CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 78. Tingkah Aleta Yang Aneh.


Pukul 8:30 pagi, Reza sudah selesai bersiap-siap. Dia akan berangkat ke Malaysia dengan pesawat jam 10. Taksi yang akan mengantarnya ke bandara, sudah menunggunya di depan apartemen Faris, tapi dia belum bisa untuk keluar karena Aleta tidak berhenti menangis sejak tadi.


Reza yang melihat kesedihan Aleta karena akan di tinggalkan olehnya, merasa tidak sanggup untuk meninggalkan adik perempuannya itu. Tapi terpaksa dia harus pergi, karena dia harus melaksanakan tugasnya, dan dia juga harus bertanggung jawab atas jabatannya, sebagai seorang menejer di perusahaan besar tempatnya bekerja.


Faris sejak tadi sudah berusaha membujuk Aleta untuk tidak menangis lagi, tapi air mata Aleta tidak henti-hentinya membasahi wajah cantiknya itu. Dengan tampang yang penuh beban, Reza duduk di samping Aleta, kemudian mulai memberikan pengertian kepada adik perempuannya itu.


"Aal,, Abang janji secepatnya akan menghampirimu ke Indonesia, kalau Abang sudah punya waktu luang." Kata Reza sambil mengusap kepala Aleta.


"Kapan Abang punya waktu luang,,? Pasti lama kan,,?" Tanya Aleta sambil menatap Reza dengan berlinang air mata.


"Aal,, kamu jangan kayak gini,,! Kalau kamu tidak berhenti menangis Abang akan berangkat dengan beban. Jujur Abang ingin selalu berada di sampingmu, tapi Abang masih punya tanggung jawab besar di Malaysia." Kata Reza.


"Dulu kamu selalu bilang, kalau Abang harus menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Apa kamu mau Abang meninggalkan tanggung jawab Abang,,?" Tambah Reza.


Mendengar kata-kata Abangnya, membuat Aleta jadi sadar dengan sikap kekanak-kanakannya. Sambil menghapus air matanya, Aleta menatap Reza kemudian berkata.


"Abang harus janji,, kalau Abang sudah punya waktu luang, Abang harus segera ke Indonesia menemuiku,,! Dan satu lagi, Abang jangan lupa telfon aku,,! Kalau sudah berada di Malaysia." Kata Aleta sambil menatap Reza dengan tatapan sedih.


"Abang janji. Tapi kamu juga harus janji, untuk menjaga diri juga ponakan Abang ini." Kata Reza sambil mengusap-usap perut Aleta yang masih rata itu.


Aleta kembali meneteskan air mata, setelah Reza menyentuh perutnya. Melihat Aleta yang kembali menangis, dengan segera Reza langsung memeluknya dan berkata.


"Maafkan Abang, karena Abang harus pergi meninggalkan kamu lagi. Tapi kamu harus tahu, Abang selalu merindukanmu, di saat kamu berada jauh. Orang yang paling Abang sayang di dunia ini hanya kamu adik Abang yang paling cantik." Kata Reza sambil memeluk Aleta dengan penuh kasih sayang.


"Aku juga sangat menyayangi Abang. Abang jangan lupa kasih kabar aku kalau suda di Malaysia,,!" Kata Aleta sambil melepaskan pelukannya dari Reza.


Aleta dan Faris mengantarkan Reza ke bandara. Sedangkan Boy, dia sedang sibuk mengurus segala keperluan mereka, karena pukul 4 sore nanti, mereka bertiga juga akan kembali ke Indonesia.


Aleta sudah tidak bersedih lagi. Dalam perjalanan ke bandara, Aleta tidak berhenti menanyakan kepada Reza, tentang kekasih Abangnya itu. Aleta merasa sangat penasaran, dan dia ingin tahu, apakah Abangnya itu sudah punya kekasih atau masih tetap menjomblo.


"Bang,, Abang sudah punya pacar,,?" Tanya Aleta.


"Ngga punya,," jawab Reza dengan santainya.


