
Aleta dan taman-temannya, yang sudah selesai menonton film, yang sejak tadi mereka nonton, memilih untuk pergi ke dapur, untuk membantu Bi Rati menyiapkan makan malam. Setelah semua makanan sudah siap di atas meja makan, Aleta segera bergegas ke lantai atas menuju kamar.
Sampainya di depan pintu kamar, Aleta langsung merasa bingung setelah melihat suaminya, yang sedang telentang di atas tempat tidur, sambil tersenyum. Dengan rasa kebingungan, Aleta melangkah mendekati Faris sambil berkata.
"Mas,, makan malamnya sudah siap,," kata Aleta sambil terus menatap Faris, dengan tatapan yang masih bingung.
Faris yang sedang bahagia mengkhayalkan bayi kembar yang lucu, langsung terkejut dengan keberadaan Aleta di samping nya. Tanpa menjawab apa-apa, Faris langsung bangkit dari tempat tidur, kemudian merangkul pundak Aleta dan melangkah keluar dari kamar.
Aleta dan Faris melangkah turun ke lantai bawah menuju dapur, dan di dapur sudah ada Melda, dan teman-temannya yang lain, yang sudah duduk di depan meja makan.
Setelah menyapa teman-teman Aleta, Faris segera duduk bergabung dan di ikuti Aleta. Tanpa menunggu lama, mereka pun langsung berdoa, kemudian menyantap makanan yang sudah di sajikan di atas meja.
Faris, Aleta dan yang lainnya, makan tanpa ada yang bersuara. Selesai makan malam, Melda juga teman-temannya yang lain, langsung berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing, karena waktu sudah menunjukkan pukul 8:30 malam, dan mereka berada di rumah Aleta sejak siang tadi.
Setelah rumah sudah sepi, Aleta dan Faris memilih untuk naik ke lantai atas, menuju kamar tidur mereka. Sampainya di kamar, Aleta langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan wajah nya. Sedangkan Faris langsung meraih laptopnya, dan mengerjakan pekerjaannya, yang belum sempat di selesaikannya tadi.
Tidak berapa lama, Aleta keluar dari kamar mandi dan melangkah menuju lemari pakaian, untuk mengambil baju tidurnya. Setelah selesai berganti pakaian, Aleta langsung menggunakan segala perawatan malamnya seperti biasa.
Setelah sudah selesai, Aleta pun memilih untuk duduk di samping suaminya, yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Faris yang lagi fokus dengan laptopnya, tidak menghiraukan Aleta sama sekali. Dan karena merasa di cuekin, Aleta langsung berfikir untuk mengganggu konsentrasi Faris.
Dengan begitu manjanya, Aleta memeluk Faris dari arah belakang, sambil berkata.
"Maaas,, aku sudah ngantuk,," kata Aleta dengan begitu manjanya, tepat di samping telinga Faris.
Faris yang mempunyai libido tinggi, langsung menegang seketika, dia sudah mulai gelisah dengan hembusan nafas Aleta, di samping telinganya. Jangankan di perlakukan seperti itu, melihat penampilan isterinya yang seksi saja, dia tidak bisa tahan. Dan Aleta yang menyadari kegelisahan Faris langsung tersenyum.
Aleta merasa berhasil membuat konsentrasi Faris terganggu, tapi dia tidak memikirkan akibat dari apa yang dia lakukan itu. Walaupun sudah menegang dengan apa yang di lakukan Aleta, namun Faris belum bereaksi, dan itu membuat Aleta kembali bersuara.
"Maaas,, aku tidur duluan yaa,," kata Aleta sambil mengecup leher Faris bagian samping.
Mendengar perkataan Aleta, dan mendapan perlakuan seperti itu, membuat Faris langsung berbalik dan meraih wajah Aleta, kemudian mencium bibir seksinya dengan begitu berhasrat. Aleta yang mengharapkan itu sejak tadi, langsung membalas apa yang di lakukan Faris padanya.
