
Hati Aleta tambah hancur berkeping-keping, Air matanya meluncur dengan deras membasahi wajahnya, dia tidak menyangka semua jadi seperti ini, setelah dia sudah benar-benar mencintai Faris.
"Ya Tuhan,, baru saja aku merasa bahagia setelah tadi Tante Leni menelfonku, dan menjelaskan semuanya,, tapi sekarang aku malah mendengar hal yang lebih menyakitkan lagi dari mulut suamiku sendiri." Aleta berkata-kata dalam hati dengan berlinang air mata.
"Ya sudah,, kalau gitu Papa sama Mama pergi dulu,,! Papa dan Mama mau pergi ke rumah Oma dan Opamu, dan kita sekalian mau antar adikmu ke sekolah." Kata Fahri dan langsung bergegas pergi bersama istri cantiknya itu.
Mendengar perkataan Papa mertuanya kepada suaminya, Aleta dengan buru-buru langsung menghapus air matanya, dan bergegas pergi ke kamar sebelah yang dia tempati sebelum menikah dengam Faris. Tapi belum sempat dia masuk ke kamar, Alira sudah memanggilnya dan membuat langkahnya tertahan tepat di depan pintu kamar yang dia tuju.
"Aleta,, kamu baru pulang ya sayang,,?" Tanya Alira sambil melangkah mendekat ke arah Aleta.
"Iya ma,,!" Jawab Aleta setelah berbalik menatap Alira.
"Kamu mau ke Kampus kan sayang,,?" Tanya Alira lagi.
"Iya Ma,,! Jawab Alira sambil tersenyum yang terlihat sangat di paksakan kepada Mama mertuanya itu.
Walaupun Aleta berusaha untuk tersenyum, namun senyumannya itu tidak bisa menutupi kesedihannya, apalagi wajahnya terlihat sangat sembab. Dan Alira yang sudah mengerti keadaan Aleta, hanya membalas senyum dan mengusap lengan Aleta sambil berkata.
"Mama sama Papa pergi dulu ya,,! Mama sama Papa mau ke rumah Oma." Kata Alira dan langsung melangkah pergi bersama Fahri.
Mendengar Mamanya mengobrol denga Aleta, Faris yang masih bertelanjang dada, langsung meraih baju dan memakainya sambil melangkah ke luar. Sampainya di luar, Faris melihat Aleta sedang berdiri terdiam sambil menatap orang tuanya yang sudah menuruni tangga.
Sedangkan Aleta yang sudah menyadari kalau Faris sedang menatapnya dari depan pintu, langsung berbalik dan melangkah ke kamar yang dia tempati sebelum menjadi istri Faris. Aleta masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan Faris sama sekali, dan tanpa menunggu lama Faris segera mengikutinya.
Sampainya di dalam kamar, Aleta meraih koper yang ada di samping lemari, kemudin dia mengambil pakainnya yang masih ada di dalam lemari, dan memasukannya ke dalam koper itu, dan Faris yang sudah berada di belakangnya sangat kaget juga bingung dengan apa yang Aleta lakukan.
Aleta tidak memperdulikan Faris sama sekali, dia hanya fokus dengan memasukan semua barang-barangnya ke dalam koper, dan Faris yang sejak tadi hanya menatap istrinya yang tidak memperdulikannya itu, langsung mebuka suara.
"Aleta,,! Apa maksud semua ini,,?" Tanya Faris bingung.
"Aku ingin pergi dari sini,,!" Jawab Aleta dan hendak menarik kopernya tapi langsung di cegah oleh Faris.
"Ngga,, kamu ngga boleh pergi,,!" Kata Faris sambil menarik koper dari tangan Aleta.
"Mengapa aku ngga boleh pergi,,? Dengan alasan apa kamu menahanku di sini,,?" Tanya Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan sinisnya.
"Kamu tu istri aku,,! Dan aku sebagai suami berhak untuk melarangmu,,!" Jawab Faris dengan nada yang sudah mulai kesal.