"Ko ngga ada terus,,? Abang tu semustinya sudah menikah, aku aja udah mau punya anak." Kata Aleta yang membuat Reza juga Faris, jadi saling menatap sambil tersenyum.


"Bang,, aku itu kesayangan Abang. Tapi Abang juga harus punya orang yang Abang cinta,,! Seperti aku, Abang adalah orang yang paling aku sayang, tapi aku juga punya seseorang yang sangat aku cinta." Kata Aleta sambil memeluk lengan Faris.


"Memangnya yang Abang mau wanita kaya gimana,,?" Tanya Aleta.


"Intinya sifatnya seperti kamu,, sabar, ngga banyak tingkah, dan kuat." Jawab Reza.


"Ya udah,, aku doain, semoga Abang cepat menemukan seperti yang Abang mau." Kata Aleta.


"Aamiin,," Jawab Reza.


"Aal,, ingat apa kata Dr,,! Kamu tu jangan terlalu cape, juga ngga boleh banyak fikiran." Kata Reza lagi sambil menatap Aleta.


"Iya Bang,, Abang juga harus jaga kondisi Abang,,!" Kata Aleta.


"Iya." Jawab Reza.


Sampainya di bandara, Reza langsung berpamitan kepada Aleta juga Faris, karena pesawat yang akan dia tumpangi, akan segera berangkat. Selesai berpamitan, Reza segera melangkah pergi meninggalkan Aleta, dan Faris yang sedang berdiri menatap kepergiannya.



Aleta menatap kepergian Reza dengan senyuman yang terukir di wajah cantiknya. Sedangkan Faris, dia menatap Reza dengan tatapan yang sangat murung. Faris seperti itu,


karena dia tahu kalau Reza sangat sedih berpisah kembali dengan adiknya. Tapi Reza berusaha menyembunyikan semua itu dari Aleta, karena dia tidak mau mambuat Aleta bersedih.


Setelah Reza sudah tidak terlihat, Faris segera mengajak Aleta untuk kembali ke apartemennya, karena Boy sudah mengirim pesan kalau dia sudah dalam perjalanan ke apartemen Faris.


Sampainya di apartemen, mereka bertiga memilih untuk duduk mengobrol di ruang depan. Boy menunjukan kepada Faris semua yang sudah selesai dia urus. Dan setelah itu, Boy langsung pamit pulang ke hotel tempat dia menginap, untuk membereskan barang-barangnya yang belum selesai di bereskan.


Setelah Boy pergi, tinggal Aleta dan Faris. mereka duduk bersebelahan sambil fokus dengan ponsel mereka masing-masing. Faris sedang fokus membalas pesan dari Almira adiknya, yang meminta di belikan boneka.


Sedangkan Aleta yang berada di samping Faris, sedang serius menonton drama Korea kesukaannya di yutube. Drama yang sedang Aleta nonton itu memiliki beberapa adegan panas. Entah mengapa, tiba-tiba Aleta jadi menegang di saat melihat adegan panas itu. Padahal biasanya dia tidak pernah seperti itu, di saat melihat adegan-adegan seperti itu. Dan dia juga sering menonton drama romantis yang ada banyak adegan panas, karena dia memang hobi menonton drama romantis.


Semakin lama, Aleta semakin tidak tahan dengan apa yang sedang dia rasakan. Dan karena sudah semakin menegang, Aleta dengan segera langsung melepaskan ponsel di tangannya, kemudian dia berdiri dan tanpa ragu, Aleta segera duduk di pangkuan Faris dengan posisi menghadap Faris. Kemudian tanpa berkata apa-apa, Aleta langsung mencium bibir suaminya.


Faris sangat kaget dengan apa yang Aleta lakukan, karena Aleta tidak biasanya seperti itu. Tapi walaupun kaget dengan kelakuan istrinya yang aneh, Faris si buaya lapar itu, tidak menolak sama sekali.


Sambil membalas ciuman istrinya, Faris yang masih bingung, menatap ke ponsel Aleta yang masih menyala di sampingnya. Faris melihat adegan panas di ponsel Aleta, dan dia juga tahu kalau itu drama vaforit Aleta.