
Aleta terjatuh, karena tanpa sengaja dia menabrak Faris yang baru keluar dari dalam kamar mandi, dengan begitu keras. Faris sangat terkejut dengan apa yang terjadi, dengan hanya memakai celana pendek tanpa baju, Faris berdiri bersandar di dinding sambil menatap Aleta dengan tatapan bingungnya.
"Kamu kenapa,,?" Tanya Faris bingung.
"Akuuu,, aku mau lihat sesuatu yang aku lupa di dalam,,!" Jawab Aleta terbata-bata, sambil menatap Faris yang berdiri tepat di hadapannya.
"Ambil apa,,?" Tanya Faris yang membuat Aleta semakin gugup.
"Ambil sesuatu,,!" Jawab Aleta sambil menatap ke sembarang tempat, karena dia sudah sangat malu juga salah tingkah, dengan tatapan suaminya itu.
"Ngga ada apa-apa di dalam,,!" Jawab Faris sambil terus menatap Aleta, yang membut Aleta samakin gugup dan malu.
"Adaaa,,! Tadi aku letakan di samping tempat sabun,,!" Kata Aleta tanpa berani menatp Faris.
"Memangnya apa yang kamu letakan di sana,,!" Tanya
Faris pura-pura tidak tahu.
"Ituuu,, tadi aku mencukur,, dan aku lupa bersihinnya,,! "Jawab Aleta sambil memejamkan matanya saking malunya dia dengan suaminya.
"Sudah aku bersihin,,! Lain kali ngga boleh kaya gitu,,! Untung aja aku yang nemuin, kalau orang lain gimana,,? Dan aku ngga suka kaya gitu,,!" Kata Faris dan langsung melangkah menghampiri lemari.
Sedangkan Aleta yang masih terduduk sangat kesal mendengar perkataan Faris, dengan perlahan-lahan Aleta berdiri, dan sambil menatap Faris dengan tatapan sinis dia berkata-kata dalam hatinya.
"Itunya ngga suka,,! Tapi kalau yang lainnya suka,, malahan rakusnya minta ampun,,!" Gerutu Aleta dalam hati sambil menatap Faris yang sedang membelakanginya.
"Hee,, ngapain kamu berdiri situ,,? Mana pakaian aku?" Tanya Faris setelah berbalik menghadap Aleta.
Tanpa menjawab apa-apa, Aleta langsung melangkah ke arah lemari dengan tampang datarnya, kemudian dia mengambilkan pakaian ganti Faris. Sedangkan Faris yang berdiri tepat di belakangnya, hanya tersenyum tanpa bersuara, melihat ekspresi Aleta yang menurutnya sangat lucu.
Selesai mengambil pakaian ganti Faris, Aleta pun langsung bersiap-siap, Aleta kembali duduk di depan cermin dan melanjutkan dandanannya yang tadi sempat tertunda. Selesai berpakaian, Faris langsung melangkah ke samping Aleta, kemudian dia mengambil Farfum dan menyemprotkan ke beberap bagian tubuhnya.
"Kamu akan mengantarku kan,,?" Tanya Aleta sambil mengangkat mukanya menatap Faris.
"Iya,,! Aku akan mengantarmu sampai ke dalam gedung Kampus, dan aku akan mengatakan kepada semua orang, kalau kamu adalah wanita yang sangat aku cintai,,! Biar tidak ada lagi wanita yang mendekatiku." Jawab Faris yang membuat Aleta langsung mencubit perutnya.
Aleta mencubit perut Faris karena dia sangat malu, dengan apa yang di katakan suaminya, dia juga sadar
kalau Faris berkata seperti itu, hanya untuk menyindirnya yang sering cemburu buta. Sedangkan Faris yang di cubit hanya tertawa geli.
Setelah sudah siap, tanpa menunggu lama mereka langsung bergegas pergi, dalam perjalanan Aleta memilih melepaskan jaketnya karena dia merasa gerah, sebab Faris tidak menghidupkan ac mobilnya di pagi hari ataupun malam hari.
