
Faris dan Aleta memilih untuk beristirahat sebentar di apartemen, dan setelah melihat jam di ponselnya sudah menunjukan pukul 6 tepat, Faris segera bangun dan terduduk, kemudian membangunkan Aleta yang masih terlelap di sampingnya.
"Al,, Aleta,, bangun sayang,,! Ini udah jam 6,,! Kita harus pulang,,! Kata Faris sambil beranjak turun dari tempat tidur.
Dan Aleta yang sudah membuka matanya menatap Faris, langsung bergegas untuk turun dari tempat tidur, tapi tiba-tiba dia langsung berteriak, dan membuat Faris yang berdiri tepat di hadapannya, seketika langsung kaget juga panik.
"Aaaaaaoooo,," Teriak Aleta.
"Kamu kenapa,,?" Tanya Faris panik sambil berjongkok memegang pundak Aleta dan menatap Aleta dengan tatapan hawatir.
"Sakiiit Maas,,!" Jawab Aleta dengan mukanya yang asam.
"Ini perih Bangaat,,!" Tambah Aleta sambil merabah bagian yang dia maksud.
Faris yang sudah mengerti, langsung menatap istrinya dengan tatapan penuh bersalah, kemudian, dengan penuh kasih sayang, Faris mengecup pucuk kepala Aleta dan berkata.
"Ya sudah,, sekarang kamu mandi ya,,! Selesai mandi baru di obatin." Kata Faris.
"Maaas,, gendong yaaa,,? Soalnya perih bangaaat,,!" Rengek Aleta yang membuat Faris mengangguk sambil tersenyum.
Faris dengan segera langsung menggendong Aleta menuju kamar mandi, dan sampainya di dalam kamar mandi, tanpa menunggu lama mereka segera membersihkan badan mereka. Faris memilih mandi membelakangi Aleta, karena dia tidak ingin terpengaruh dengan melihat tubuh Aleta, yang sangat
seksi dengan tanpa sehelai benangpun.
Sedangkan Aleta yang sedang menatap Faris dari arah belakang, langsung tersenyum karena dia merasa lucu denga tingkah Faris. Aleta dan Faris, sudah tidak merasa malu ataupun sungkan, dengan keadaan terbuka di hadapan masing-masing.
Selesai mandi, Faris segera meraih handuk untuk mengeringkan tubuhnya, kemudian handuk itu dia lingkarkan di pinggangnya tanpa menatap Aleta sama sekali. Aleta yang juga sudah selesai mandi, langsung berfikir untuk mengerjai suami tampannya itu.
Dengan suara manjanya, Aleta memanggil Faris untuk meminta bantu mengambilkan handuknya, yang tergantung di gantungan pintu.
"Maaaas,, tolong ambilkan handuk akuuu,," suara Aleta yang terdengar begitu manja.
Dengan segera Faris pun mengambil handuk yang di maksud Aleta, dan memberinya kepada Aleta tanpa menatap Aleta sama sekali. Namun Aleta tidak menerima handuk yang di berikan suaminya itu, tapi dia malah merengek meminta Faris untuk pakaikan di tubuhnya.
"Maaaas,, tolong pakaikan dooong,," kata Aleta yang membuat Faris seketika jadi menegang.
Faris yang sejak tadi sudah gelisah karena mandi bersama dengan istrinya, langsung menegang di saat Aleta memintanya untuk makaikan handuk di tubuh seksinya itu. Faris kecil yang tadinya terkulai lemas, seketika langsung bangkit di saat tangan Aleta menyentuh pergelangan tangannya.
"Ayoo dong Maaas,,!" Rengek Aleta sambil menarik-narik pergelangan Faris.
Walaupun sudah sangat terpengaruh dengan apa yang di lakukan Aleta, namun Faris berusaha untuk mengendalikan dirinya. Dengan posisi masih membelakangi Aleta, Faris menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan kemudian berkata.
"Kamu pakai sendiri saja,,!" Kata Faris.
"Nggga mauuu,, aku mau Mas yang melakukannya,,!" Rengek Aleta lagi sambil mengusap-ngusap punggung Faris, dan itu membuat Faris semakin tersiksa.