"Tapi aku tidak mau,, karena tidak ada alasan untuk aku terus bertahan di rumah ini,,!" Kata Aleta yang membuat Faris tambah bingung juga kesal.
"Apa maksud kamu mengatakan semua itu,,?" Tanya Faris dengan nada yang sudah mulai naik.
"Rasa cinta aku buat kamu sudah hilang, di saat tadi aku mengetahui, kalau kamu menikahiku hanya karena kamu sudah berjanji kepada Nenekku, dan bukan karena cinta." Aleta berkata-kata dengan suara yang sangat bergetar karena menahan tangis.
"Astaga Aleta,, yang kamu dengar itu hanya sebagian dari pembicaraan kita,,! Kenapa kamu selalu berburuk sangka terhadapku,,? Aku ngga tahu lagi harus bgaimana menghadapi sikapmu yang kekanak-kanakan ini." Kata Faris sambil menatap Aleta dengan tatapan dinginnya.
Faris sangat kecewa dengan Aleta yang selalu beranggapan buruk terhadapnya, walaupun mereka sudah menikah, sedangkan Aleta yang mendengar kata-kata Faris, jadi bingung dan langsung berbalik menatap Faris kemudian bertanya.
"Apa Maksud kamu,,?" Tanya Aleta sambil menatap Faris dengan tajam.
Akhirnya Faris pun menjelaskan semuanya setelah menarik nafas panjang. Aleta yang mendengar penjelasan Faris, langsung merasa malu pada dirinya sendiri atas jalan fikirannya yang salah, Aleta menundukan kepalanya sambil tersenyum malu.
"Mengapa tersenyum,,?" Tanya Faris sambil menatap Aleta dengan kening yang berkerut.
"Ngga apa-apa,,!" Jawab Aleta dan lngsung berlari menuju kamar Faris, lebih tepatnya kamar mereka berdua.
Sampainya di dalam kamar, Aleta yang sudah terlanjur malu langsung bergegas untuk mandi. Aleta di dalam kamar mandi hampir satu jam, dan membuat Faris jadi resah karena Faris sedang menunggu giliran untuk mandi, karena menunggu sudah terlalu lama, akhirnya Faris pun langsung mendekat ke arah pintu kamar mandi dan memanggil-manggil nama istrinya.
"Aleta,,! Kamu ko mandi lama bangat sih,,?" Tanya Faris dari depan pintu.
"Iya,, tunggu sebentar,,! Aku udah selesai niii,,!" Jawab
Aleta dari dalam kamar mandi.
Aleta dengan buru-buru memakai handuk setelah mendengar suara Faris di depan pintu, saking buru-burunya, sampai dia lupa mengambil sesuatu yang dia taruh di samping tempat sabun.
Setelah Aleta keluar, Faris dengan segera masuk ke dalam kamar mandi, dan tanpa menunggu lama, Faris langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, kemudian tanpa melihat Faris meraih tempat sabun, tapi tiba-tiba dia kaget di saat tangannya menyentuh sesuatu.
Dengan kening yang berkerut, Faris mengangkat apa yang dia sentuh itu dengan tangannya kemudian melihatnya, dan ternyata itu adalah rambut-rambut yang sangat kasar, yang sudah terhambur di samping tempat sabun dan sebagian melekat di tangannya.
"Dasar jorok,,!" Gumam Faris sambil membersihkan rambut-rambut itu.
Sedangkan Aleta di luar sana sedang asik berdandan di depan cermin, tapi tiba-tiba dia langsung kaget di saat teringat dengan sesuatu, yang dia taruh di samping tempat sabun tadi.
"Astagaaa,, ko aku bisa lupa sih,,? Semoga saja Faris tidak menemukannya, aku ngga bisa bayangin kalau smpai itu terjadi,,!" Aleta berkata-kata dalam hati dengan wajah paniknya.
Dan tidak berapa lama pintu kamar mandi pun terbuka, dan Aleta langsung buru-buru berlari menghampiri pintu, tapi tanpa di sengaja Aleta bertabrakan dengan Faris yang keluar dari dalam kamar mandi, sehingga membuat dia langsung terjatuh ke lantai.