki karakteristik chic dan simple, dimana-mana, ditambah dengan pernak-pernik yang berkilauan, yang menjadikan ruangan itu sangat mewah dan elegan.
"Ini nyata sayang, kamu tidak mimpi. Sekarang kamu gandeng tangan saya, dan kita bersama-sama melangkah ke singgasana kita yang ada di depan sana."
Musik dan lagu I wanna grow old with you, yang dinyanyikan oleh penyanyinya langsung,yaitu Westlife, mengiringi langkah keduanya menuju singgsana yang di depannya ada sepasang patung angsa yang melambangkan cinta, kesetiaan, dan antusiasme.
"Dari mana kamu tahu, pernikahan impianku Carl?" bisik Cathleen saat mereka sudah tiba di tempat yang mereka sebut singgasana.
"Bukannya aku sudah mengatakan,kalau aku sudah mencari tahu semua tentang kamu? satu-satunya yang aku tidak tahu, bagaimana bentuk di balik gaun yang melekat pada tubuhmu ini, tapi kalau aku bisa tebak,pasti bentuknya sangat seksi." Carlos balik berbisik dengan nada yang menggoda.
"Auw, sakit sayang!" Carlos memekik pelan ketika tangan Cathleen memberikan cubitan di pinggangnya.
"Makanya jangan mesum! sekali lagi kamu berbicara mesum,bukan hanya cubitan yang kamu dapat,tapi tendangan dari kakiku.Kamu bisa lihatkan bagaimana runcingnya heels sepatuku? coba kamu bayangkan kalau heels sepatu itu,mendarat di tubuhmu?" bibir Cathleen menyunggingkan senyum,tapi sorot matanya,memancarkan ancaman.
Carlos terlihat susah payah,menelan salivanya,karena tenggorokannya tiba-tiba seperti tercekat,membayangkan bila ucapan Cathleen benar-benar terjadi.
Pembicaraan mereka terhenti, ketika banyak tamu yang menghampiri untuk memberikan selamat, doa dan harapan buat mereka berdua. Senyum mereka berdua, terlihat selalu tersungging, untuk menerima setiap ucapan selamat dari para tamu.
"Carl, terimakasih ya, sudah mempersiapkan ini semua buatku!" Cathleen menatap Carlos, dengan manik mata yang memancarkan ketulusan saat mengucapkan kata terima kasihnya.
"Ini semua tidak gratis, kamu harus membayarnya!" Carlos tersenyum licik.
"B-bayar? M-maksudmu apa? aku tidak mungkin punya uang banyak untuk membayar semua ini.Seandainya aku tahu kalau, aku harus membayar kembali, untuk semua ini, aku lebih memilih untuk tidak menikah denganmu. Dan lagi, aku tidak pernah meminta semua ini padamu." cetus Cathleen wajah kesal, bercampur pucat, membayangkan darimana dia akan mencari uang yang banyak untuk membayar Carlos.
"Siapa bilang kamu membayarnya dengan uang? kamu cukup membayarnya dengan, mengganti panggilan kamu,dengan sayang. Kamu bisa memanggil namaku saat kamu mendesah di ranjang kita nanti." bisik Carlos dengan suara yang sensual,sehingga tubuh Cathleen meremang seketika.
...I wanna grow old with you...
Another day without your smile
Another day just passes by
And now I know
How much it means
For you to stay right here with me
The time we spent apart
Will make our love grow stronger
But it hurts so bad
I can't take it any longer
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
A thousand miles between us now
It causes me to wonder how
Our love tonight (our love tonight)
Remains so strong (remains so strong)
It makes our risk (it make our risk
Right all along
The time we spent apart
Will make our love grow stronger
But it hurt so bad I can't take it any longer
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
Things can come and go
I know but
Baby I believe
Something's burning strong between us
Makes it clear to me
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you