Mereka berdua saling beradu bibir, sampai posisi mereka saling menindih dengan Faris di atas Aleta, Aleta yang tadinya mampu mengimbangi permainan suaminya, kini sudah kewalahan, karena Faris sudah sangat hilang kendali.
Mereka bertempur dengan begitu berhasrat, tapi kali ini Aleta tidak melepaskan seluruh pakaiannya, karena Faris tidak memberinya kesempatan untuk melakukan itu.
Faris yang melihat keadaan istrinya, yang sudah tidak berdaya, langsung mendekatinya dan berkata.
"Sayaaang,, apa kamu baik-baik saja,,?" Tanya Faris sambil mengusap kepala Aleta dengan penuh perhatian.
"Aku ngga apa-apa Mas,," jawab Aleta sambil tersenyum kepada Faris, dan Faris langsung mengecup keningnya.
Setelah beberapa menit, mereka saling bertatap-tatapan di atas tempat tidur, Faris langsung bangkit, kemudian menggendong Aleta, dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan diri mereka.
Selesai membersihkan diri dan berpakaian, Faris dan Aleta langsung memilih untuk segera tidur. Mungkin karena kecapean, Aleta sudah terlelap hanya dalam beberapa menit. Sedangkan Faris yang belum bisa tidur, hanya menatap Aleta sambil mengusap-usap perut Aleta yang rata, sambil berkata-kata dalam hatinya.
"Ya Tuhaan,, kalau memang aku masih bisa memiliki anak, tolong hadirkanlah segera di dalam perutnya,," pinta Faris dengan kesungguhan hatinya, sambil memejamkan mata.
Faris sangat mengharapkan hadirnya janin, dalam kandungan Aleta segera, karena selama ini, dia sangat terbebani dengan fikirannya sendiri, dia sangat takut kalau di masa depan, dia hidup di hari tua tanpa adanya anak-anak.
Faris terlelap dengan sebelah tangannya di atas perut Aleta. Pukul 6 pagi tepat, Aleta tarbangun, dan dia melihat tangan Faris berada di atas perutnya. Melihat itu Aleta semakin sadar atas keinginan suaminya, yang sudah sangat menginginkan kehamilannya.
Aleta yang sudah terbangun, hanya terlentang di atas tempat tidur, sambil mengusap-usap tangan Faris yang berada di atas perutnya, sambil berkata-kata dalam hatinya.
"Maas,, aku siap untuk mengandung anak-anakmu, kapanpun Tuhan mendatangkan mereka di dalam perutku ini, aku sudah siap menerimanya, walaupun aku masih menjalani kuliah, karena kebahagiaanmu, adalah yang terpenting bagiku,," kata Aleta dalam hatinya sambil menatap wajah tampan suaminya, yang masih tetap terlelap.
Setelah itu, Aleta beranjak turun dari tempat tidur, kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Aleta membersihkan seluruh badannya, dan di saat dia membasuh bagian bawahnya, dia merasakan nyeri yang di akibatkan oleh Faris semalam.
Sambil membasuhnya, Aleta membayangi kegilaan suaminya semalam, Aleta sangat mengakui keperkasaan suaminya, dan bagi Aleta, Faris adalah laki-laki yang sangat pandai memperlakukan wanita.
Selesai mandi, Aleta keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk, untuk menutupi sebagian tubuhnya, dan sampainya di depan pintu kamar mandi, Aleta membuka lebar handuknya untuk memperbaikinya, tanpa menyadari kalau Faris sedang menatapnya dari atas tempat tidur, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Rasa-rasanya, Faris ingin segera melahap apa yang baru saja dia lihat, tapi dia tidak bisa untuk melakukan hal itu, karena dia tahu, kalau Aleta pasti masih merasa kesakitan atas perbuatannya semalam.
Selesai memperbaiki handuknya, Aleta kembali mengangkat mukanya, dan baru menyadari kalau Faris sedang memperhatikannya, dengan tatapan yang sudah terlihat sangat aneh. Dengan buru-buru Aleta langsung memilih untuk pergi dari depan pintu kamar mandi, tanpa berkata apa-apa menuju lemari pakaian.