CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 28. Kekecewaan Alira terhadap Putranya.


Mendengar penjelasan Almira, tanpa menunggu lama Alira dan Fahri langsung bersiap-siap untuk berangkat ke apartemennya Faris. Alira dan Fahri yakin kalau putra mereka itu sedang dalam masalah besar, sampai dia terluka seperti apa yang di katakan adiknya itu.


Alira dan Fahri berangkat tanpa membawa Almira, mereka memilih untuk menitipkan Almira pada Meymey, karena Fahri dan Alira tidak ingin Almira mendengar juga mengetahui apa yang di lakukan Faris.


Sedangkan Aleta yang baru bangun langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, dan dia tidak ingin mengganggu Faris yang masih tetap terlelap di atas tempat tidur.


Aleta melangkah menuju kamar mandi dengan langkah yang sudah tidak normal, karena bagian bawahnya sudah sangat bengkak dan lecet yang di sebabkan oleh Faris semalam, dan Aleta selalu seperti itu setelah selesai bertempur dengan Faris.


Faris adalah laki-laki yang mempunyai kesempurnaan luar dalam seperti papanya Fahri, jadi setiap kali mereka bertempur, pasangan mereka yang selalu menyerah dan k,o duluan.


Sampainya di dalam kamar mandi, Aleta memilih untuk merendamkan tubuhnya di dalam bat-up dengan air hangat, karena apa yang di lakukan Faris semalam membuat seluruh tubuh Aleta terasa sakit, juga di bagian bawahnya yang sudah terasa sangat nyeri.


Sambil berendam Aleta memikirkan Faris yang begitu perkasa, dalam diam dia sangat mengagumi laki-laki yang sangat dia cintai itu, karena Faris selalu membuatnya tidak berdaya di atas tempat tidur.


Hampir satu jam perjalanan akhirnya Fahri dan Alira tiba di depan apartemennya Faris, selesai memarkirkan mobil mewah mereka, Alira dan Fahri langsung melangkah menghampiri pintu apartemen. Alira menekan bel pintu berulang-ulang tapi tidak ada yang membuka ataupun menjawab.


Akhirnya tanpa menunggu lama, Alira yang sudah hafal dengan kode pintu apartemen anaknya, langsung menekan beberapa tombol yang membuat pintu langsung terbuka. Sedangkan Faris masih tetap terlelap di atas tempat tidur, dan Aleta yang sedang berendam di dalam bat-up juga sudah terlelap.


Fahri dan Alira masuk dengan langkah buru-buru menuju kamar tidurnya Faris, dan sampainya di depan kamar, Alira langsung mengetuk pintu sambil memanggil-manggil nama Faris dengan nada yang cukup keras.


"Faris,,! Fariiiis,,! Fariiis,,! Panggil Alira sambil mengetuk pintu dengan kerasnya.


Dan panggilan Alira yang ke tiga itu membuat Faris langsung terbangun dan duduk sambil mengucek-ngucek matanya, tapi setelah menyadari kalau itu suara mamanya, Faris dengan segera langsung turun dari tempat tidur sambil memakai celana pendeknya, kemudian dia langsung berlari menuju kamar mandi.


Sampainya di depan pintu kamar mandi, Faris langsung mengetuk pintu tanpa bersuara karena pintunya tidak bisa untuk di buka, dan ketukan pintu Faris itu membuat Aleta kaget dan langsung bangkit dari dalam bat-up, kemudian dengan buru-buru Aleta meraih handuk untuk menutupi tubuhnya.


Setelah memakai handuk, Aleta segera membuka pintu dan kaget dengan Faris yang buru-buru masuk, dan kembali mengunci pintu kemudian bersandar di pintu dengan tampang yang sangat aneh, dan ekspresi Faris itu membuat Aleta langsung bertanya.


"Ada apa,,,? Tanya Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan bingungnya.


"Ada mama di luar,,! Jawab Faris yang masih tetap bersandar di pintu dan membuat Aleta langsung panik.


