
Faris yang melihat betapa berartinya Reza buat Aleta, dan Aleta buat Reza, membuatnya ingin sekali mengetahui kisah hidup mereka berdua. Karena selama ini, hanya sebagian yang dia tahu, tentang masa lalu wanita yang sudah sangat dia cintai itu.
Faris yang sedang berdiri di samping tempat tidur Aleta, langsung duduk di tempat duduk yang terdapat di situ, kemudian mulai bertanya.
"Zaa,, boleh ngga,,? Ceritain sama aku, suka duka kalian berdua di waktu masih sekolah." Kata Faris.
"Booleh koo,," jawab Reza sambil tersenyum menatap Faris.
"Aku saja Bang yang ceritain." Sambung Aleta dengan begitu yakinnya.
"Iya,, Aleta saja yang ceritain." Kata Reza.
"Gini Mas,, waktu aku masih di bangku sekolah SD, dan Bang Reza di bangku SMP, Mas Reza sudah menjadi pengganti orang tuaku. Dia selalu berusaha untuk memenuhi segala kebutuhanku.
"Aku ngga pernah meminta apa-apa, tapi Bang Reza selalu tahu apa yang aku mau. Di usia Bang Reza yang di bilang masih kecil, dia sudah banting tulang demi aku.
"Selain memenuhi semua kebutuhanku, Bang Reza juga menjadi pelindungku. Bang Reza menyayangiku melebihi dirinya sendiri, aku pun demikian. Dan karena itulah yang membuatku selalu merindukannya kalau terpisah jauh dari Bang Reza." Kata Aleta panjang lebar, sambil bersandar di lengan Reza dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Aleta begitu sedih di saat menceritakan semuanya kepada Faris. Dia seperti itu, karena dia kembali mengenang kepahitan yang dia dan Abangnya itu lalui waktu dulu.
Faris dan Boy juga ikut terharu mendengar cerita Aleta. Mereka berdua tidak bisa membayangkan, hari-hari yang Aleta dan Reza lalui di saat itu. Apalagi di umur mereka yang terbilang masih sangat muda.
Begitulah kisah pahit yang Aleta dan Reza alami. Untuk kebanyakan anak-anak, di umur seperti itu, kebanyakan waktu mereka habiskan untuk bermain. Tapi Reza dan Aleta malah sebaliknya, mereka bahkan tidak punya waktu untuk bermain.
Walaupun tidak punya waktu untuk bermain seperti anak-anak pada umumnya, tapi Aleta dan Reza tidak pernah mengeluh. Malah semua itu, membuat mereka memiliki rasa kasih sayang, yang sangat besar terhadap satu sama lain.
Karena terlalu menyayangi dan memikirkan Aleta, sampai-sampai Reza tidak punya waktu, untuk menjalin kasih dengan wanita manapun. Waktu mereka berdua tinggal di Amerika, Reza pernah mencoba untuk menjalin hubungan dengan teman kerjanya sendiri, yang bernama Dian.
Padahal waktu pertama berkenalan, Reza sudah menceritakan, kalau dia punya seorang adik perempuan yang sangat dia sayangi. Reza juga sudah memberitahukan Dian, kalau dia adalah segala-galanya bagi Aleta. Dan begitupun sebaliknya.
Reza adalah laki-laki yang tidak terlalu dingin juga kaku. Tapi karena dia tidak terlalu tertarik untuk menjalin hubungan asmara, sehingga membuat dia terlihat sangat cuek, terhadap wanita-wanita yang ada di sekelilingnya.
Sifat Reza yang seperti itu, malah membuat wanita-wanita yang ada di sekelilingnya jadi makin tertarik padanya. Ada beberapa wanita di tempat dia bekerja sering mencari perhatian kepada Reza, tapi Reza tidak pernah menghiraukan mereka termasuk Dian.
Tapi Dian berbeda dengan yang lain. Dian adalah wanita yang sangat cerdas dalam mencari perhatian laki-laki yang dia taksir. Untuk mendapatkan hati Reza, Dian mencari tahu tentang titik kelemahan Reza, dan akhirnya dia pun tahu kalau Reza punya seorang adik perempuan yang sangat dia sayangi. Akhirnya tanpa menunggu lama, Dian pun mendekati Aleta dan menjalin pertemanan dengannya.
Aleta yang begitu ramah juga baik pada siapupun, dengan senang hati menerima Dian sebagai sahabatnya. Apalagi Aleta tahu kalau Dian sangat tergila-gila dengan Reza.
Aleta sebagai adik yang sangat menyayangi saudara laki-lakinya, ingin sekali melihat Reza bahagia dengan wanita yang dia cintai. Aleta selalu membantu Dian untuk meluluhkan hati Abangnya. Dan karena tidak bisa menolak keinginan Aleta, akhirnya Reza pun bersedia menerima Dian menjadi kekasihnya, walaupun dia belum memiliki rasa apa-apa kepada Dian.
Reza tidak pernah menolak keinginan Aleta, dan karena kelemahannya itu, membuat Dian langsung memanfaatkannya. Sebelum berpacaran, Dian sangat baik dan ramah kepada Aleta, tapi setelah mendapatkan apa yang dia mau, sifat Dian mulai berubah. Dian mulai merasa kesal apabila Reza terlalu memperhatikan Aleta.
Reza tidak perduli walaupun Dian merasa kesal padanya. Reza seperti itu, karena dia sangat menyayangi Aleta dengan sepenuh hati. Dan Reza juga sudah bersumpah pada dirinya sendiri, kalau rasa sayang juga perhatiannya kepada Aleta, tidak akan pernah berkurang walaupun dia suda menikah sekalipun.
Semakin lama, Dian semakin tidak suka dengan Aleta. Sampai-sampai Dian berani menyuruh Aleta untuk pergi dari kehidupan Reza. Dan Dian juga bilang kepada Aleta, kalau Reza itu tidak akan pernah bahagia selama masih ada Aleta di sampingnya.
Mendengar apa yang Dian katakan, membuat Aleta berfikir, kalau semua itu memang benar. Apalagi selama ini, Reza selalu berkorban untuknya sampai dia lupa pada dirinya sendiri.
Setelah memikirkan semuanya, Aleta langsung mengambil keputusan untuk pergi dari rumah di saat Reza sedang bekerja. Sambil berjalan, Aleta mencoba untuk mencari pekerjaan. Dan malam itu juga dia di tawarkan bersih-bersih di sebuah hotel. Dan di situlah pertemuan pertama Aleta dan Faris, yang mengakibatkan Aleta kehilangan kesuciannya karena di renggut oleh Faris.
Setelah menyadari kepergian Aleta di sebabkan oleh Dian, tanpa menunggu lama, Reza langsung memutuskan hubungannya dengan Dian tanpa mau mendengar penjelasan Dian sama sekali. Setelah itu, Reza mencari Aleta dan membawanya kembali pulang ke rumah.
Sampai saat ini, walaupun Reza sudah menjadi menejer perusahan besar di Malaysia, tapi Reza tetap belum berfikir untuk mencari pendamping hidupnya.