
Pukul 10 malam malam berikutnya, Faris dan Aleta baru sampai di rumah. Memakan waktu hampir 30 jam, perjalanan mereka dari Amerika menuju Indonesia. Tidak ada keluarga yang menjemput mereka di bandara, karena mereka sengaja tidak memberitahukan kedatangan mereka, untuk keluarga besar mereka. Sedangkan Boy juga sudah langsung pulang ke rumahnya.
Faris dan Aleta melakukan semua itu, karena mereka ingin memberikan kejutan kepada keluarga mereka. Sampainya di rumah mereka, Faris dan Aleta memilih untuk langsung mandi dan tidur, karena mereka sangat kecapean melakukan perjalanan jauh.
Pukul 7:30 Faris terbangun, dan dia tidak melihat keberadaan Aleta. Akhirnya Faris pun beranjak bangun dari tempat tidur, dan dia langsung bergegas mandi. Selesai mandi, Faris segera mengambil pakaian yang sudah di siapkan Aleta, di samping tempat tidur dan memakainya.
Setelah sudah rapi, Faris keluar dari kamar dan melangkah menuju lantai bawah. Sampainya di bawah, Faris memilih untuk menonton acara TV, karena dia tahu Aleta sedang berada di dapur membantu bibi menyiapkan sarapan, karena itulah kebiasaan Aleta setiap pagi.
Tidak lama Faris menonton, Aleta pun keluar dari dapur dengan penampilan yang sudah sangat rapi. Faris hanya menatap Aleta tanpa bersuara, dia sangat mengagumi kesempurnaan fisik istrinya yang semakin mempesona itu.
Sedangkan Aleta yang sedang melangkah dari arah dapur, tidak menyadari kalau dia sedang di tatap oleh suaminya. Aleta melangkah sambil memperbaiki bra nya, karena gunung kembarnya yang sudah semakin padat berisi, sudah tidak muat di bra yang sedang dia pakai.
Melihat apa yang sedang di lakukan Aleta, membuat Faris yang tidak bisa untuk berkedip sejak tadi, semakin melotot. Begitulah Faris si predator kelaparan itu. Selesai memperbaiki bra nya, Aleta lngsung mengangkat mukanya, dan dia terkejut dengan keberadaan suaminya. Melihat tatapan Faris, membuat Aleta jadi curiga dan dia langsung bertanya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu Mas,,?" Tanya Aleta dengan tatapan mencari tahu.
"Ngga apa-apa." Jawab Faris sambil berdiri dan melangkahkan menghampiri istri cantiknya itu.
Aleta hanya terdiam dan terus menatap wajah suaminya yang tampan itu. Setelah berada di samping Aleta, Faris langsung merangkul pundak Aleta dan berbisik.
"Makannya,, kalau mau memperbaki dalaman, itu di kamar,,! jangan di sini,,! Atau kamu sengaja menggodaku,,?" Tanya Faris sambil tersenyum.
Mendengar pertanyaan Faris, Aleta dengan segera langsung mencubit perut Faris, dan membuat Faris langsung berteriak dengan kerasnya.
"Aaaoo,,!" Teriak Faris sambil memegang perutnya dengan sebelah tangannya, sedangkan tangan sebelahnya masih berada di pundak Aleta.
"Rasaiin,,! Makannya kamu tu jangan terlalu nafsu,,!" Kata Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan ejekan.
Faris yang di ejek tidak berkata apa-apa, tapi dengan gerakan cepat, dia segera menarik kepala Aleta, kemudian dengan rakusnya dia langsung ******* bibir seksi Aleta juga menggigitnya pelan. Aleta sangat terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya.
Mata Aleta terbelalak saking kagetnya, dengan susah payah, Aleta mencoba mendorong dada suaminya untuk menjauh, dan menghentikan apa yang sedang dia lakukan, tapi Faris tetap tidak melepaskannya.
Karena tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya tanpa menunggu lama, Aleta langsung menggigit bibir Faris. Dan apa yang Aleta lakukan itu berhasil membuat Faris melepaskannya. Faris melepaskan Aleta sambil meraba bibirnya dan mengatakan sesuatu, yang membuat mata Aleta terbuka lebar tanpa berkata apa-apa.
