
Faris memilih untuk tunggu di luar, karena dia sudah sangat tidak tahan melihat penampilan istrinya, yang begitu menggoda dengnan beberapa dres yang dia coba tadi, dan Aleta yang menyadari tingkah suaminya, langsung buru-buru keluar dari ruang ganti, setelah memakai pakaian gantinya.
"Sayang,, Tante Mey belum mau pulang, Tante Mey masih mau lihat-lihat sepatu juga tas,,!" Kata Alira setelah Aleta keluar dari kamar ganti.
"Ya sudah Ma,, kalau gitu Mama sama Tante lihat-lihat dulu,,! Aku mau keluar lihat Mas Faris." Jawab Alita sambil tersenyum kepada Mama Mertuanya.
"Ya sudah kalau gitu,,!" Kata Alira dan langsung melangkah menyusul Meymey, Melda, dan Almira yang sedang melihat-lihat tas, juga sepatu-sepatu bermerek.
Sampainya di luar, Aleta langsung menarik nafas legah, setelah melihat Faris sedang duduk di sofa yang ada di luar, sambil menundukan kepalanya, dengan buru-buru Aleta langsung menghampiri Faris dan segera memanggilnya.
"Maaas,,!" Panggil Aleta yang membuat Faris segera mengangkat mukanya, dan menatap Aleta dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Ayo kita pergi dari sini,,!" Kata Faris sambil menarik tangan Aleta, setelah Aleta berada di depannya, dan mereka langsung pergi menuju lift.
"Tapi bagaimana dengan Mama dan yang lain,,?" Tanya Aleta sambil terus melangkah mengikuti suaminya.
"Biar kita tunggu mereka di dalam mobil,,!" Jawab Faris dengan nada suara yang terdengar semakin aneh di kuping Aleta.
Faris membawa Aleta masuk ke dalam lift, dan setelah pintu lift tertutup, tanpa menunggu lama Faris yang sudah seperti predator kelaparan, segera berbalik menghadap Aleta, dan menyerang Aleta dengan ciuman yang begitu berhasrat.
Aleta terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya itu, tapi tidak lama dia pun langsung membalas ciuman Faris, karena mendapat respon dari istrinya, membuat Faris semakin buas melahap bibir seksi Aleta, dan itu membuat Aleta jadi kewalahan dan hampir tidak bisa bernafas.
Faris sudah hilang kendali, sampai-sampai dia tidak berfikir, kalau itu bukanlah tempat yang tepat untuk dia melampiaskan, hasratnya yang sudah semakin menggila itu. Faris tidak memberikan Aleta kesempatan untuk bersuara juga bernafas, tapi Aleta yang masih berfikir jernih, segera memalingkan wajahnya kemudian berkata.
"Maaas,, ini di lift,,! Nanti ada yang melihat kita,,!" Kata Aleta dengan nafas yang sudah tidak teratur.
Sedangkan Faris yang tidak kalah ngos-ngosan, langsung menenggelamkan wajahnya di pundak Aleta. Kemudian tanpa berkata apa-apa, dia mengecup pipi Aleta dan berbisik.
"Aku tidak bisa menahan lebih lama lagi,,!" Bisikan Faris dengan suara seraknya.
Tidak lama dari itu, pintu lift pun terbuka, menyadari pintu lift sudah terbuka, Faris yang masih terus menyadarkan wajahnya di pundak Aleta, segera mengangkat mukanya, kemudian menarik tangan Aleta keluar dari lift menuju parkiran mobil.
Sampainya di samping mobil mewahnya, Faris segera menyuruh Aleta untuk masuk ke dalam mobil, dan setelah mereka berdua sudah berada di dalam mobil, tidak pakai menunggu lama Faris langsung melajukan mobilnya, menuju apartemennya tanpa berkata apa-apa kepada Aleta.
"Mas, kita mau kemana,,?" Tanya Aleta sambil menatap suaminya yang sedang fokus ke depan, dengan tampang seperti predator yang siap menerkam mangsanya.
"Kabari Mama kalau kita pergi duluan, karena aku ada urusan penting,,!" Kata Faris kepada Aleta, dan Aleta yang sudah mengerti situasinya, hanya menuruti apa yang di katakan Faris.