Sedangkan Aleta dia tidak menyadari, kalau suaminya sudah hampir mati penasaran dengan posisinya yang seperti itu, akhirnya karena sudah tidak tahan, Faris pun langsung membuka suara.
"Aletaa,,! Kita mau lanjut atau mau berhenti,,?" Tanya Faris yang membuat Aleta langsung mengangkat mukanya menatap Faris, tapi posisinya masih terus menunduk.
"Kenapa emangnya,,?" Tanya Aleta bingung.
"Tu lihat dada kamu,,! Kalau kamu masih terus dengan posisi seperti itu,, lama-lama aku bisa tabrakan ni,,!" Jawab Faris dengan tampang datarnya.
"Hhhmm,, dasar mesum,,! Tadinya, bilang ngga suka lihat yang aku lupa di dalam kamar mandi, sekarang baru lihat dada aku aja, udah mau tabrakan,,!" Gerutu Aleta sambil memperbaiki bajunya di bagian dada.
"Bukannya ngga suka sama itu,, aku tu ngga suka kalau ada yang melihatnya di dalam kamar mandi,,! Memangnya kamu ngga malu,, kalau ada yang melihatnya,,?" Tanya Faris sambil terus fokus menyetir.
"Ya malu lah,,! Kamu aja yang nemuinnya, aku udah malu,,! Apalagi kalau orang lain,,!" Jawab Aleta sedikit kesal.
"Buat apa juga kamu malu sama aku,,? Aku tu setiap malam selalu melihatnya, bahkan lebih dari sekedar melihat." Kata Faris yang membuat mata Aleta langsung terbelalak.
"Ooooo,,pantasan aja setiap aku bangun pagi cd ku ngga beraturan,,! Ternyata kamu pelakunya,,?" Tanya Aleta sambil menatap tajam Faris.
"Ya kalau bukan aku,, siapa lagi pelakunya,,? Memangnya ada pelaku yang lain,,?" Tanya Faris dan langsung ngerem mendadak karena dia sudah mulai kesal dengan kata-kata Aleta.
"Ya ngga,,! Tapi kan ngga boleh gitu,,!" Jawab Aleta tanpa berani menatap Faris, yang sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Ooooo jadi kamu ngga mau,, kalau aku melakukan itu sama kamu,,?" Tanya Faris sambil menatap Aleta.
"Ngga aku ngga bilang gitu,,!" Jawab Aleta sambil memainkan jari-jari tangannya sendiri.
"Kamu boleh melarangku untuk hal apapun,, tapi kamu jangan pernah melarangku untuk hal yang satu itu,,!" Kata Faris yang membuat Aleta tidak bisa untuk berkata apa-apa.
"Dan satu lagi Aletaa,, ada sesuatu hal yang belum aku jujur sama kamu selama ini,,!" Kata Faris dan langsung menjalankan mobilnya.
Jantung Aleta tiba-tiba berdetak dengan begitu kencang, setelah mendengar kata-kata Faris barusan,
dia tidak bisa membayangkan kalau rahasia yang Faris maksud itu, ada kaitannya dengan wanita lain. Dengan nafas yang sudah tidak beraturan, Aleta berbalik menatap Faris dan segera bertanya.
"Memangnya apa yang kamu sembunyikan dariku,,?" Tanya Aleta dengan tatapan yang tajam ke arah Faris.
"Aku akan mengatakannya, setelah kita berada di puncak sebentar malam nanti,,!" Jawab Faris.
"Puncak,,? Maksud kamu apa,,?" Tanya Aleta bingung.
"Sebentar sore aku ingin membawamu ke puncak, dan kita akan menginap malam ini di vila aku yang ada di puncak,,! Sampai di sana baru aku akan mengatakan semuanya." Kata Faris yang membuat Aleta merasa sangat tidak tenang, tapi dia pun tidak bisa untuk memaksa Faris mengatakan semuanya saat itu juga.