"Aku suka gigitan kamu,, dan aku mau lagi, tapi nanti malam." Kata Faris dengan tatapan yang penuh hasrat.
Setelah mengatakan itu kepada Aleta, Faris langsung melngkah menuju dapur. Sedangkan Aleta, dia masih tetap mematung sambil berkata-kata dalam hatinya.
"Libido suamiku sampai separah itu,,? Apa ada laki-laki lain yang mengalami hal seperti dia,,? Dan bagaimana keadaan istri mereka,,? Kalau aku sendiri memang sangat bingung dengan semua itu, tapi aku sangat menyukai keganasan suamiku itu." Aleta berkata-kata sambil senyum-senyum sendiri.
Faris yang sudah melankah pergi, kembali menoleh ke belakang karena dia merasa kalau Aleta tidak mengikutinya. Setelah melihat Aleta sedang melamun sambil tersenyum, tanpa menunggu lama Faris langsung menghampirinya dan menarik tangannya sambil berkata.
Mendengar apa yang di katakan suaminya itu, membuat Aleta jadi malu dan salah tingkah. Faris dan Aleta memilih untuk langsung sarapan, karena setelah ini, mereka berdua harus pergi ke rumah orang tua Faris.
Selesai sarapan, Aleta dan Faris langsung bergegas pergi ke rumah orang tua mereka, sampainya di sana, mereka berdua langsung masuk karena pintu tidak di kunci. Papa Fahri, Mama Alira dan Almira, sangat terkejut melihat keberadaan Aleta dan Faris yang sudah berdiri di hadapan mereka.
Kebetulan Papa Fahri dan Mama Alira yang baru selesai sarapan, sedang duduk di ruang keluarga melihat Almira mengerjakan tugas sekolahnya, yang belum sempat di selesaikan.
"Kapan kalian tiba,,?" Tanya Papa Fahri.
"Tadi malam jam 9 Pa." Jawab Fahri.
"Apaaaa,,? Tadi malam,,? Mengapa kalian tidak memberitahukan kami,,?" Tanya Mama Alira heboh.
"Lupa Maa,," jawab Faris santai.
"Apaaaa,,? Lupaaa,,? Bagaimana kalian bisa lupa dengan keluarga sendiri,,?" Tanya Mama Alira.
"Ngga lupa Maa,, cuma kita sengaja. Soalnya kita mau kasih kejutan buat kalian semua." Kata Aleta.
"Kejutan kedatangan kalian yang diam-diam,,?
Kalau itu Mama ngga suka,,! Karena kalau sampai terjadi apa-apa dengan kalian, kita di sini tidak tahu apa-apa." Kata Mama Alira dengan nada kesalnya.
"Iya benar tu Lir,, aku juga marah sama Boy habis-habisan, karena aku juga berfikir seperti yang kamu fikirkan." Kata Tante Faris, Mamanya Boy yang baru saja masuk bersama Boy.
"Tante ngga suka sama kejutan kalian,,!" Kata Mamanya Boy.
"Tapi kejutannya bukan itu Maaa,," Kata Boy yang sudah mulai kesal dengan ocehan Mamanya.
"Eeeee mereka sudah sampai,,? Kapan mereka sampai,,?" Tanya Tante Mey yang baru saja masuk bersama Om Refan dan Melda.
"Aku sama Alira tu lagi marahin mereka ni. Mereka datang nggak bilang-bilang, katanya mau kasih kejutan sama kita." Kata Mamanya Boy kesal.
"Aduuh Mamaaa,,! Kejutannya bukan ituuu,,!"Kata Boy dengan tampang keselnya.
"Terus apa kejutannya,,?" Tanya Mama Alira penasaran.
"Aleta hamil Ma." Jawab Faris.
"Apaaaa,,? Aleta hamiil,,?" Tanya para orang tua yang ada di situ dengan mata terbelalak saking kagetnya mereka.
"Iya aku hamil." Sambung Aleta yang membuat mereka semua langsung tersenyum bahagia.