
Clara berdandan secantik mungkin sebelum melancarkan aksinya. Pakaiannya juga sangat seksi, sehingga dapat dipastikan kalau pria normal pasti akan tertarik padanya.
Dengan anggun dia berjalan mendekati 2 orang bodyguard yang pastinya ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi Jeslyn putri Andrew.
"Hai, Tuan-tuan! kenalkan aku Cheline. Aku ditugaskan oleh Tuan Andrew untuk memuaskan kalian berdua,agar kalian berdua semakin semangat untuk menjalankan pekerjaan kalian," Suara Clara dibuat se sensual mungkin agar kedua laki-laki itu tertarik padanya, dan mau diajak pergi dari depan sekolah Jeslyn.
Kedua bodyguard itu menatap Clara dengan intens dan penuh curiga. "Maaf Nona, kami tidak bermain hal seperti itu. Anda boleh pergi dari sini!" ucap salah seorang bodyguard itu.
"Aduh, sepertinya mereka tipe pria-pria yang tidak suka bermain dengan wanita panggilan. Bagaimana ini?" batin Clara.
"Hmm, tapi itu berarti kalian sudah mengecewakan kebaikan tuan kalian." Clara mencoba mengubah pikiran dua pria itu.
"Kami yakin, Tuan kami pasti tidak akan kecewa.Kami sangat tahu benar bagaimana sifat Tuan kami. Apa ada sudah mendapat bayaran dari Tuan Andrew?" Pria yang dari tadi diam saja, buka suara.
Clara merasa laki-laki yang baru buka suara itu, sudah mulai tertarik padanya.
"Oh, iya sudah! kalian tidak mau kan kalau tuan kalian itu rugi." Clara sengaja memasang wajah memelas.
"Tuan Andrew tidak akan bakal rugi Nona. Kami akan mengatakan sendiri nanti pada Tuan Andrew dan berterima kasih padanya. Atau sekarang saja kami meneleponnya." salah seorang dari pria itu meraih ponselnya hendak menghubungi Andrew.
"Tidak usah Tuan! tadi katanya, tuan Andrew tidak boleh diganggu karena ada meeting penting." Clara buru-buru menghentikan niat bodyguard itu.
"Hmm, rasanya cara seperti ini tidak bekerja. Aku harus menjalankan rencana B." Clara berbisik pada dirinya sendiri. Dia lalu menggerakkan ekor matanya, seperti memberikan isyarat pada seseorang untuk segera bergerak.
"Tunggu Nona! sepertinya aku mengenali anda. Nama anda bukan Cheline tapi Clara." Salah satu dari bodyguard itu tiba-tiba sadar dan mengingat wajah Clara.
Kedua pria itu, sontak menangkap tangan Clara. Tapi tanpa mereka sadari, dan tidak ada persiapan sama sekali, dari arah belakang mereka tiba-tiba ada tangan yang menutup hidung para bodyguard itu dengan sapu tangan yang sudah di semprot obat bius. Sehingga kedua bodyguard itu langsung pingsan seketika.
Mereka lalu menyeret tubuh kedua bodyguard itu ke arah belakang gedung sekolah, dan digabungkan dengan dua orang bodyguard Dean, yang sudah dilumpuhkan terlebih dahulu. Setelah itu, mereka melangkah kembali ke depan dan berpura-pura menjadi bodyguard Jeslyn dan Dean.
"Permisi Nona, kami mau membawa Nona Jeslyn untuk izin pulang lebih awal karena, ada acara di rumahnya." ucap seorang bodyguard palsu itu pada guru kelas Jeslyn, yang masih sangat muda dan cantik.
"Maaf Tuan,sepertinya anda bukan orang yang ditugaskan untuk menjaga Jeslyn.Jadi maaf saya tidak akan mengizinkan Jeslyn untuk anda bawa." ucap guru muda, yang dari dilihat dari kartu pengenal yang tergantung di lehernya bernama Cathleen Madaline.
"Tapi, kami benar-benar orang suruhan Tuan Andrew Nona! kalau anda tidak percaya, ini pesan dari tuan Andrew." bodyguard itu,menunjukkan pesan di ponselnya, yang bertuliskan nama Andrew sebagai pengirim.
