CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 63. Kegilaan Faris Di Bioskop.


Aleta dengan wajah yang panik, berdiri di depan lemari sambil mengambil pakaian yang akan dia pakai, sekalian dengan pakaian ganti Faris, dan dia tidak menyadari, kalau Faris sudah berada tepat di belakangnya. Tiba-tiba jantung Aleta hampir copot, di saat Faris meraih pundaknya sambil berkata.


"Aal,, pagi-pagi sudah mandi, memangnya kamu mau kemana,,? Hari ini kan hari saptu,," kata Faris, sambil ke dua tangannya di letakan di pundak Aleta, dan itu membuat Aleta hampir terkena serangan jantung.


Aleta terkejut bukan karena pertanyaan Faris barusan, tapi dia terkejut lantaran sentuhan tangan Faris di pundaknya. Apalagi dia hanya memakai handuk yang hanya sebatas pangkal pahanya, jadi dia sangat takut jangan sampai Faris terpancing, dengan penampilannya yang terlihat begitu seksi.


"Ngga kemana-mana Mas,, hanya ingin mandi pagi saja,," jawab Aleta gugup.


"Besok aku udah berangkat ke Amerika,," kata Faris lagi, yang membuat Aleta langsung berbalik menghadapnya.


"Maas,, lama ngga kamu di sana,,?" Tanya Aleta dengan wajah sedihnya.


"Mungkin dua Minggu,," jawab Faris yang membuat Aleta seketika langsung murung.


"Kamu ngga boleh kaya gituu,,! Aku kan pergi untuk kerja, bukan jalan-jalan,," kata Faris.


"Tapi kamu di sana kan lama,," kata Aleta dengan wajah sedihnya.


"Ya mau gimana lagi,, itu kan tanggung jawab aku, yang harus aku jalani,," kata Faris.


"Ya udaah,, tapi sering-sering nelfon ya,,!" Kata Aleta.


"Iyaa,, kalau gitu aku mandi dulu,," kata Faris dan langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah setengah jam di dalam kamar mandi, Faris keluar dengan handuk putih yang melingkar di pinggangnya. Faris keluar dan tidak melihat keberadaan Aleta di dalam kamar.


Selesai berpakaian, Faris langsung bergegas turun ke lantai bawah, dan dia memilih untuk menonton film di ruang tengah. Hampir setengah jam di depan tv, tiba-tiba Aleta datang dari arah dapur menghampirinya, kemudian berkata.


"Maas,, ayo sarapan,," kata Aleta.


Tanpa berkata apa-apa, Faris segera mematikan tv dan melangkah mengikuti Aleta, yang sudah duluan melangkah pergi. Faris sangat menyukai setiap masakan Aleta, dan Aleta juga sangat hobi memasak, jadi hampir setiap hari dia selalu memasak, walaupun ada pembantu di rumahnya.


Selesai sarapan, Aleta dan Faris memilih untuk duduk di ruang tengah, tepatnya di ruang nonton. Aleta yang sedang menghadap tv, tidak bersuara sama sekali, dan dia juga terlihat sangat murung. Dan Faris yang menyadari ekspresi istrinya itu, sudah mengerti mengapa sampai dia seperti itu, dan tanpa menunggu lama, Faris pun langsung membuka suaranya.


"Aal,, mau ngga nonton di luar,,?" Tanya Faris yang membuat Aleta langsung bersemangat.


"Mau Mas,, ayoo,,!" Ajak Aleta penuh semangat.


Tanpa menunggu lama, mereka langsung melangkah naik ke lantai atas menuju kamar, untuk mengganti pakaian. Setelah sudah rapi, Aleta dan Faris langsung berangkat menuju bioskop, yang sudah beberapa kali mereka datangi.


Sebenarnya Faris sangat tidak suka berada di tempat keramaian seperti itu, apalagi menonton film kesukaan Aleta, yang banyak adegan menangis. Menurut dia, itu hanya membuang-buang waktunya saja, tapi demi untuk menyenangkan hati Aleta, Faris rela melakukan semua itu, walaupun dia tidak suka melakuknnya.



