
Satu Kampus itu heboh dengan kehadiran Aleta terutama Melisa, Melisa adalah seorang model seksi yang satu angkatan dengan Faris tapi tidak satu jurusan. Melisa sangat tergila-gila dengan Faris sejak dulu, dia juga sering mencari perhatian Faris tapi semua usahanya hanya sia-sia, karena Faris mengnggapnya hanya sebatas teman biasa.
Melisa adalah wanita yang sangat sombong, dengan popularitas yang dia miliki membuat dia merasa tidak tertandingi, dan kebanyakan wanita di Kampus itu tidak berani macam-macam dengannya, tapi kepopularitas yang Melisa gapai bukan dengan jalan yang benar, dia sering memberikan tubuhnya untuk pengusaha-pengusaha sukses juga produser, dan sebagai bayarannya mereka menjadikan dia model terkenal dan memberikan apa yang dia mau.
"Lisa, kamu sudah lihat istrinya Faris kan,,? Tanya salah satu teman Melisa.
"Ngg pernah,,! Lagian aku malas. Jawab Melisa dengan tampangnya yang jutek.
"Masa ngga pernah, acara pernikahan mereka kan di siarkan di semua siaran tv,,? Kata teman yang lainnya.
"Ya aku malas lihatnya, lagian ngga penting buat aku, aku tu ngga perduli, mau Faris itu lajang, suami orang, ataupun duda, aku tetap cinta mati sama dia. Jawab Melisa dengn begitu percaya dirinya.
Sedangkan di ruangan Melda dan Aleta, sudah sangat rame dengan kehebohan teman-teman satu ruangan mereka karena kehadiran Aleta, teman-teman satu ruangan Melda sangat baik dan ramah, jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk Aleta dekat dengan mereka, mereka semua berkenalan dengan Aleta dan menawarkan diri untuk menjadi sahabat.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu sangat memuji kecantikan Aleta yang begitu sempurnah, dan mereka sangat merasa beruntung bisa satu ruangan dengan Aleta, apalagi Aleta juga tidak sombong dan bertingkah, walupun dia adalah istri dari pengusaha muda yang sukses, juga menantu dari keluarga yang sangat terpandang dan di segani banyak orang.
Karena kesuksesan membuat keluarga Permana sangat di segani orang, tapi biarpun begitu keluarga kaya raya itu tidak pernah menyombongkan apa yang mereka punya.
Tidak berapa lama datang seorang Dosen yang akan memberikan mata kuliah hari itu, hampir dua jam Dosen itu memberikan pelajaran kepada mereka, dan Aleta yang begitu bersemangat melanjutkan pendidikannya, sangat fokus dengan pelajaran yang di berikan Dosen itu.
Sedangkan di luar sana Melisa dan beberapa temannya sedang membahas tentang Aleta, Melisa sangat penasaran juga kesal dengan sosok Aleta yang membuat seisi kampus heboh, karena dia sangat tidak terima kalau ada wanita di Kampus itu yang lebih cantik darinya, apalagi wanita itu istri dari laki-laki yang teramat sangat dia cintai.
Pukul 12 tepat, Aleta, Melda dan beberapa temannya melangkah keluar dari ruangan, karena mata kuliah yang mereka terima sudah selesai, sebelum pulang, Aleta dan Melda memutuskan untuk pergi ke kafe, yang letaknya tepat di samping Kampus.
Dan di sana ternyata ada Melisa bersama taman-temannya juga, Aleta yang tidak tahu apa-apa sedikit bingung, karena melihat beberapa wanita yang duduk di pojokan sana, menatapnya dengan tatapan sinis. Sedangkan Melda dan yang lain sudah sibuk dengan buku menu yang ada di atas meja.
"Kakak ipar,, kamu mau pesan apa,,? Tanya Melda.
Mendengar perkataan Melda yang memanggil Aleta dengan sebutan kakak ipar, membuat Melisa semakin murkah, apalagi sejak tadi dia sudah sangat kesal karena melihat kecantikan Aleta juga bentuk tubuhnya yang sangat sempurnah.
