
Setelah selesai melakukan foto prewed, Aleta dan Faris langsung tinggal terpisah selama 4 hari, dan semua itu adalah kemauan dari mama Rita omanya Faris. Mama Rita sengaja melakukan itu karena dia ingin melihat seberapa besar cinta cucunya itu kepada calon istrinya.
Faris di suruh untuk tinggal di rumah oma dan opanya hari itu juga, Faris tidak menolak sama sekali, dia mengiyakan perintah omanya tanpa berkomentar apapun, sedangkan Aleta dia sangat gelisah karena harus berpisah dengan Faris walau hanya untuk beberapa hari.
Dengan berat hati Aleta mengiyakan apa yang di perintahkan omanya Faris, dan dia juga tidak bisa untuk berkata apa-apa, apa lagi Faris langsung menyetujui semuanya tanpa bertanya padanya terlebih dulu.
Faris pergi bersama oma, opa dan grenmanya tanpa mengucapkan sepata kata pun kepada Aleta, dan sikapnya itu membuat Aleta sangat sedih juga berkecil hati.
Aleta hanya bisa menatap mobil yang Faris naiki dengan hati yang sangat sedih, selain itu Aleta juga sangat kecewa karena Faris tidak sama sekali memperdulikannya.
Setelah mobil yang Faris naiki menghilang, Aleta langsung bergegas melangkah menuju kamarnya bersama Almira juga Melda, sedangkan Alira dan Fahri mereka memilih untuk pergi bersama Refan juga Meymey karena para orang tua itu harus mengurus semuanya dalam waktu 3 hari ini.
Sampainya di kamar, Aleta memutuskan untuk langsung mandi karena dia merasa sangat gerah, sedangkan Almira dan Melda sedang mengobrol di atas tempat tidur.
Selesai mandi dan berpakaian, Aleta yang sedang berdiri di depan cermin langsung mematung setelah matanya tertuju pada foto Faris, yang ada di atas meja riasnya.
Aleta sangat merindukan laki-laki yang sangat dia cintai itu, walaupun baru sekejap Faris pergi dari hadapannya, dan Almira juga Melda yang melihatnya langsung menatap satu sama lain sambil tersenyum.
"Ehem,,,eheem,,, Melda berpura-pura batuk yang membuat Aleta langsung terkejut dan salah tingkah.
"Aletaa,, mas aku tu baru saja pergi, tapi kamu sudah bingung seperti itu. Kata Melda yang membuat Aleta tambah salah tingkah.
"Apaan si kamu Mel,,! Jawab Aleta.
"Mba Aleta rindu ya sama mas aku,,? Tanya Almira yang membuat Melda langsung menjewer telinganya sambil berkata.
"Kamu tu masih kecil sudah tahu rindu,,! Dasar anak nakal. Kata Melda.
"Aduh mbaa, sakit tau,,! Ketus Almira dengan wajah kesalnya.
"Makannya,, kamu tu kalau masih kecil, jangan terlalu cerewet. Ketus Melda.
"Mbaaaa,,! Teriak Almira dan membuat Melda langsung memeluknya dengan gemasnya.
Aleta yang tadinya salah tingkah dan gugup jadi tersenyum melihat ulah ke dua calon adik iparnya itu. Aleta sangat merasa beruntung masuk ke dalam keluarga Faris yang begitu hangat dan penuh dengan kasih sayang.
Dua hari berlalu, Aleta yang baru selesai makan malam memilih untuk duduk di balkon kamar, Rindunya kepada Faris membuatnya lebih banyak melamun, apalagi sejak pergi ke rumah oma opanya, Faris tidak pernah menghubungi Aleta walaupun hanya dengan mengirim pesan.
Aleta ingin sekali menghubungi Faris, tapi dia kembali mengurungkan niatnya karena dia sudah terlanjur kesal dengan Faris yang tidak menghubunginya sama sekali, akhirnya Aleta pun memilih untuk segera tidur, karena waktu sudah menunjukan pukul 11 malam.
Pukul 7:30 Aleta terbangun dan dia langsung buru-buru melihat ponselnya dengan harapan ada panggilan atau pesan dari Faris, tapi seketika wajahnya langsung cemberut karena apa yang dia harapkan sama sekali tidak ada.
Dengan wajah cemberutnya Aleta melangkah menuju kamar mandi, dan di saat dia lagi asik-asiknya mandi, tiba-tiba dia mendengar suara calon mama mertuanya yang memanggil-manggil namanya sambil mengetuk-ngetuk pintu.
"Aletaaa,, tok,,tok,,tok,, Aletaa,,! Panggil Alira sambil mengetuk-ngetuk pintu.
Dengan buru-buru Aleta meraih juba mandinya dan keluar dengan handuk yang melingkar di kepalanya, dan setelah melihat mama mertuanya, Aleta langsung mendekatinya sambil berkata.
"Ada apa tante,,? Tanya Aleta.
"Mulai sekarang ngga usah panggil tante lagi,,! Panggil mama. Kata Alira yang membuat Aleta langsung gugup.
"Iya mma,,! Jawab Aleta sambil tersenyum.
"Hari ini kita ke butik sama tante Mey untuk mencoba pakaian pengantin kalian,,! Kata Alira.
Mendengar perkataan calon mama mertuanya itu, Aleta serentak langsung bersemangat, karena dia berharap akan bertemu dengan Faris di sana. Setelah Alira keluar dari kamar, Aleta langsung bergegas untuk bersiap-siap.
Mereka berangkat ber lima karena Almira dan Melda juga ikut, sampainya di butik terkenal itu Aleta langsung menatap ke sana ke mari, untuk mencari keberadaan Faris, tapi dia tidak menemukan sosok tampan yang dia cari itu. Dan Alira yang melihatnya langsung bertanya.
"Kamu cari siapa sayang,,? Tanya Alira yang membuat Aleta langsung kaget juga salah tingkah.
"Ngga cari siapa-siapa ko ma. Jawab Aleta berbohong.
Sebenarnya Aleta ingin sekali menanyakan Faris, tapi dia tidak berani kalau harus menanyakan kepada Alira akhirnya dia memilih untuk berbohong, tapi tiba-tiba dia jadi legah karena apa yang ingin dia tanyakan itu langsung di tanyakan oleh Melda, yang sudah mengerti apa yang ada di dalam fikiran Aleta.
"Tante,, Mas Farisnya mana,,? Kan dia juga harus mencoba pakaiannya. Tanya Melda yang membuat Aleta dengan segera langsung memasang telinganya, untuk mendengar jawaban mamanya Faris.
"Mas kamu ngukur bajunya di kantor saja, dan sudah ada orang yang membawa pakaiannya. Jawab Alira kepada Melda.
Mendengar jawaban dari calon mama mertuanya itu, Aleta yang tadinya begitu ceria langsung berubah menjadi cemberut.