
"Kenapa kamu membawa wanita itu ke rumah ini James?!" tanya Hellena Mommynya James, ketika dia melihat James membawa Alena yang masih tidak sadarkan diri, masuk ke dalam salah satu kamar tamu.
"Dia akan tetap di sini Mom, sampai pernikahan ku selesai. Aku mau semua orang mengawasi dia dan jangan sampai ada yang membiarkannya keluar dari rumah ini" sahut James yanh setiap dalam ucapannya terselip ketegasan.
"Tapi kenapa? apa dia berniat kabur dari mu, makanya kamu harus menahan dia di sini? dasar wanita tidak tahu diri! tidak tahu balas budi!. Udah bagus kamu mau menikahinya." umpat Hellena kesal.
"Dia tidak mau kabur Mah! Cuma dia tidak menikah, sampai putranya ditemukan. "
Hellena dan Jhon William suaminya membulatkan kedua netra mereka. " Emang, apa yang terjadi sama putranya? Apa putranya itu hilang? " tanya Jhon Papahnha James seraya mengrenyitkan keningnya.
"Iya! Dan aku yang telah menyingkirkan anak pembawa sial itu jauh-jauh. Aku harap Mamah sama Papah tidak akan memberitahukan Alena tentang ini semua.Kalau Alena sampai tahu, berarti itu, dari Mamah dan Papah. Dan ingat Mah, Pah, kalau sampai dia membatalkan pernikahan kami karena dia tahu apa yang telah aku perbuat, aku tidak akan menikah dengan siapapun!" James kembali melayangkan ancaman yang sangat ditakuti oleh Papah dan Mamahnya itu.
"Tapi, James..."
"Tidak ada tapi-tapi Mah! Mamah tinggal pilih, aku menikah dengan Alena atau tidak sama sekali!" ucap James sambil melangkah pergi meninggalkan kedua orang tuanya, yang hanya bisa mendesah pasrah.
"Udah lah sayang! biarkan saja dia menikah dengan Alena.Kamu tidak mau kan kalau dia sampai tidak menikah?" ujar Jhon pada istrinya yang wajahnya sudah kusut.
*******
Keadaan Dean sudah semakin membaik. Kini wajahnya sudah tidak terlihat pucat lagi, dan warna bibirnya sudah kembali normal. Dia kini tertidur dengan lelap.
" Kasihan sekali dia! apakah dia sengaja ditinggalkan atau bagaimana?" Ellen menatap wajah Dean dengan rasa iba.
"Entahlah! Tapi,kalau dia tinggalkan begitu saja, betapa keji orang itu! " kali ini Harrold yang membuka suara.
Daven terlihat datang menghampiri dan duduk di dekat Dean yang terlelap. Dia memandang wajah anak itu sambil membelai kepalanya dengan lembut. Hal yang dirasakan Andrew tadi, kini dirasakan oleh Ellen dan Harold. Mareka saling melempar pandangan, heran melihat Daven yang sepertinya sayang pada anak yang baru saja ditemukannya itu.
"Sayang, kalau dilihat-lihat dia sangat mirip sama Daven waktu kecil ya? lihat deh hidungnya, bulu matanya ,rambutnya, hampir semuanya mirip" ucap Ellen dengan mata berbinar-binar.
"Iya ya! Kamu benar sayang.Aku rasa kalau anak Daven dan Alena laki-lakipasti udah sebesar dia" Harold menghela nafasnya dengan raut wajah yang berubah sedih,saat mengucapkan kata-katanya itu.
Saat Daven mendengar nama Alena disebut oleh Daddynya, kesedihan kembali datang melingkupi hati Daven.Dia bangkit berdiri, mengayunkan langkahnya, hendak pergi menuju kamarnya. Tapi langkahnya terhenti ketika dia mendengar gumaman lirih dari mulut Dean.
"Mommy, Dean ingin pulang! Paman James jahat, jangan menikah sama dia ya! " Dean sepertinya bermimpi sampai mengigau.
Daven dan Andrew saling pandang. " Paman James?" gumam Daven, tapi masih bisa di dengar oleh semua yang ada di ruangan itu.
"Kenapa sayang? Kok kamu sepertinya kaget mendengar dia menyebut nama James? apa kamu mengenal James? " Ellen benar-benar penasaran. Itu dapat terlihat dari keningnya yang berkerut dan matanya yang menyipit.
