Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Bertemu James kembali


Alena berjalan sedikit tertatih-tatih karena kecapean.Dia melihat ada sebuah kursi besi di depannya.Alena berniat untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar di kursi besi itu. Alena mendaratkan tubuhnya duduk seraya mengelus-elus perutnya,yang masih terlihat rata. Dari kedua matanya ada cairan bening yang menetes membasahi pipinya.


"Sayang, kamu baik-baik ya di dalam sana. Kamu tenang saja,walaupun Daddy tidak ada bersama dengan kita, Mommy janji akan selalu menjagamu,merawatmu dan memberikan yang terbaik untukmu.Bantu Mommy berjuang ya sayang!" ucap Alena dengan tetap mengelus perutnya.


Alena meraih sebuah kertas dari dalam tasnya. Air matanya kembali menetes melihat kertas yang ada ditangannya.Tertera di sana tertulis kata Surat Cerai dan dia sudah membubuhi disana dengan tanda tangannya.


Ya... setelah Daven keluar dari rumah, di saat itu juga Alena keluar dan pergi mengurus surat cerainya sendiri. Besok dia berencana akan mengirimkannya ke kediaman Daven.


Sekarang yang Alena pikirkan, kemana dia akan pergi selanjutnya.Kalau dia kembali ke panti, dia akan jadi beban pikiran buat Ibu panti. Kalau dia ke tempat Jenni juga akan semakin menyusahkan Jenni.Karena Jenni juga harus mengurus neneknya yang sakit-sakitan.


Alena menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan cepat. Berharap bebannya akan berkurang seperti halnya nafas yang keluar dari hembusan cepat Alena.


Alena melihat isi dompetnya yang hanya berisk sedikit uang. Dia tidak tahu, uang itu akan cukup bertahan sampai kapan. Setelah dirasa lelahnya sedikit berkurang, Alena berdiri dan beranjak dari tempat duduknya untuk mencari sebuah rumah kecil yang biayanya murah.


Ditengah kekalutannya, terdengar bunyi klakson mobil berkali-kali dan berhenti tiba-tiba di dekatnya. Kedua netra Alena membulat dengan sempurna melihat sosok yang turun dari mobil itu. "K-Ka James? !" Seru Alena dengan mulut yang ternganga.


"Alena, kenapa kamu berjalan sendiri? Dimana suamimu? Dan kenapa kamu membawa tas besar itu? ", James bertanya beruntun tanpa memberikan kesempatan pada Alena untuk menjawab.


"Eh, A-aku lagi iseng aja Ka James. Lagi bernostalgia saja. Ya lagi bernostagia" sahut Alena gugup. Sehingga menimbulkan kerutan di kening James.


"Bernostagia apa? " tanya James seraya menyipitkan matanya.


"Emm, aku lagi bernostalgia, mengenang masa-masa aku di jalanan Ka James. " Sahut Alena seraya melemparkan senyuman manisnya ke arah James.


James semakin mengrenyitkan keningnya. Dia sudah lama mengenal Alena.Jadi dia cukup tahu kalau Alena sedang berbohong sekarang.


"Alena, Kamu tidak bisa membohongiku. Aku tahu kalau kamu sekarang pasti ada masalah. Sekarang kamu kasih tahu aku, kamu ada masalah apa?" tanya James dengan sorot mata yang sangat tajam ke arah Alena.


"Em, emm..., I-itu Ka " Alena tidak sanggup lagi berkata-kata.Kini hanya air mata yang menetes di pipinya.


James langsung memeluk Alena dengan erat. Dari dulu kelemahannya adalah air mata Alena.Dia tidak akan pernah sanggup melihat Alena menangis.Hatinya akan terasa seperti ikut sakit kalau melihat Alena menangis.


"Kita masuk ke mobil kakak dulu! Nanti kamu bisa ceritakan semua masalah kamu di dalam mobil" James meraih tas Alena dan menuntun Alena masuk kedalam mobilnya.


