CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 24. Aleta yang cemburu.


Setelah selesai berkenalan, mereka langsung melangkah ke arah tempat tidur, Faris yang merasa masih pusing langsung meraih lengan Aleta dan menariknya untuk mendekat sambil berkata.


"Sini bantu aku,,! Kata Faris setelah Aleta sudah menempel padanya.


Dengan segerah Aleta yang tadinya bingung langsung memeluk pinggang Faris, dan tangan Faris sudah berada di pundak Aleta. Rendra yang melihat semua itu jadi bingung, karena selama ini dia tidak pernah melihat Faris sedekat itu dengan wanita.


Sedangkan Fika yang berada tepat di belakang Faris sangat sakit hati melihat kedekatan Faris dan Aleta, karena walaupun Faris bukan siapa-siapanya dia, tapi dia sudah terlanjur jatuh hati dengan Faris.


Sampainya di tepi ranjang, Aleta segera membantu Faris untuk duduk kemudian dia langsung berdiri dan ingin menjauh, biar Dr Fika bisa duduk di dekat Faris untuk mengobati tangannya. Tapi belum sempat Aleta bergerak dari posisinya, Faris sudah meraih tangannya sambil berkata.


"Kamu duduk di sini saja,,! Kata Faris sambil menatap Aleta dengan mata sayunya.


Tanpa berkata apa-apa, Aleta langsung duduk di samping Faris yang sudah memejamkan mata dan bersandar di kepala ranjang. Dan tidak pakai menunggu lama Dr Fika yang tidak mau kalah, juga ikut duduk tepat di hadapan Faris dan segera meraih tangan Faris yang terluka dengan lembutnya sambil melihat keadaan lukanya.


Sedangkan Faris yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil menahan sakit, hanya memejamkan matanya dan tidak menyadari Aleta yang berada di sampingnya sudah memasang ekspresi yang berbeda.


Setelah sudah melihat keadaan luka Faris, tanpa berkata apa-apa Dr Fika langsung melepaskan jas Faris kemudian kancing baju Faris satu-persatu, di saat kancing kemeja Faris sudah terlepas, mata Dr Fika langsung tertuju pada dada bidang dan perut sispek Faris, sambil menelan ludahnya sendiri tanpa memikirkan Aleta yang berada di samping Faris.


Aleta yang melihat semuanya sangat tidak tahan, dan dia langsung memilih untuk pergi dari kamar tanpa berkata apa-apa. Aleta begitu kesal dan marah di saat melihat Dr Fika menatap Faris seperti itu.


Selesai mengobati luka Faris, Dr Fika langsung meminta Rendra untuk membaringkan Faris, yang terlihat sangat lemas sampai dia tidak membuka matanya sejak tadi.


Rendra yang membantu Faris jadi merasa bingung dengan kondisi Faris yang sangat lemah, sebab wajahnya sudah sangat pucat karena darah yang keluar dari lukanya terlalu banyak. Selesai membantu Faris untuk berbaring, Rendra langsung berdiri di samping Faris sambil berbicara dalam hatinya.


"Dalam keadaan yang hampir sekarat seperti ini dia bisa sebuas tadi, gimana dia ngga sebuas itu, kalau wanitanya secantik itu. Dasar predator kelaparan. Kata Rendra dalam hatinya sambil menatap Faris dengan tatapan sinisnya.


Rendra yang memiliki kepribadian seperti wanita memang sangat suka memperhatikan orang, terutama Faris bos sekaligus sahabatnya sejak SD itu, dan sifatnya itu membuat dia sering di marahi oleh Faris tapi dia selalu tidak perduli.


Sedangkan Faris masih terus memejamkan matanya, karena selain merasa sangat lemas, Faris juga sudah merasa sangat lelah juga ngantuk karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam, tapi tiba-tiba Faris langsung membuka matanya di saat mendengar Rendra menanyakan Aleta.