Wajah Faris yang putih seketika berubah menjadi merah, nafasnya memburu, juga keringat mulai mengalir membasahi wajahnya, namun dia tetap berusaha untuk mengendalikan hasratnya, tapi Aleta yang tidak mengerti keadaan suaminya tidak menyerah, dia terus dan terus merengek, sampai akhirnya pertahanan Faris pun runtuh.
"Maaaas,, Maas ayooo,,! Ayo pakaikan,,!" Rengek Aleta untuk yang kesekian kalinya.
Dengan gerakan cepat juga tatapan memangsa, Faris berbalik dan langsung menyerang Aleta dengan ciumannya yang begitu buas, dan karena dorongannya terlalu kuat, sehingga membuat Mereka berdua langsung terjatuh ke dalam Bhat uup, yang berada tepat di belakang Aleta.
Aleta sangat kaget dengan apa yang sedang terjadi, sambil berteriak, dia berusaha mendorong tubuh kekar Faris yang sudah menindihnya itu, tapi Faris yang sudah seperti predator liar, tidak memperdulikan teriakan Aleta sama sekali.
"Maaas,,! Maaaas,,! Mas Fariiis sakiiiit,,!" Teriak Aleta setelah Faris kecil sudah kembali menerobos masuk.
Faris yang sudah hilang kendali, berpacu dengan kencangnya tanpa memperdulikan teriakan Aleta. Dan lama-kelamaan, Aleta yang tadinya berteriak sambil mendorong Faris untuk menjauh, kini sudah mendesah dengan kencangnya, sambil mengusap-ngusap punggung suaminya yang sedang bekerja keras di atasnya.
Hanya setengah jam Faris berpacu, dan semburan lahar hangat pun keluar memenuhi rahim Aleta, dan setelah itu, dengan nafas yang memburu seperti orang baru selesai berlari, memutar lapangan sebanyak 20 kali, Faris terduduk di hadapan Aleta, sambil menatap Aleta yang masih terlentang di dalam bath uup, dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Sedangkan Aleta yang terkulai lemas di dalam bath uup, tidak mampuh untuk bangun, karena sekujur tubuhnya terasa remuk, juga di bagin bawahnya terasa amat perih, dan Faris yang menyadari semua itu, segera bangkit dari duduknya. Faris dengan segera langsung menyetel air hangat dan meraih shower, kemudian dengan penuh perhatian Faris membersihkan seluruh tubuh Aleta.
Aleta yang masih tetap tergeletak di dalam bath uup, hanya menutup wajahnya dengan ke dua tangannya, sambil sesekali berteriak di saat tangan Faris mengenai bagian bawahnya yang sudah sangat membengkak itu.
Aleta menutup wajahnya, karena dia sangat malu terhadap suaminya, Aleta sangat malu karena dia menyadri reaksinya di saat di sentuh Faris, yang awalnya menolak tapi ujung-ujungnya mendesah dan meminta lebih, dan Faris yang sudah menyadarinya, hanya tersenyum tanpa bersuara.
Selesai membersihkan tubuh Aleta, Faris pun segera membersihkan tubuhnya yang sudah mandi keringat itu, dan selesai mandi, dia langsung memakai handuknya, dan kemudian dia membantu Aleta untuk bangun.
Aleta yang sudah berdiri di hadapan Faris, hanya terdiam sambil menundukan wajahnya, karena dia sangat malu menatap wajah suaminya, dan Faris yang sedang mengeringkan tubuh Aleta, dengan handuk di tangannya hanya tetap tersenyum.
Dalam hati kecil Faris, dia sangat merasa puas juga bahagia memiliki Aleta, karena semua yang dia inginkan telah Aleta berikan, apalagi dia adalah laki-laki pertama dalam hidup Aleta, dan itu yang membuat dia sangat mencintai dan menghargai wanita cantiknya itu.
Faris menggendong Aleta melangkah menuju tempat tidur, sambil menatap wajah cantik istrinya itu, dan Aleta sangat malu dengan tatapan suaminya, sehingga dia kembali menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya, yang membuat Faris langsung terkekeh karena merasa lucu, dengan tingkah istrinya yang seperti anak kecil.
"Hahahahha"
"Kamu seperti anak kecil tau ngga,,?" Kata Faris yang membut Aleta semakin malu.