"Terus bagaimana,,,? Tanya Aleta yang sudah mulai panik.


Tapi belum sempat Faris menjawab, Aleta sudah menarik lengannya karena suara mama dan papanya Faris sudah berada di dalam kamar, dan tidak berapa lama suara ketukan pintu kamar mandi pun berbunyi, dan di ikuti suara Alira yang memanggil nama mereka.


"Fariiis,, Fariiis,, kamu di dalam kan,,? Suara Alira yang terdengar sangat jelas.


"Faris,, ini mama sama papa,, ayo buka,,! Kata Alira lagi yang membuat Aleta yang sedang memegang lengan Faris semakin menegang.


Aleta sangat takut untuk menemui orang tua Faris dengan keadaan mereka berdua yang setengah telanjang itu, dia tidak tahu harus bagaimana dan berkata apa, di saat bertatap muka dengan orang tua Faris yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Faris, kamu ada di dalam kan,,? Buka pintunya,,! Kata Alira dengan nada yang sudah mulai kesal, karena tidak ada yang menjawab apalagi membuka.


"Ris,, buka pintunya nak,,! Aleta di mana,,? Suara Fahri yang begitu lembut.


Alira dan Fahri berfikir kalau yang ada di dalam kamar mandi itu hanya Faris, karena mereka sangat yakin kalau putra mereka yang sangat pendiam itu, tidak mungkin bersama dengan wanita di dalam satu kamar mandi.


Sebenarnya Faris ingin keluar sejak tadi, tapi karena Aleta selalu menahannya sambil membisikan dia, untuk tidak membuka pintu dengan tatapan memohon.


"Jangan buka pintu,,! Aku takuuut,,! Kata Aleta sambil menatap Faris yang juga sedang menatapnya.


"Terus sampai kapan kita di sini,,? Mama Papa aku ngga akan pergi sebelum temui aku. Kata Faris.


Faris sudah sangat hafal dengan sifat orang tuanya, terutama sifat mamanya yang tidak gampang menyerah, dan karena itu dia tidak mau terlalu lama di dalam kamar mandi, karena selama apapun mamanya akan menunggu sampai dia keluar.


Dengan perlahan Faris membuka pintu dan dia melihat mama dan papanya yang sudah berdiri di depan pintu, sedang menatapnya dengan tatapan membunuh, sedangkan Aleta dia memilih untuk berdiri di belakang Faris sambil terus menundukan kepalanya.


Aleta sangat gugup dan salah tingkah bertemu ke dua orang tua Faris dengan keadaan mereka yang seperti itu, karena di kamar mandi tidak ada pakaian juga juba mandi yang bisa di pakai, jadi mereka dengan terpaksa harus keluar dengan hanya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuh mereka.


"Apa yang kamu lakukan dengan Aleta,,? Tanya Alira lagi sambil menatap Faris dengan tatapan yang sangat tajam.


Setelah melihat Faris dan Aleta yang keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuh mereka, membuat Alira langsung marah karena dia yakin, kalau putranya itu sudah melakukan sesuatu hal yang tidak semustinya dia lakukan.


Alira sangat kecewa dengan apa yang di lakukan putranya itu, karena dia juga seorang wanita yang bisa merasakan, bagaimana perasaan wanita yang menyerahkan dirinya pada laki-laki tanpa ada ikatan pernikahan, kemudian dengan nada suara yang keras Alira kembali bertanya.


"Faris jawaaab,,! Sudah berapa kali kalian melakukan hal ituuu,,,? Teriak Alira yang membuat Aleta langsung meneteskan air mata di belakang Faris.


Sebenarnya Fahri yang sedang berusaha menenangkan Alira sejak tadi, tidak terlalu yakin kalau putranya lakukan hal yang seperti Alira fikirkan, tapi di saat melihat Aleta yang sudah meneteskan air mata, membuat Fahri langsung yakin kalau apa yang istrinya fikirkan itu memang benar.