
Mendengar apa yang di katakan oleh Melda, membuat Reza langsung emosi. Reza yang tadinya hanya terdiam mendengar omelan Melda, segera memutuskan sambungan telefonnya, dan langsung mengangkat pakaian dalam wanita yang ada di depannya sembarangan, tanpa tahu ukuran yang pas buat Melda.
Pelayanan toko, Reno dan ketiga temannya yang sedang memperhatikan Reza, merasa sangat bingung dengan sikap Reza. Dan karena merasa penasaran, Reno langsung melangkah mendekati Reza dan bertanya.
"Ada apa Za,,?" Tanya Reno.
"Ngga ada apa-apa. Aku hanya lagi kesal dengan Melda yang selalu saja menyalahkan aku, dan berbicara sembarangan. Dia tidak pernah berterima kasih, padahal aku sudah bersusah payah untuk menolongnya." Jawab Reza tanpa menatap Reno yang sudah berada di sampingnya.
Mendengar jawaban Reza, membuat Reno Semakin bingung dengan hubungan antara Reza dan Melda. Dan tanpa menunggu lama dia pun langsung bertanya.
"Sebenarnya hubungan antara kamu dan Melda itu apa sih Zaa,,?" Tanya Reno dengan tatapan mencari tahu.
"Mengapa kamu bertanya seperti itu,,?" Tanya balik Reza sambil menatap Reno dengan tatapan yang sangat dingin.
"Ya aku hanya mau tahu aja, soalnya kamu tu sangat perhatian sama dia." Kata Reno sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Ngga ada hubungan yang spesial, aku tu hanya berniat menolongnya. Dan aku melakukan semua itu, karena dia itu adik dari suami adiku." Jawab Reza dan langsung menyerahkan, beberapa pasang pakaian dalam wanita yang berada di tangannya, kepada karyawan toko yang ada di depannya.
Mendengar jawaban Reza, membuat Ririn jadi semakin bersemangat untuk mendekati Reza. Sebenarnya dia sudah sedikit kecewa di saat tadi Reza mau membelikan pakaian buat Melda. Tapi setelah mengetahui hubungan antara Reza dan Melda, akhirnya Ririn jadi semakin bertekat untuk bisa memiliki Reza.
Selesai membayar pakaian yang sudah terisi di dalam kantong, tanpa berlama-lama Reza pun langsung melangkah menuju sebuah tokoh yang tidak jauh dari situ. Sedangkan Reno, dia langsung menghampiri teman-temannya dan berkata.
"Setelah ini kalian mau kemana,,? Soalnya aku sama Reza mau langsung pulang." Kata Reno setelah berada di depan teman-temannya.
"Kita mau membeli sayuran. Ya sudah kalau begitu kita pergi dulu, nanti malam kita ke rumah kamu ya,,?" Kata Teri dan Reno langsung tersenyum sambil mengangguk.
Setelah ketiga temannya pergi, dengan segera Reno langsung menyusul Reza ke dalam tokoh. Dan sampainya di sana, Reno jadi kaget juga bingung karena melihat Reza sedang membeli pembalut wanita.
Reno yang melihat itu merasa sangat lucu, karena ini kali pertama buat dia, melihat seorang laki-laki segagah Reza mau membelikan semua kebutuhan wanita bahkan pembalut. Dan seketika Reno juga merasa kurang yakin dengan perkataan Reza tadi, kalau dia tidak punya hubungan yang spesial dengan Melda. Sebab apa yang Reza katakan sangat bertolak belakang dengan apa yang dia lakukan.
Setau Reno kalau laki-laki yang tidak punya perasaan yang spesial kepada wanita, dia tidak akan rela melakukan hal memalukan seperti yang sedang Reza lakukan. Apalagi Reza itu bukan tipe laki-laki yang perhatian.
Setelah semuanya sudah di belikan, Dengan segera mereka berdua langsung melangkah menuju terminal. Dalam perjalanan pulang, Reno tidak henti-hentinya memikirkan hubungan antara Reza dan Melda, karena perhatian yang Reza berikan kepada Melda itu sudah sangat berlebihan, walaupun Reza sudah katakan kalau apa yang dia lakukan itu hanya karena ingin membantu Melda.