Faris membawa Aleta ke apartemennya. Sampainya di dalam apartemen, Feris yang sudah mandi keringat karena menahan hasratnya sejak tadi, segera mengunci pintu apartemen dan langsung menyerang Aleta, dengan ciuman yang membabi buta. Dan Aleta pun tidak tinggal diam.
Aleta mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya, dan berusaha untuk mengimbangi aksi suaminya, namun Aleta yang belum terlalu mahir, tidak mampuh untuk menangkis serangan suaminya yang semakin menggila itu.
Aleta sangat terkejut sampai dia tidak bisa berfikir apa-apa, dan di saat dia masih bingung dengan kebrutalan suaminya itu, Faris yang sudah seperti orang kesetanan, langsung menyerang bagian-bagian sensitifnya, dan membuatnya langsung lemah.
Aleta mendesah dengan kerasnya, di saat Faris menjelajahi setiap bagian sensitifnya, sudah beberapa kali Aleta melakukan hal itu dengan suaminya, tapi baru kali ini, dia merasakan kenikmatan yang begitu luar biasa, sehingga membuatnya lemah tak berdaya.
Aleta menjambak dan menekan kepala Faris, di saat wajah Faris tenggelam di bawah sana, dan Faris pun semakin menggila dengan respon Aleta yang menuntut itu. Faris si kutub utara, begitu perkasa dan pandai memperlakukan wanita di atas tempat tidur. Dan Aleta sangat tidak berdaya di buatnya.
Hampir dua jam pertempuran itu berlangsung. Dengan senyum kepuasan di wajah tampannya, Faris terlentang di samping Aleta sambil menatap wanita cantiknya, yang sudah tidak berdaya di sampingnya.
Aleta yang menyadari tatapan Faris, segera menarik selimut menutupi seluh tubuhnya, sambil memejamkan mata, dia tidak sanggup menatap Faris yang sedang menatapnya sambil tersenyum, apalagi dengan keadaan Faris, yang tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh kekarnya itu.
"Kamu kenapa,,?" Tanya Faris sambil meraih tangan Aleta, yang sedang menggenggam selimut di bagian dadanya.
"Aku maluu,,!" Jawab Aleta yang membuat Faris langsung terkekeh.
"Kenapa kamu harus malu,,?" Tanya Faris sambil tersenyum.
"Kamunya jorook,,!" Jawab Aleta sambil menatap Faris dengan kening yang berkerut.
"Biariin,,! Tapi kamu suka kan,,?" Tanya Faris sambil mengedipkan sebelah matanya.
Mendengar kata-kata Faris barusan, wajah Aleta yang putih, seketika berubah menjadi merah saking malunya. Aleta sangat malu, apalagi dia teringat dengan desahannya yang begitu keras terdengar di dalam kamar itu tadi.
"Mau lagi,,?" Tanya Faris kembali, sengaja menggoda Aleta.
Mendengar pertanyan Faris yang ke dua, membuat Aleta langsung mencubit perut Faris sambil berkata.
"Hiiiiii,, dasar mesuum,,!" Kata Aleta sedikit kesal dan membuat Faris kembali terkekeh.
Setelah beberapa menit bercanda, Faris dengan penuh kasih sayang, mengangkat kepala Aleta dan meletakan di atas lengannya sambil berkata.
"Terima kasih atas semuanya, mungkin aku belum bisa untuk memberikanmu segalanya, tapi aku janji, hati dan tubuh ini, akan aku jaga selamanya hanya untukmu." Kata Faris yang membuat Aleta jadi terharu.
"Aku tidak butuh apa-apa mas,, yang aku butuh, hanyalah cinta dan kesetianmu." Jawab Aleta dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Melihat mata Aleta yang sudah mulai basah, Faris langsung menarik Aleta untuk memeluknya, dan Aleta pun dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya, langsung memeluk Faris sambil memejamkan matanya, begitupun dengan Faris.
Aleta sangat bahagia menemukan pendamping hidup seperti Faris, walaupun dia laki-laki yang mempunyai libido tinggi, tapi dia selalu bisa membuat Aleta merasa menjadi wanita yang sangat beruntung.