Daven sama sekali tidak menjawab, dia sibuk dengan pikirannya sendiri, sambil menatap wajah Dean dengan seksama. " Siapa sebenarnya anak ini? Kenapa ketika aku melihatnya hatiku bisa bergetar, dan kenapa aku merasakan sakit di hatiku saat melihat dia hampir mati tadi? Apakah Paman James yang dia maksud adalah James Reynald William? Tapi, yang namanya James kan banyak? " batin Daven bertanya-tanya.
Karena tidak mendapat jawaban dari Daven, Harold dan Ellen menoleh ke arah Andrew, untuk meminta jawaban. Andrew yang mendapat tatapan dari dua orang yang sudah diaggap orangtuanya itu, langsung mengerti maksud dari tatapan itu.
Tanpa perlu ditanya lagi, akhirnya Andrew pun menceritakan siapa James yang dimaksud oleh Daven dan apa hubungannya dengan Alena.
"Ya udah, besok saja kita tanyakan pada anak ini! Ini sudah terlalu larut, dan kalian tadi sudah bekerja keras di perusahaan. Jadi kalian berdua istirahat saja, biar Mommy yang menjaga anak ini di sini!"
"Tidak usah,Mom! biar Daven saja yang di sini jagain dia. Mommy sama Daddy pergi masuk ke kamar kalian saja!" ucap Daven tanpa melepaskan pandangannya dari Dean.
"Apa kamu serius dengan ucapan mu sayang?" tanya Ellen memastikan. Ellen menghela nafasnya melihat Daven hanya mengangukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ya udah kita keluar aja dari sini! Biarkan Daven istirahat di sini aja bersama anak itu! Harold mengayunkan langkahnya keluar, disusul oleh Ellen istrinya dan Andrew.
Daven merebahkan tubuhnya di samping tubuh kecil, Dean. Dia tetap menatap wajah Dean yang tertidur seperti malaikat. Perasaannya menghangat ketika tangan kecil milik Dean tiba-tiba memeluknya. Tanpa disadarinya Daven memberikan kecupan di puncak kepala Dean, lalu dia mengeratkan pelukannya. Tidak menunggu lama, akhirnya Daven pun terlelap sambil memeluk Dean.
*******
Pagi kembali datang menyapa. terdengar suara lenguhan dari bibir Alena sebelum dia benar-benar membuka matanya dengan sempurna.
Kedua netra Alena,memandang sekeliling ruangan,dia merasa aneh dan merasa tidak mengenali kamar tempat dia berada sekarang.
Dia berusaha mengingat apa yang telah terjadi. Setelah dia berhasil mengingatnya, Alena sontak bangkit dari tempat tidur dan berlari ke pintu keluar. Dia yakin kalau saat ini, dia tidak berada di rumahnya, tapi di rumah keluarga James.
Suasana rumah sepertinya masih sepi. Penghuni rumah kecuali para pelayan tampaknya masih terlelap dalam tidur mereka. Alena berlari keluar, untuk meninggalkan rumah James, tapi ternyata di depan sudah banyak penjaga yang berjaga-jaga.
Alena pura-pura berjalan santai melewati para penjaga. Akan tetapi di segera ditahan oleh 2 orang penjaga yang bertubuh tinggi dan tegap.
"Nona mau kemana? Nona tidak bisa pergi dari sini! " ujar salah seorang laki-laki itu dengan tegas.
"Hei, apa hak kalian melarangku? minggir, aku mau pulang! Aku mau mencari putra ku! " Alena membentak serta menghunuskan tatapannya ke arah dua orang penjaga itu, berharap kedua orang itu takut padanya.Padahal saat ini, justru Alena lah yang merasa gemetar karena takut.
"Tapi, ini perintah Tuan James Nona! Jadi anda harus masuk kembali ke dalam rumah! "
"Kalau aku tidak mau, gimana?! "
"Terpaksa kami harus menarik paksa Nona untuk masuk!"
"Aku tidak mau! minggir kalian berdua! " Alena kini semakin menaikkan nada suaranya.
Sementara itu, James yang mendengar adanya keributan diluar, segera bangun dan langsung keluar menuju tempat Alena yang sedang ngamuk sekarang.
"ALENA, STOP! KAMU MASUK SEKARANG!" teriak James dari pintu.
Tbc
Jangan lupa like, vote dan komen.Thank you🙏🤗