Cathleen masih terlihat ragu. Dia menghela nafasnya dan mau tidak mau tetap memanggil Jeslyn untuk disuruh pulang lebih awal.
Jeslyn yang masih polos dan tidak tahu apa-apa, menurut saja ketika dibawa dua bodyguard palsu itu, walaupun wajah mereka berbeda dari wajah bodyguard sebelumnya.
"Miss Cathleen, Dean yakin mereka bukan suruhan Paman Andrew.Karena kalau memang Jeslyn disuruh pulang karena ada acara, pasti Dean juga akan di suruh pulang." Tutur Dean, yang tiba-tiba sudah ada di dekat Cathleen.
"Tunggu! Miss akan coba hubungi Tuan Andrew." Cathleen meraih ponselnya, dan mealakukan panggilan ke nomor Andrew. Akan tetapi, tidak dijawab sama sekali. Cathleen kembali mencoba menghubungi nomor Jenni, juga tidak mendapatkan jawaban.
"Hei, berhenti Tuan! jangan bawa anak itu, Dean mengatakan tidak ada acara di rumah Tuan Andrew!" Cathleen berteriak dengan nafas yang tersengal-sengal, karena lelah berlari.
"Sepertinya, kita harus membawa, Nona itu sekalian bersama bocah itu!" ujar salah satu dari bodyguard palsu itu sembari menunjuk ke arah Dean yang sudah berada dibelakang Cathleen.
Kedua pria bertubuh besar itu, akhirnya menarik paksa Cathleen dan Dean, dan memasukkan mereka ke dalam mobil. Mereka tidak lupa, untu membius ke tiganya agar tidak berisik di dalam mobil.
"Tuan, sepertinya di depan kita itu ada penculikan!" ucap Fredrick, asisten pribadi James, yang kebetulan melintas,hendak menuju landasan dimana jet pribadinya menunggu, karena hari ini mereka akan kembali ke London.
"Tunggu! Itu sepertinya Dean. Ikuti mobil mereka, Cepat!" seru James dengan wajah yang panik.
"Tapi, kita sedang buru-buru kembali ke London Tuan!" Fredrick mengingatkan.
"Itu tidak penting! Sekarang ikuti mobil itu, dan hubungi Daven segera!"
"Bagaimana aku menghubunginya, aku tidak punya nomor ponselnya." tukas Fredrick bingung.
"Oh, S**t! aku juga tidak punya nomornya." umpat James kesal.
"Begini saja, kamu turun sekarang, dan pergi ke perusahaan Murpy! biar aku sendiri yang mengjkuti mobil itu!" seru James.
"Tapi Tuan, itu sangat berbahaya kalau anda hanya sendirian mengejar mobil itu!" Fredrick, menolak untuk keluar.
"Fred ini perintah! Kamu tidak boleh membantahnya.Lakukan saja apa yang aku perintahkan, Cepat!" James terihat geram dengan penolakan Fredrick.
"Ok ...,ok Tuan, aku keluar sekarang." Fredrick,menepikan mobil yang dikendarainya dan keluar dari dalam mobil itu.
James melesatkan mobil itu, meninggalkan Fredrick, yang langsung masuk ke dalam taksi yang kebetulan sedang melintas.
Sementara itu, Carlos yang mendapat laporan dari anak buahnya, kalau rencana mereka berhasil, tersenyum sembari menyeringai sinis.
Lalu dia meraih ponsel dari dalam sakunya dan melakukan panggilan dengan seseorang.
"Iya, Pah! sebentar lagi dendam kita akan terbalaskan. Sebenarnya aku tidak menargetkan, akan menculik putra Daven. Aku hanya mencoba mengusik keluarga asisten pribadinya,untuk memancing Daven keluar dengan sendirinya.Akan tetapi, sepertinya Dewi fortuna sedang memihak kepada kita, makanya tidak hanya putri asistennya yang diculik,tapi anak buahku juga berhasil menculik putra Daven.Hahahaha!" Carlos tertawa bahagia.
"........."
"Baik,Pah! aku tunggu kehadiranmu di sini. Biar kita sama-sama menyaksikan kehancuran mereka!"
Tbc
Please tetap untuk mendukung karya ini ya! Tekan like, vote, hadiah dan komen.Thank you