"Sekarang kamu jelaskan pada ku, apa yang sebenarnya terjadi.Apa suami kayamu itu sudah mencampakkanmu?" James, selalu merasakan sakit di dalam hatinya apabila dia menyebutkan kata suami, kepada wanita yang sangat dicintainya itu. Dan rasanya dia belum bisa ikhlas mengetahui kenyataan kalau wanita pujaannya itu statusnya sudah jadi istri orang lain.


"Jawab Alena! Kenapa kamu hanya diam saja?" Suara James sedikit meninggi karena tidak sabar melihat Alena yang tidak menjawab sama sekali.


Mendengar suara James yang meninngi, Alena terjengkit kaget dan air matanya kembali menetes.Dengan berat hati akhirnya dia pun menceritakan semuanya secara detail, alasan kenapa dia menerima pernikahan dengan Daven dan sekarang sudah berakhir. Akan tetapi dia tidak menceritakan masalah kehamilannya.


"Kenapa kamu tidak memberitahukan Kaka kesulitanmu dulu? Kalau dulu kamu menceritakannya sama Kaka, pasti kamu tidak terjebak dalam pernikahan itu" James mencengkram bahu Alena dan mengguncangnya pelan.Kesal karena dulu, Alena menyimpan kesulitannya sendiri tanpa mau berbagi dengan dirinya.


"Maaf ka, Aku tahu kalau orang tua Kaka tidam suka padaku. Jadi aku tidak mau mereka semakin tidak suka padaku, kalau mereka tahu, kaka membantuku."


"Jadi, kalian sudah berpisah?" terselip rasa senang pada pertanyaan James. Dan senyumannya di bibirnya semakin mengembang saat dia melihat Alena menganggukkan kepalanya. Tapi, senyum di bibirnya tiba-tiba surut saat melihat kesedihan di manik mata milik Alena.


" Tapi kenapa kamu merasa sedih Alena? Apakah kamu tidak bahagia dengan perceraian kalian berdua?" Tanya James sambil menautkan kedua alisnya.


Alena tidak menjawab sama sekali. Air matanya saja yang semakin deras mengucur keluar dari kedua matanya.Dan tanpa perlu di kasih tahu lagi, James sudah paham,kalau Alena sama sekali tidak bahagia dengan perpisahannya dengan Daven -suaminya.


"Apa kamu sudah mencintai suamimu itu Alena?" tanya James memastikan. Dan dia berharap jawaban tidak, yang keluar dari bibir Alena.Tapi, harapannya seketika sirna begitu Alena mengangukkan kepalanya.


James menghela nafasnya dengan sangat kesal.Hatinya begitu sakit saat mengetahui kalau wanita pujaannya kini sudah mencintai orang lain. Tapi harapannya kembali timbul begitu mengingat kalau kini Alena sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi dengan Daven.


"Hmm, Aku akan berusaha membuat hatimu kembali pada ku Alena.Aku akan melakukan berbagai cara untuk menaklukkan kamu kembali.Walaupun aku harus menentang Mamah dan Papah lagi. "Tekad James dalam hatinya.


"Ya udah, sekarang kamu ikut Kakak, ke apertemen ku dulu. Kamu bisa tinggal sementara di sana.Dan kalau kamu mau, aku mau membawa mu ke London bersamaku. Soalnya aku harus menangani cabang perusahaan yang ada di sana. Itu pun kalau kamu mau! ucap James penuh harap.


"Kalau kakak tidak keberatan membawaku bersamamu, aku bersedia Ka.Aku mau pergi sejauh mungkin dari negara ini.Aku berharap aku bisa membuka lembaran baru di negara lain" sahut Alena dengan tegas.


"Aku mau membuka lembaran baru bersama anak ku di Negara lain Ka James. " bisik Alena pada dirinya sendiri.


James, melajukan mobilnya dengan suasana hati yang senang.Dia merasa jalannya untuk memiliki Alena kembali,sudah terbuka lebar. Sebelum tiba di apartemennya, James singgah terlebih dahulu di sebuah food court untuk membelikan makan malam untuknya dan Alena. Dia membelikan makanan kesukaan Alena. Karena dia sudah hafal semua hal yang disukai oleh Alena.


Tbc


Jangan lupa buat tetap dukung novel ini dengan like,vote,rate dan komen. Thank you🤗🤗