"Bagaimanapun caranya, aku akan merebut Faris darimu,,! Mungkun kamu lebih cantik dariku, tapi kamu tidak akan bisa melawan kelicikanku. Kata Melisa dalam hatinya sambil melirik Aleta dengan sinisnya.
"Al,, Kalian ngga bulan madu,,? Tanya Ayu memulai percakapan.
"Ngga tahu juga,,! Semua tergantung Mas Faris, soalnya dia lagi sibuk bangat. Jawab Aleta.
"Oooo gitu ya,,? Sambung Mia dan Aleta hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Kalau aku langsung pulang, sedangkan Aleta mau ke kantor suaminya. Jawab Melda.
Mendengar jawaban Melda membuat Melisa langsung tersenyum, karna dia sudah mendapatkan ide untuk membuat Aleta salah Faham dengan Faris.
Melisa yang licik sengaja berlama-lama di situ karena dia sedang memperhatikan Aleta, dan tidak berapa lama, Melisa pun berdiri dan langsung berpamitan kepada teman-temannya, karena dia Melihat Aleta dan teman-temnnya sudah selesai makan.
"Aku duluan ya,,! Kata Melisa sambil memasukan ponselnya ke dalam tas kecilnya.
"Mau ke mana kamu beb,,? Tanya salah seorang teman Melisa.
"Aku lagi janjian sama selingkuhan aku. Jawab Melisa dan langsung melangkah pergi, dan teman-temannya hanya tertawa mendengar perkataannya.
Sedangkan Melda, Aleta dan yang lainnya yang ada di situ langsung memasang tampang jijik mendengar perkatan Melisa. Sampainya di parkirn kafe, Aleta langsung meniki taksi yang sudah menunggunya, karena Aleta sudah memesan taksi itu sejak masih di dalam kafe tadi.
Aleta memilih pergi ke Kantor Faris menggunakan taksi, karena dia tidak ingin merepotkan supir pribadi mereka, soalnya orang yang bekerja menjadi supir di rumah papa Fahri sudah sedikit berumur, dan Aleta tidak ingin merepotkan orang yang lebih tua.
Aleta pergi ke kantor Faris karena dia ingin menemani suaminya bekerja, dan dia tidak memberitahukan Faris soal itu, sedangkan Melda dan teman-temannya yang lain langsung pulang setelah taxi yang di naiki Aleta berlalu.
Sampainya di depan kantor Faris, Aleta langsung naik ke lantai paling atas menuju ruangan Faris menggunakan lift, sedangkan di dalam ruangan Faris,
sudah ada Melisa sejak beberapa menit yang lalu dengan penampilan yang begitu seksi, karena dalam perjalanan tadi, Melisa sudah menggantikan pakaian di dalam mobilnya dengan pakian yang sangat seksi.
Awalnya tadi Melisa tidak di izinkan masuk ke ruangan Faris oleh sekrestaris Faris, tapi karena Melisa berbohong kalau dia sudah ada janji dengan Faris, akhirnya secrestaris Faris pun mengizinkannya. Apalagi secrestaris Faris sudah mengenal Melisa sebagai seorang model juga anak pengusaha, jadi dia berfikir mungkin mereka ada janji untuk membahas masalah bisnis.
Melisa yang di izinkan, langsung mengetuk pintu ruang kerja Faris tanpa bersuara, dan Faris yang sedang fokus dengan laptopnya hanya mempersilahkan masuk tanpa mengangkat mukanya dari layar laptopnya..
Melisa membuka pintu ruang kerja Faris, dengan senyum semanis mungkin dan suara yang sangat lembut memanggil nama Faris. Faris sedikit kaget dengan kedatangan Melisa di kantornya, sambil menatap Melisa dengan tatapan bingung Faris pun langsung bertanya.
"Ada yang bisa saya bantu,,? Tanya Faris bingung.
"Aku hanya ingin mengunjungi kantor barumu ini, krena di Kampus semua orang sedang membicarakan tentang kantor barumu. Jawab Melisa berbohong.
"Ya sudah, kalau gitu silahkan duduk. Kata Faris mempersilahkan Melisa untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.