Faris merasa sangat tidak nyaman karena di dalam bioskop itu, semua bangku terisi dengan penonton, sebab film berjendre romantis yang sedang tayang itu, sangat di minati oleh banyak orang, terutama para kalangan muda.


Aleta sangat serius dengan film romantis yang sedang berlangsung itu, saking seriusnya, sampai-sampai dia terbawa suasana, di saat adegan yang menegangkan seperti adegan ciuman, Aleta meremas-remas tangan Faris, yang sedang menggenggam tangannya, dan apa yang dia lakukan itu, membuat Faris jadi sedikit menegang.


Tidak memakan waktu lama, Faris yang sudah semakin menegang atas apa yang Aleta lakukan, ikut meremas tangan Aleta, dan itu membuat Aleta segera menatap Faris, setelah melihat tampang suaminya yang sudah terlihat sangat aneh, baru Aleta sadar dengan apa yang dia lakukan itu, sudah mempengaruhi suaminya.



Dengan segera, Aleta langsung berfikir untuk melepaskan tangannya, tapi belum sempat dia melkukannya, Faris sudah menariknya, dan langsung ******* bibirnya dengan begitu rakus, dan Aleta hampir saja berteriak, karena Faris menggigit bibirnya, tapi karena menyadari keberadaan banyak orang di samping mereka, membuat Aleta hanya terdiam sambil memejamkan matanya, menahan sakit di bibirnya.


Faris melakukan itu hanya sekejap, namun beberapa orang yang berada di belakang mereka, melihat apa yang Faris lakukan terhadap isteri cantiknya itu. Aleta yang menyadari tatapan beberapa orang wanita yang berada di belakang mereka itu, sangat malu, dan dia langsung menundukan kepalanya, tanpa berkata apa-apa.


Sedangkan Faris si kutub Utara, kembali menatap ke depan, dengan tatapan dinginnya.


Aleta sangat malu juga kaget dengan apa yang di lakukan suaminya barusan, dia tidak menyangka kalau Faris bisa serakus itu biar di tempat umum.


Tanpa berkata-kata, Aleta yang sudah kembali menatap ke depan, sesekali melirik ke arah Faris dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan, selain kaget dan bingung dengan apa yang di lakukan suaminya, Aleta juga mera sedikit kesal, dengan Faris yang tidak bisa untuk menahan diri.


Sedangkan beberapa wanita yang sedang berada di belakang mereka, sangat merasa irih dengan Aleta, yang di perlakukan oleh laki-laki setampan itu tepat di depan mereka.


Melihat ekspresi Aleta, membuat Faris jadi tersenyum, dan senyuman Faris itu, membuat Aleta yang sedang menatapnya semakin bingung juga kesal. Setelah itu Aleta memilih untuk menatap ke depan, dan Faris langsung mendekat ke arah Aleta, kemudin berbisik.


"Kamu marah ya,,?" Tanya Faris di samping telinga Aleta.


"Kenapa Mas lakukan itu,,? Mas ngga malu,,?" Aleta berkata-kata dengan nada suara yang sangat pelan, namun terdengar kesal.


"Buat apa aku harus malu cium istri sendiri,,?" Kata Faris dengan begitu santainya.


"Tapi ini ada banyak orang Mas,," kata Aleta lagi dan Faris hanya tersenyum, sambil kembali menatap ke depan.


Aleta kembali menatap Faris, setelah Faris sudah fokus ke depan, dan dia baru benar-benar sadar sekarang, kalau libido suaminya itu sangat berbahaya, dia datang tidak memandang situasi dan kondisi yang ada.


Melihat Faris yang masih terus tersenyum, membuat Aleta semakin kesal dan dengan segera, dia langsung mencubit perut Faris, tapi Faris tidak berekspresi apa-apa, malah dia mendekat ke arah Aleta, dan membisikkan sesuatu yang membuat Aleta tambah kaget.


"Hentikan apa yang kamu lakukan,,! Kalau kamu tidak ingin aku melakukan yang lebih dari tadi,," bisikan Faris yang membuat Aleta langsung menarik tangannya.