Hampir satu jam dalam perjalanan, akhirnya Reza dan Reno sampai juga di depan rumah Tante Mawar. Reza turun dari angkot dan langsung melangkah masuk ke dalam rumah dengan tampang yang sangat datar. Dan Reno yang sudah menyadari kalau Reza sedang marah, hanya melangkah mengikuti Reza dari belakang tanpa bersuara.
Sampainya di dalam mereka berdua sudah di sambut oleh Tante Mawar dan suaminya. Dengan kata-kata yang begitu ramah, Tante Mawar dan suaminya langsung menyuruh Reza dan Reno untuk sarapan, karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 dan mereka belum sempat sarapan di saat mereka pergi ke pasar pagi tadi.
"Iya kalian sarapan dulu,,! Dari tadi pagi kan kalian belum sempat sarapan." Sambung suami Tante Mawar.
"Iya Zaa,, kita sarapan dulu,,! Soalnya aku tu sudah sangat lapar." Kata Reno sambil meraba perutnya.
Dan dengan segera mereka berdua langsung melangkah menuju dapur, dan di ikuti Tante Mawar dari belakang. Sampainya di dapur, Reza yang sudah duduk menghadap meja makan, tiba-tiba langsung terdiam di saat mendengar perkataan Tante Mawar.
"Kasihan Melda, sejak pagi tadi dia terus menangis di dalam kamar karena dia sedang kesakitan. Dan dia tidak mau keluar dari kamar, bahkan dia ngga mau sarapan." Kata Tante Mawar yang membuat Reza semakin terdiam seperti patung.
Tante Mawar berbicara sambil menyiapkan makanan di atas meja buat Reza dan Reno. Setelah makanan sudah siap di atas meja, tanpa menunggu lama Reno yang sudah seperti orang kelaparan itu, langsung mengisi piringnya dengan beberapa menu yang ada di atas meja. Sedangkan Reza, dia masih saja terdiam dan dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Tanpa berkata apa-apa, Reno yang sudah selesai menimba makanan ke dalam piringnya langsung berdoa dan mulai makan. Dan di saat dia mengangkat mukanya menatap Reza yang seperti patung di hadapannya itu, dia langsung menghentikan makannya dan berkata.
"Zaa,, kamu lagi mikirin apa,,? Ayo makan,,!" Kata Reno yang tidak terlalu jelas karena makan masih penuh di dalam mulutnya.
"Kamu duluan saja,,!" Kata Reza dan segera berdiri dan meraih kantong yang tadi dia bawa, kemudian melangkah keluar dari dapur meninggalkan Reno yang sedang menatapnya dengan tatapan yang bingung.
Reza melangkah menuju kamar yang di tempati Melda. Sampainya di depan pintu kamar, dia langsung mengetuk pintu tanpa bersuara. Dan Melda yang sedang kesakitan di atas tempat tidur, hanya menjawab dengan suara yang terdengar sangat berat.
"Masuuuk." Suara Melda dari dalam kamar.
Setelah mendengar suara Melda yang begitu berat, membuat Reza langsung membuka pintu kamar dan langsung masuk. Dan seketika dia langsung terkejut karena melihat Melda sedang berjongkok di atas tempat tidur, dengan darah yang sudah memenuhi celananya juga pengalas tempat tidur.
Reza yang sudah terlihat panik, segera melangkah buru-buru menuju tempat tidur sambil bertanya.
"Kamu kenapa,,?" Tanya Reza sambil meraih pundak Melda untuk bangun.
Melda Yang masih merasa kesal dengan Reza, tidak menjawab apa-apa. Dia bangun dan terduduk di atas tempat tidur sambil terus memejamkan matanya, karena merasa sangat kesakitan. Dan Reza yang sudah tahu kalau Melda sedang marah padanya kembali bersuara.
"Perut kamu sakit,,?" Tanya Reza lagi tapi Melda tetap tidak menjawab.
Karena Melda tetap tidak mau untuk bicara, akhirnya dengan terpaksa Reza pun langsung meminta maaf padanya, atas apa yang sudah dia lakukan tadi. Reza adalah orang yang tidak mudah untuk meminta maaf kalau dia merasa tidak salah. Tapi karena melihat keadaan Melda, membuat Reza terpaksa harus mengalah.
"Aku minta maaf kalau aku sudah berbuat salah." Kata Reza sambil mengusap-usap punggung Melda.
Mendengar apa yang baru saja Reza katakan, membuat Melda yang tadinya hanya terdiam sambil memejamkan mata, tiba-tiba langsung menangis dengan begitu kerasnya.