Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Kita cari sama-sama


James tetap melajukan mobilnya menyusuri jalanan. Udara kini sudah semakin terasa dingin. Karena sesuai prediksi malam ini salju pertama sekali akan turun.


Langit kini sudah berganti warna menjadi gelap.Tandanya malam akan tiba.Tapi belum ada tanda-tanda kalau James akan menghentikan mobilnya.


"Paman, kita mau kemana? Kita pulang saja yuk! Dean sudah lapar! " ucap Dean dengan wajah yang memelas sambil memegang perutnya.


"Kamu bisa diam gak?! pokoknya Paman akan membawa kamu ke suatu tempat! " bentak James kesal, hingga membuat Dean merasa takut.


"Di sebuah jalan yang sepi dimana cahaya lampu yang kurang bisa menerangi jalan itu, James akhirnya menghentikan mobilnya. Lalu dia membuka pintu dekat Dean duduk. " Sekarang kamu keluar dari mobil ini!" perintah James dengan sorot mata tajam.


"Tapi kenapa Dean diturunkan di sini paman? Disini sangat sepi dan gelap.Dean sangat takut Paman! " ucap Dean dengan raut wajah yang bingung.


" Kamu aku suruh keluar sekarang ya keluar! Jangan banyak tanya. Paman gak perduli, kamu mau takut atau nggak, Paman gak perduli, pokoknya kamu turun sekarang juga, CEPAT!" James menaikkan suaranya,membentak Dean. Kesabarannya mulai hilang, karena Dean tidak langsung menuruti kemauannya.


Mendengar suara James yang menggelegar membentaknya, Dean langsung menangis kencang. Karena baru kali ini, ada orang yang berbicara keras padanya. " Tapi ,Paman apa salah Dean? Kenapa Dean harus dihukum keluar dari mobil? Dean minta maaf, Dean janji tidak akan mengeluh lapar lagi!" ucap Dean dengan wajah yang bersimbah air mata. Dia merasa, kalau James marah padanya karena dia mengeluh lapar tadi.


James hampir saja melunak begitu melihat air mata Dean. Tapi begitu dia melihat wajah Daven ada pada Dean, membuat kebenciannya kembali muncul. James mencengkram dagu Dean dengan kuat dan menatap Dean dengan sorot mata yang sangat tajam. " Dengar, kesalahan kamu cuma satu. Kenapa kamu harus hadir di dunia ini, dari rahim Mommy mu Alena.Karena kehadiranmu di dunia ini, Mommy kamu tidak bisa melupakan Daddymu. Mommy mu susah untuk mencintai Paman lagi.Jadi, lebih baik kamu menyingkir dari kehidupan Mommy kamu sekarang juga "ucap James tanpa melepaskan cengkramannya dari dagu Dean.


"Tolong lepasin Dean Paman! dagu Dean sakit! ujar anak laki-laki berusia 4 tahun itu seraya meringis kesakitan.


James melepaskan cengkramannya dari dagu Dean. Dan kini dagu Dean terlihat memerah, karena James memang terlalu kuat mencengkaramnya. " Sekarang kamu mau keluar sendiri, atau Paman yang akan menarik paksa kamu keluar?! " James lagi-lagi membentak Dean, sehingga anak kecil itu kembali menangis.


"Paman, biarin Dean tetap di mobil ya! Dean takut diluar. Dean janji, Dean gak akan nakal lagi. Dean gak akan nyusahin Paman, yang penting Dean sama Mommy! " Dean kembali memohon.Dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga membuat James semakin sangat kesal.


James yang tidak sabaran, akhirnya turun sendiri dari dalam mobilnya.Dia menarik paksa Dean untuk keluar dari dalam mobil.


Dean kembali menangis dengan kencang ,dia


tetap berpegangan pada kursi mobil, agar tetap bisa berada didalam mobil itu. Tapi tenaganya yang kecil tidak sebanding dengan tenaga yang di miliki oleh James.Tubuh kecil Dean kini sudah berada di luar mobil.


Setelah Dean sudah ada di luar mobil, James kembali masuk kedalam mobil lalu, melesatkan mobilnya meninggalkan Dean di jalanan sepi itu. Dean berlari mengejar mobil James yang melesat dengan kecepatan yang agak tinggi.