"Pergi kemana mba Aleta tadi,,? Ko dia belum balik,,? Tanya Rendra dengan suara yang sedikit gemulai.


"Memangnya dia pergi kemana,,? Tanya Faris sambil menatap Rendra tajam.


"Sudah dari tadi dia keluar entah kemana, tapi dia belum juga balik. Jawab Rendra.


"Ya sudah, kita pulang dulu ya Ris,,! Nanti besok aku ke sini lagi. Kata Rendra dan hanya di anggukin Faris.


Faris melangkah dengan buru-buru menuju lantai bawah karena kamarnya berada di lantai dua, sampainya di bawah dia melihat Aleta yang baru memasuki pintu sambil membawa sesuatu, dengan mata sayunya Faris menatap Aleta dan bertanya.


"Dari mana saja kamu,,? Tanya Faris.


"Cari makanan buat kamu,,! Soalnya di dapur tidak ada persediaan makanan. Jawab Aleta tanpa menatap Faris.


Setelah itu Aleta langsung melangkah ke arah dapur dan di ikuti oleh Faris, sampainya di dapur Aleta segera menyiapkan makanan yang di belinya tadi di atas meja, sedangkan Faris yang sudah duduk menghadap meja makan tidak henti-hentinya menatap Aleta.


Faris merasa sedikit bingung dengan ekspresi Aleta yang terlihat sangat aneh, sedangkan Aleta dia hanya sibuk menyiapkan semuanya di atas meja makan tanpa memperdulikan Faris sama sekali.


Setelah semuanya sudah siap, Aleta langsung berdiri di samping Faris dan mengambil piring hendak mengambil makanan buat Faris, tapi belum sempat dia mengambil makanan, Faris sudah meraih pergelangan tangannya sambil berkata.


"Aletaa,, ada apa sebenarnya denganmu,,? Tanya Faris sambil menatap Aleta yang masih berdiri menghadap makanan yang mau dia ambil.


"Ngga ada apa-apa,,! Jawab Aleta dengan wajah datarnya tanpa menatap Faris.


"Ngga mungkin,,! Kalau ngga ada apa-apa ekspresimu tidak akan seperti ini. Kata Faris.


"Aku ngga suka sama Dr ganjen itu. Aleta berkata dengan kesalnya sambil berbalik menatap Faris.


"Memangnya dia kenapa,,? Tanya Faris bingung.


"Aku ngga suka dia menatapmu seperti itu,,! Tadi dia melepaskan semua baju kamu dan menatapmu seperti vamfir yang ingin menyantap mangsanya. Dia sama sekali tidak memikirkan aku yang berada di sampingmu. Jawab Aleta sambil melepaskan piring dan sendok nasi yang dia pegang kemudian duduk di samping Faris dengan tampang kesalnya.



"Kalau memang benar kamu mencintaiku, kamu harus percaya padaku,,! Kata Faris sambil menggenggam tangan Aleta dengan kedua tangannya.


Perkataan Faris barusan membuat Aleta langsung luluh, dia berbalik menghadap Faris dan menatap Faris dengan tatapan yang masih terlihat ada keraguan, dan itu membuat Faris langsung menarik nafas panjang dan melepaskannya perlahan kemudian berkata.


"Kalau kamu masih meragukanku, aku akan mempercepat pernikahan kita biar kamu bisa memilikiku sepenuhnya sebagai suamimu,,! Tapi setelah sudah menikah, aku mau kamu segera mengandung anak kembar untuku. Kata Faris yang membuat mata Aleta langsung terbelalak saking kagetnya.


Aleta yang terkejut dengan kata-kata Faris tidak bisa untuk bersuara, dia hanya terdiam sambil menundukan kepalanya memikirkan keganasan Faris di saat bercinta beberapa kali dengannya, dan itu membuat dia langsung merinding.


Tanpa dia sadari Faris sedang memperhatikannya, dan tingkahnya itu membuat Faris langsung tersenyum karena Faris sudah bisa pastikan apa yang sedang Aleta fikirkan.