
"Baiklah! Alena, kita akan menikah minggu depan! Kamu tidak perlu mempersiapkan apa pun.Kamu cukup mempersiapkan dirimu saja!" tegas James memutuskan secara sepihak.
" Bukannya itu terlalu cepat Ka James? acara pernikahan itu kan, banyak yang harus diurus?Alena mencoba untuk bernegosiasi.
"Tidak ada yang tidak bisa cepat diurus,kalau kita memiliki uang. Jadi, kamu tidak perlu khawatir tentang itu! Sekarang kamu bawa kesini semua data-data kamu! aku akan menguruskan semuanya mulai hari ini " James berucap dengan nada yang angkuh.
"Kenapa kamu sekarang berubah,Ka James? Dimana Ka James yang dulu aku kenal? Yang tidak egois dan angkuh seperti sekarang?"
James berdecih mendengar ucapan Alena. " kamu yang buat aku berubah Alena! Jadi, kalau kamu mencari James yang dulu, kamu tidak akan menemukannya, karena James yang dulu sudah mati. Sama seperti perasaanmu yang sudah mati untuk James yang dulu.Sekarang Yang hidup adalah, James yang sekarang, yang akan berusaha membuatmu mencintaiku dengan caraku sendiri " sahut James seraya menyeringai sinis ke arah Alena.
"Kamu sebenarnya, tidak mencintaiku Ka James! kamu hanya berambisi saja padaku. Karena yang namanya cinta itu tidak akan egois, sedangkan ambisi itu egois! "
"Cih, aku tidak perduli, mau kamu bilang aku egois terserah.Karena rasa cintaku yang besarlah makannya aku berambisi untuk mendapatkanmu"
"Dan apa Kakak yakin, aku akan bahagia hidup bersama Kakak? "
"Aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia. Aku akan memberikan semua yang kamu minta yang penting kamu bahagia" ucap James dengan penuh keyakinan.
"Segitu mudahnya Kakak menilai suatu kebahagiaan itu, hanya berdasarkan materi yang Kakak berikan.Kalau aku ada di samping Kakat, karena hanya materi bukan karena cinta yang tulus,apa Kakak akan bahagia? tanya Alena berusaha untuk membuka pola pikir James.
"Jangan mencoba untuk mengubah keputusanku Alena, dengan mengucapkan kata-kata seperti itu padaku. Karena itu sama sekali tidak akan bekerja. Aku akan tetap pada keputusanku. Sekarang kamu ambilkan data-data kamu ke sini! " perintah James dengan nada yang sangat kesal.
Alena menghela napasnya dengan sekali hentakan. Dia berdiri dari tempat duduknya dan beranjak meninggalkan James, untuk mengambil semua yang diminta oleh James.
Setelah 15 menit di dalam kamar, Alena kembali menemui James, dengan semua data-data yang diperlukan untuk mengurus sebuah pernikahan. Dengan tangan yang sedikit gemetar dan hati yang berat, Alena menyerahkan semua yang ada di tangannya ke tangan James, yang menerimanya dengan senyuman puas.
James berdiri dan hendak berlalu meninggalkan Alena, yang wajahnya terlihat sembab. Sebelum James benar sampai di pintu keluar, dia berbalik kembali ke arah Alena.
"Kamu mau gaun pengantin yang bagaimana? Kamu kasih tahu saja padaku, aku akan membuatkannya untukmu!" Tanya James dengan sorot mata yang sudah kembali lembut.
"Terserah Ka James saja! Kakak yang menginginkan pernikahan ini, bukan aku.Mau aku pakai baju seperti yang aku pakai sekarang ini pun, aku tak perduli! sahut Alena dengan nada yang malas dan tak perduli.
"Baik, aku akan menguruskannya untukmu! Kamu siapkan dirimu saja. Aku pamit. " James berlalu pergi meninggalkan Alena yang kembali menangis. Dan dia tidak menoleh lagi sama sekali.
*******
"APA?! Kamu mau menikah dengan wanita ja**la*ng itu?! Kamu itu udah gila ya James?!Teriak seorang wanita cantik, setengah baya ke arah James yang duduk dengan santai di sofa depan wanita yang merupakan Mamahnya itu.
