Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Kemarahan Daven


"Kok Mommy ada di dalam ponsel Nenek? Apa Nenek kenal sama Mommy? ucap Dean tiba-tiba, ketika dia melihat wallpaper photo Alena dan Ellen yang diambil ketika mereka berdua belanja di mall hari itu .


Ellen dan semua yang berada di ruangan itu tersentak kaget, khususnya Daven ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Dean.


"Apa maksud mu sayang? Siapa Mommy kamu? " tanya Ellen antusias.


"Ini Nek, yang bersama Nenek ini Mommy Dean" sahut Dean dengan wajah yang berbinar-binar.


"Siapa nama Mommy mu?" kali ini Daven yang bertanya.


"Mommy Alena Paman!" sahut Dean sangat jelas.


Bumi serasa berhenti berputar bagi Daven. Dia membeku, tidak bergeming sambil menatap Dean yang kini juga sedang menatapnya dengan tatapan heran.


"Paman....Paman kenapa?" Dean menarik-narik kemeja Daven.


"Kamu benar anak Mommy Alena? tanya Harold memastikan.


"Iya, Kakek! Mommy punya toko kue, dan Muffin buatan Mommy sangattttt enak.Nanti, kalau aku sudah ketemu sama Mommy, aku akan minta Mommy untuk buatin Muffin buat kalian semua.Pasti nanti kalian semua akan suka." ucap Dean dengan wajah polosnya.


Daven, segera tersadar, dan tanpa menunggu lama dia langsung berlutut dan membawa Dean kepelukannya, dengan air mata yang sudah merembes membasahi pipinya.


"Paman....Paman kenapa menangis?" tanya Dean bingung.


"Aku bukan Pamanmu sayang, aku Daddymu... ya aku Daddymu! " ucap Daven seraya menangkup pipi Dean, lalu kembali memeluk Dean dengan erat.


Harold dan Ellen menitikkan air mata melihat pertemuan antara anak dan ayah itu. Sedangkan Andrew masih berusaha untuk menahan air matanya untuk tidak jatuh.


Dean berusaha melerai pelukan Daven, karena dia merasa kesulitan untuk bernafas disebabkan pelukan Daven yang terlalu erat.


"Paman Daddy ku? apa itu benar Paman? "


"Iya, sayang! Kamu lihat ini! ini photo Mommy dan Daddy saat menikah! " Daven menunjukkan photo pernikahannya dengan Alena, yang dia jadikan sebagai wallpaper di ponselnya.


"Jadi, kamu beneran Daddy ku? aku masih punya Daddy?" manik mata berwarna perak milik Dean kini terlihat berbinar-binar.


"Iya, Son!, kamu putraku.Tidak kah kamu lihat, kalau kita sangat mirip seperti yang Mommy katakan?"


"Iya, kita mirip, tapi masih lebih tampan Dean" ucap Dean, menggemaskan. Senyum Daven kini terbit mendengar ucapan putranya.


"Jadi aku boleh panggil Paman, Daddy? " Dean memiringkan wajahnya seraya menatap Daven.


"Iya, kamu memang harus panggil Daddy! Karena kamu itu putra ku "


Tapi, kemana Daddy selama ini? Kenapa tidak tinggal sama Mommy dan Dean?"


"Daddy sudah mencari Mommy dan Dean selama ini! Mommy kamu sangat pintar bersembunyi,jadinya Daddy susah untuk menemukan kalian berdua."


"Apa Daddy sama Mommy lagi main hide and seek(petak umpet)?" tanya Dean sambil mengerjap-erjap kan matanya.


"Hmm, ya seperti itu!" sahut Daven sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Daddy, kalau begitu, Daddy harus tolongin Mommy! Mommy mau menikah 3hari lagi Dad!" rengek Dean, kembali menangis.


Daven berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya.Wajahnya kini sudah sangat memerah, karena Amarah kini sudah menguasai hatinya. " Andrew, Kamu cari tahu dimana Alamat Alena dan si James keparat itu sekarang! Dan perintahkan anak buah kita untuk menyelidiki bagaimana situasi dan kondisi sekarang di sana! Kali ini kita tidak boleh kecolongan dan bertindak gegabah lagi.James ternyata lebih licik dari yang kita kira!. Dia bahkan hampir membuat putra ku mati. Kali ini aku tidak akan membiarkan James lepas lagi." ucap Daven panjang lebar dan berapi-api.Kedua manik mata Daven tampak berkilat-kilat karena amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun.


