CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 44. Beban Yang Di Tanggung Faris.


Aleta sangat penasaran juga hawatir dengan rahasia Faris yang belum dia ketahui, dengan perasaan yang gelisah, Aleta memilih untuk menatap ke luar melewati kaca mobil, sedangkan Faris yang sedang menyetir di sampingnya, juga sangat hawatir kalau Aleta tidak mau menerimanya, setelah Aleta mengetahui rahasi, yang selama ini dia sembunyikan dari semua orang, termasuk keluarga besarnya.


Sampainya di depan Kampus, Faris langsung menyuruh Aleta untuk turun, karena Faris harus ke kantornya sebentar, tapi di saat dia sedang berbicara dengan Aleta, tiba-tiba Alex sahabatnya mengetuk-ngetuk kaca mobilnya, dan membuat dia segera turun dari mobil.


Setelah Faris keluar dari mobil, Aleta pun langsung membuka pintu mobil dan hendak keluar, tapi tiba-tiba ponsel Faris yang berada di sampingnya berbunyi tanda ada pesan masuk, Sebenarnya Alet tidak pernah mencari tahu tentang apapun di ponsel Faris, tapi setelah Faris mengtakan kalau ada rahasianya yang belum Aleta ketahui, membuat Aleta merasa sangat penasaran.


Dengan perlahan-lahan Aleta meraih ponsel Faris, dan membuka pesan yang baru masuk itu, dan setelah membaca pesan itu, Aleta semakin hawatir dan penasaran dengan suaminya, tapi karena dia takut di ketahui oleh Faris, akhirnya dengan buru-buru dia langsung meletakan kembali ponsel Faris, setelah dia menyimpan nomor yang mengirim pesan itu dan menghapus pesannya.


"Aku ke dalam dulu ya Mas,,!" Kata Aleta kepada Faris yang sedang mengobrol dengan Alex.


"Iya,,!" Jawab Faris sambil menatap istri cantiknya itu.


Selesai mengobrol dengan Alex, Faris kemudian melajukan mobil mewahnya menuju Kantor, dengan memakai kaca mata hitam, Faris menyetir sambil memikirkan bagaimana cara dia, menjelaskan semuanya kepada Aleta nanti.



Tapi tiba-tiba fikiran Faris tertuju kepada seseorang, dan tanpa menunggu lama, Faris segera meraih ponselnya dan menghubungi orang itu.


"Halo Faris,, jam berapa kamu ke sini,,?" Suara wanita dari balik telfon.


"Mungkin aku ngga ke situ lagi, sebentar sore aku akan mengajak istriku ke puncak,,! Dan aku akan menjelskan semua padanya di sana." Jawab Faris.


"Apa kamu sudah siap,,?" Tanya wanita itu yang membuat Faris kembali ragu.


"Sebenarnya aku belum siap,,!" Jawab Faris.


"Kalau kamu belum siap, datanglah ke sini,,! Biar kamu tidak menyiksa dirimu sendiri." Kata wanita itu.


Akhirnya Faris pun mengiyakan kata-kata wanita itu, dan dia juga mengurungkan niatnya untuk pergi bersama Aleta ke puncak, Faris sudah memutuskan untuk ke tempat wanita itu pukul 10 nanti, baru setelah itu dia pergi menemui Aleta di Kampus.


Faris sampai di kantornya tepat pukul 9 pagi, tanpa menunggu lama dia langsung mengerjakan pekerjaannya, karena satu jam lagi dia harus pergi ke tempat wanita yang tadi berbicara dengannya di telfon, untuk urusan yang sangat penting.


Sedangkan Aleta yang sedang menunggu kedatangan Dosen di dalam ruangan, memilih pergi ke toilet, karena dia ingin menelfon nomor yang tadi dia ambil dari ponselnya Faris.


("Haloo,, Suara seorang wanita dari balik telfon.


("Halooo,, maaf mba udah mengganggu,,!"Kata Aleta.


("Ooo iya ngga apa-apa,, lagian aku juga ngga terlalu sibuk." Jawab wanita itu.


("Kalau boleh tahu, ini dengan siapa,,?" Tanya wanita itu.


("Aku Aleta, istrinya Faris." Jawab Aleta.


("Ooo Aleta,,? Aku Dr Rani, Dr pribadi Keluarga Permana." Jawab Dr Rani yang membuat Aleta semakin penasaran.


("Iya sayang,, kamu hari itu cantik bangat lo,,!" Kata Dr


Rani memuji Aleta.