"Iya, Mah! Kan aku sudah bilang dari dulu, kalau aku tidak akan menikah, kalau tidak dengan Alena! tegas James sambil menghunuskan tatapan dinginnya ke arah Hellena Mamahnya.
"Apa sih yang kamu lihat dari wanita itu James? Mamah gak habis pikir dengan jalan pikiranmu. Kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dari dia, dan dari keluarga terpandang. Alena itu janda dan sudah punya anak James! Please buka mata dah hati kamu, untuk melihat wanita lain! Hellena meninggikan nada suaranya, untuk mengubah pola pikir James.
"Iya! Memang banyak wanita di luaran sana yang lebih dari Alena.Tapi, tidak ada satu pun yang membuat James jatuh cinta. Hanya Alena Mah yang bisa! Semua ini juga salah Mamah, seandainya dulu Mamah dan Papah menyetujui dari awal, untuk aku menikahi Alena, mungkin dia tidak akan menikah dengan si brengsek itu." James juga tidak mau kalah, nada suaranya juga sudah naik seperti Hellena Mamahnya.
Hellena, memijat keningnya yang tiba merasa pusing. Dia menarik napas dalam-dalam dan mengembuskan kembali. Helena memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali seraya menatap James
putranya. " James, bukannya dulu Mamah sama Papah udah menyetujuinya? tapi sekarang kondisinya beda James! Alena sekarang sudah punya anak, dan anak itu akan jadi bumerang buat kalian nantinya. Anak itu bukan darah daging kamu, kalau dia sudah besar nanti, bisa jadi dia akan menuntut harta dari kamu. Mamah tidak mau, yang mewarisi perusahaan William itu anak yang bukan darah daging kamu. Apa kamu tidak memikirkan sampai ke situ James? tanya Hellena, berusaha membuat putranya itu, memikirkan ulang keputusannya, untuk menikahi Alena.
"Aku yakin Alena tidak akan seperti itu,Mah! Dia akan mendidik anaknya untuk mengetahui batasannya. Mamah tenang saja, perusahaan kita akan tetap jatuh ke tangan keturunan William." sahut James dengan tegas.
"Kamu jangan bersikap naif James!. Mungkin saja Alena tidak haus akan harta sekarang. Tapi, bagaimana kelak, di saat anaknya sudah dewasa? sebagai seorang ibu, dia pasti tidak akan mau membeda-bedakan anak yang dari suaminya terdahulu dengan anak dari kamu. Dia pasti akan tetap menuntut, agar kamu bertindak adil.Dan kasih sayang Alena tidak akan full buat anak-anakmu. Kasih sayangnya pasti akan terbagi buat putranya sekarang, mungkin akan lebih besar, dibanding kasih sayang ke anak-anakmu." Hellena kembali berusaha, untuk meracuni pikiran James. Dia berharap James akan membatalkan rencana pernikahannya dengan Alena.
James diam, tidak bergeming. Dia berusaha untuk mencerna kata-kata yang baru saja diucapkan oleh wanita yang telah melahirkannya itu. " Sepertinya, apa yang dikatakan Mamah itu benar. Mungkin Alena suatu saat akan lebih memikirkan si Dean dari pada anak-anak dariku kelak.Sekarang aja, gara-gara hadirnya anak itu, Alena susah untuk melupakan si brengsek itu. Hmmm, Kayanya, aku harus memikirkan cara untuk menyingkirkan Dean dari hidup Alena.Dengan demikian, hati dan pikiran Alena akan sepenuhnya milik ku dan anak-anakku kelak" James membatin dengan menarik sedikit sudut bibirnya membetuk senyum yang sinis.
"Sepertinya yang Mamah ucapkan benar. Tapi, aku akan tetap menikah dengan Alena.Untuk urusan Dean, aku yang akan mengurusnya sendiri dengan caraku.Mamah tenang saja, anak itu tidak akan menjadi bumerang buat pernikahanku nantinya " tegas James, seraya berdiri meninggalkan Hellena Mamahnya yang mendesah pasrah.
Tbc
Jangan lupa buat like ,vote, rate dan komen. Kalau mau kasih hadiah berupa poin dan koin juga diterima kok😁😁😁