"Pamaaaan, tunggu Dean paman! Dean takut di siniii" Dean masih saja mengejar mobil James sambil menangis histeris. Tapi, James sama sekali tidak perduli, kabut kebencian telah mengambil alih dirinya.James yang dulu baik, kini benar-benar telah berubah menjadi jahat.


Tubuh kecil Dean terjatuh lemas,kecapean, dan dia tidak bisa lagi mengejar mobil James. Mobil James kini sudah tidak terlihat lagi. Kini Dean benar-benar sendiri di jalanan sepi itu.


"Mommy.... aku takut .... aku laparrr.... aku mau pulang Mommy " ratap Dean sambil menangis ketakutan.


Salju pun kini sudah mulai turun, rasa dingin pun sudah mulai sangat terasa.Dean memang menggunakan pakian hangat, tapi itu tidak cukup menghangatkan tubuh kecilnya sekarang. Suasana gelap dan suara-suara aneh semakin membuat Dean semakin ketakutan.


James tiba di rumah Alena dengan sedikit berlari. Raut wajahnya dibuat panik senatural mungkin.


"Alenaaa, Alenaaaa, kamu dimana? " teriak James dari arah luar.


"Ada apa Ka? Kenapa Ka James teriak-terik? Eh, mana Dean? " Alena celingukan mencari keberadaan putranya. Dari tadi perasaannya memang sudah tidak enak, tapi dia berusaha menepis semua perasaannya itu.


"Lho aku, kiraian Dean pulang sendiri ke rumah. Jadi dia tidak ada di rumah? " tanya James masih berpura-pura panik.


"Apa maksudmu dengan Dean di rumah? Dia kan pergi sama Kaka tadi? " Alena kini sudah mulai ikut panik.


" Aku tidak tahu Alena!. Tadi aku lagi pergi membelikan makanan buat Dean, karena dia minta burger king dan french fries. Aku hanya meninggalkan dia sebentar, tapi pas kembali aku tidak bisa menemukan dia lagi. Aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi aku tidak bisa menemukannya. Jadi aku mengira dia pulang sendiri " James menjelaskan pada Alena dengan membumbui kebohongan di setiap ucapanya.


"Kaka, gimana sih?! gak mungkin anak sekecil itu bisa pulang sendiri! aku harus cari Dean sekarang! " Alena mulai menangis. Dia meraih mantelnya dan berlari keluar untuk mencari keberadaan putrannya Dean.


"Alena, kita cari besok saja! Diluar sangat dingin dan salju sudah turun. " James menahan tangan Alena, menghalangi Alena agar tidak mencari Dean sekarang.


"Kamu gila ya Ka James?! putraku kedinginan dan kelaparan diluar, dan kamu masih menyuruhku untuk mencarinya besok? apa kamu masih punya hati?" Alena menyentak tangan James, untuk melepaskan tangannya.


"Bukan begitu Alena, kita sebentar lagi mau menikah, dan aku tidak mau kamu sampai sakit!"


"Keadaan begini, kamu masih sempat memikirkan pernikahan Ka James? yang hilang anakku.Bagaimana kamu bisa hanya memikirkan pernikahan saja? Dia masih kecil, sendiri di luaran sana, kedinginan dan kelaparan! Kakak masih bisa mikir gak sih?! Awas! minggir! , kalau Kakak tidak mau menemaniku mencari Dean, biar aku yang cari sendiri " Alena meninggalkan James yang berdiri sambil mengepalkan kedua tangan dan mata yang berkilat-kilat.


"Brengsek! anak itu memang selalu jadi penghalang antara aku, dan Alena. Mudah-mudahan siluman kecil itu tidak bisa ditemukan lagi! Aku semakin yakin,keputusanku untuk menyingkirkannya udah benar! umpat James geram.


"Alena, tunggu! aku akan menemanimu mencari Dean! kita cari sama-sama! " ucap James.


"Dan aku pastikan, kamu tidak akan bisa menemukannya! " Bisik James, pada dirinya sendiri.Dia menarik sudut bibirnya sedikit membentuk seringaian sinis di sana.


Tbc


Jangan lupa buat like, vote dan komen. Buat kasih hadiah berupa apapun , Author akan sangat berterima kasih.😁


Buat saudara/i ku yang ber agama Islam,aku mengucapkan Selamat menunaikan Ibadah puasa.Semoga Puasa berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir.


#salamtoleransi😀🥰😍🤗