"Baik Tuan! " ucap andrew. Lalu dia mengalihkan tatapannya ke arah Dean." Dean, kamu tidak tahu alamat rumah, tapi Dean tahu tidak, apa nama toko kue Mommy-mu? kita harus memastikan keberadaan Mommy kamu dulu"


" Toko Mommy namanya Alena bakery Paman!"sahut Dean.


"Papah mau kemana?" Jeslyn tiba-tiba muncul dari dalam Kamar bersama Jenni.


"Papah ada kerjaan penting, Jeslyn main sama Mamah dulu ya! sahut Andrew sambil meninggalkan kecupan di puncak kepala putrinya itu. Dia juga tidak lupa untuk mengecup pipi istrinya. Kalau tidak, dia pasti akan kerepotan untuk menjawab pertanyaan putrinya yang pasti akan bertanya, kok cuma Jeslyn yang dicium? Mamah kok gak dicium?. Sungguh menyebalkan memang tapi juga sekaligus menggemaskan.


15 menit setelah kepergian Andrew, tampak Daven datang menyusul masuk ke ruangan dimana Andrew berada.


"Gimana Ndrew? " tanya Daven langsung tanpa basa-basi.


"Aku udah tahu alamat James Tuan! dan aku sudah menyuruh anak buah kita mengawasi ke sana. Dan aku juga sudah menemukan alamat Alena bakery yang ternyata tidak begitu jauh dari kediaman William.Saya yakin itu adalah punya Alena. Kita tinggal menunggu kabar dari orang suruhan kita.Aku juga sudah mengirimkan mereka photo Alena! tegas Andrew dan Daven terlihat manggut-manggut.


Andrew meraih ponselnya yang berbunyi dari atas meja dan langsung menjawabnya. Andrew terihat serius mendengarkan orang yang berbicara di ujung telepon. Dan Daven menatap Andrew, dengan tatapan tidam sabar.


"Jadi, Alena tidak ada di toko? apa kalian menanyakan dimana alamat Alena?" tanya Andrew.


"........"


"Apa , Jadi rumah Alena juga terkunci, dan tidak ada orang di rumah itu? "


"......"


"Ok, kalian standbye dulu disana! Mungkin Nona Alena, sedang keluar! Kalau kalian melihat Nona Alena, kalian segera membawanya ke tempat Tuan Daven! Kalian memgerti?! Andrew memutuskan panggilan itu, setelah orang yang berada di ujung telepon menjawab iya dan meletakkannya kembali di atas meja.


"Alena tidak ada di toko dan tidak ada di rumahnya Tuan! Mungkin Alena keluar mencari Dean! " ujar Andrew sebelum Daven bertanya.


Andrew kembali meraih ponselnya yang berbunyi dan langsung menjawab kembali panggilan itu.


"Hmm, informasi apa yang kalian dapat?" tanya Andrew kepada orang yang berada di ujung telepon.


"......."


"Apa? Kalian serius dengan yang kalian ucapkan? intonasi suara Andrew terdengar meninggi, sehingga membuat Daven mendekat dan tidak sabaran untuk mengetahui apa yang telah terjadi.


"........."


"Ok! bagaimana dengan situasi di sana sekarang?"


"........"


"Ok, kalian tunggu di sana! aku akan memerintahkan yang lain untuk bergabung dengan kalian.Tolong kalian semua hati-hati.Jangan sampai kalian menimbulkan kecurigaan pada mereka! Paham?!" Andrew memutuskan panggilannya dan langsung menoleh ke arah Daven.


"Tuan, Alena ditahan di rumah James. Tadi anak buah kita melihat Alena berniat kabur,tapi di tarik paksa masuk ke rumah "Andrew melaporkan informasi yang dia dapat pada Daven dengan mata yang berkilat-kilat, geram memdengar wanita yang sudah dianggap adiknya itu diseret-seret masuk ke rumah.


"Brengsek! Awas kamu James! Aku tidak akan mengampunimu lagi!" umpat Daven sambil menghamburkan barang-barang yang ada di atas meja.


"Kita kesana sekarang Ndrew!


Tbc


Segitu dulu ya gais! kalau sempat nanti akan aku up lagi.Tapi aku gak bisa janji😁😁


Please like, komen,rate dan vote ya gais.


Kalau berkenan kasih hadiah juga boleh.πŸ™πŸ₯°


Sambil nunggu ini up, mampir ya ke karya ku yang satu lagi. judulnya You are my destiny. Tidak kalah seru dengan yang ini. Thank you