("Makasih Tan, atas pujiannya." Jawab Aleta.


("Iya sayang,, ngomong-ngomong ada perlu apa sampai kamu menelfon Tante,,?" Tanya Dr Rani.


("Gini Tan,, sebelumnya aku minta maaf karena sudah lancang membaca pesan Tante, di ponsel Faris tadi,,! Dan tanpa Faris tahu, aku menyimpan nomor Tante, karena aku penasaran bangat sama dia,,! Soalnya kata dia, ada sesuatu hal yang ingin dia kasih tahu sama aku." Kata Aleta.


("Aku penasaran bangat, dan setelah baca isi pesan Tante tadi, aku tambah penasaran dan mau tanya,,! itupun kalau Tante ngga keberatan.


(" Ngga keberatan ko sayang, mungkin lebih baik Tante jelaskan sama kamu, sebab Faris juga ngga tahu bagaimana mau jelaskan sama kamu,,!" Tambah


Dr Rani yang membuat Aleta semakin hawatir dan penasaran.


Dengan segera, Dr Rani memnjelaskan semua tentang masalah terbesar dalam hidup Faris, yang tidak di ketahui oleh siapapun selain Dr Rani, dan Aleta yang mendengarnya sangat terpukul juga terharu, karena demi tidak menyakitinya, Faris rela menanggung semuanya sendiri, bahkan dia rela untuk melakukan hal yang dapat membahayakannya.


Aleta sangat berterima kasih pada Dr Rani, yang sudah memberitahukan segalah masalah yang sedang di hadapi suaminya, dan setelah selesai mengobrol dengan Dr Rani, Aleta memutuskan untuk langsung menghubungi suaminya.


("Halo sayang,,!" Suara Faris dari balik telfon.


("Mas,, kamu ngga usah ke tempat Tante Rani lagi,,!" Kata Aleta yang membuat Faris bingung juga kaget.


("Kamu tahu dari mana kalau aku mau ke tempat Tante Rani,,?" Tanya Faris bingung.


("Aku udah tahu semuanya mas,,! Tadi di mobil aku membaca pesan dari Tante Rani di ponsel kamu,,! Dan aku langsung menyimpan nomor Tante Rani,,! Aku baru saja selesai bicara dengan Tante Rani, dan Tante Rani sudah memberitahukan semuanya sama aku,,!" Kata Aleta yang membuat Faris langsung terdiam.


("Aku sudah tahu kalau kamu punya libido yang tinggi, dan tidak bisa terkendali kalau kamu tidak meminum obat yang di berikan Tante Rani." Tambah Aleta.


("Aleta, sebenarnya aku bisa mengendalikannya sebelum aku ketemu kamu,,! Tapi setelah aku ketemu kamu dan melakukan itu, aku sudah tidak mampuh untuk mengendalikan diri,,! Makannya itu, aku meminta obat dari Tante Rani. Dan tidak ada yang tahu tentang hal itu." Kata Faris yang membuat Aleta langsung kasihan padanya.


("Mas,, tapi kamu kan tahu, kalau obat yang kamu komsumsi itu dapat membahayakan kesehatan kamu,,!" Kata Aleta.


("Iya aku tahu,,! Tapi tidak ada pilihan lain, dan apa yang aku alami ini tidak bisa di hilangkan, karena ini akibat dari kandungan obat yang pernah di konsumsi Papa sebelum aku ada, dan kandungan obat itu sudah tercampur dalam darahku,,!" Jelas Faris.


"Mas,, apapun alasannya, kamu tidak bisa mengambil pilihan yang dapat membahayakan kesehatan kamu,,! Aku sangat mencintaimu,,! Dan aku siap melakukan apapun demi kamu,,!" Kata Aleta yang membuat Faris langsung terharu.


"Makasih sayang,,! Kalau gitu sebentar kita ke vila ya,,?" Kata Faris dan Aleta langsung mengiyakannya.


Aleta rela melakukan apapun, karena dia sangat takut dengan apa yang di katakan Dr Rani tadi, kalau Faris tidak menkonsumsi obat, dan dia tidak melepaskan hasraynya kepada Aleta, bisa-bisa Faris akan melampiaskannya kepada wanita lain.


Aleta tidak bisa membayangkan kalau sampai suaminya melakukannya dengan wanita lain, apalagi dia tahu, kalau banyak sekali wanita yang tergila-gila dengan Faris, dan mereka pasti akan dengan senang hati melakukan apa yang Faris minta.