CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 65. Kekesalan Refan Terhadap Oma Rita.


Setelah mobil yang di naiki Faris hilang dari pandangan mata, Aleta dan Mama Alira langsung melangkah masuk ke dalam rumah, dan kembali duduk di ruang depan, tepatnya di ruang tamu. Aleta duduk bersandar di sandaran sofa, dengan tampang yang sangat tidak bersemangat.


Mama Alira yang sudah berpengalaman, mengerti apa yang di rasakan menantunya saat ini, dan Alira langsung berfikir, untuk mengajak Aleta tinggal di rumah mereka, sampai Faris kembali dari Amerika. Tapi di saat Alira akan membuka suara, tiba-tiba munculah keluarganya yang lain, dan itu membuatnya lngsung melupakan apa yang ingin dia katakan.


Fahri, Refan, Meymey, Melda, Almira, Opa Indra, dan Oma Rita yang baru datang, langsung duduk bergabung bersama Aleta dan Alira. Fahri dan Refan menyempatkan pulang ke rumah, karena mereka ingin mengantarkan Faris ke bandara, begitupun dengan Oma Rita dan Opa Indra.


"Mana Faris,,?" Tanya Fahri kepada istrinya.


"Suda berangkat,," jawab Alira.


"Kalian berdua antarin dia ke bandara,,?" Tanya Fahri lagi.


"Ngga,, soalnya dia ngga mau, dia ngga mau kita kehujanan,," jawab Alira.


"Trus kenapa kalian berdua di sini,,? Bukannya kalian di kantor,,?" Tanya Alira bingung kepada Fahri dan Refan.


"Kita tu sengaja pulang dari kantor, untuk antarin Faris ke bandara,," jawab Refan.


"Iyaa,, Mama sama Papa juga mau ngantrin dia, sekalian jemput cucu-cucu Mama,," sambung Oma Rita.


"Maksud Oma,, kita jadi nginap di rumah Oma,,?" Tanya Aleta dan Melda bersemangat.


"Iyaa dooong,," jawab Oma Rita ngga kalah bersemangat.


"Omaa,, aku juga Doong,," rengek Almira yang hari itu tidak bersekolah, karena ada salah seorang guru di sekolahnya yang lagi berduka.


"Iyaa,, kamu juga sayang,," jawab Oma Rita.


Sedangkan Fahri, Alira, Refan juga Meymey, hanya saling menatap satu sama lain. Sebenarnya ke empat orang tua itu, tidak ingin anak-anak mereka nginap di rumah Oma Rita dan Opa Indra, karena mereka berempat takut, waktu istirahat orang tua mereka itu, jadi terganggu dengan kehebohan anak-anak mereka, terutama Melda dan Almira.


"Maa,, sebentar lagi mereka sudah memasuki ujian, jadi mereka tu harus banyak belajar, terutama Melda dan Aleta,," kata Alira.


"Ya mereka kan bisa belajar di rumah Mama,," jawab Oma Rita.


"Iya,, benar-benar,," sambung Melda dan Almira bersemangat.


Melda juga Almira sangat suka menginap di rumah Oma Opa mereka, karena di sana, mereka bebas melakukan apa yang mereka mau, dan tidak ada yang memperhatikan ataupun melarang mereka, tidak seperti di rumah mereka, yang selalu di awasi sama Mama Papa mereka.


Sedangkan Aleta yang duduk tepat di samping Melda, hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa. Belum sehari di tinggalkan Faris, Aleta sudah tersiksa dengan rasa rindunya kepada suami tampannya itu.


"Ya sudah,, kalian boleh nginap di rumah Oma,, tapi jangan lupa waktu belajar,," kata Meymey.


"Tenang saja,, nanti itu jadi urusan Mama,," sambung Oma Rita.


"Kalian harus ingat waktu belajar ya,,! jangan hanya main tiktok di rumah Oma,," kata Fahri.


"Tenang saja,, nanti Mama akan awasi mereka,," kata Oma Rita.


"Awasi buat main tiktok,,?" Tanya Refan yang membuat Oma Rita jadi kaget.


Oma Rita memang sangat hobi main tiktok, dan dia sering mengajak cucu-cucunya, pembantunya, bahkan kucing peliharaannya, tapi dia tidak tahu, kalau apa yang dia lakukan itu, sudah di ketahui oleh kedua putranya.


Mendengar pertanyaan Oma Rita, juga Melihat ekspresinya, membuat Opa Indra dan yang lainnya langsunh tersenyum, terkecuali Refan, karena Refan sudah terlanjur kesal dengan omongan orang-orang di kantor, yang beberapa minggu kemarin, membahas Oma Rita yang selalu tampil di tiktok bersama Melda, Aleta dan Almira, bahkan dengan kucing peliharaannya.


"Mama ngga usah bohong,,! Mama fikir, Mama main tiktok ngga ada yang tahu,,? Maa, semua tentang keluarga kita itu, salalu di buruh sama wartawan, termasuk Mama main tiktok,,!" Kata Refan dengan tatapan kesalnya.


"Berarti, tiktok Mama sudah masuk TV ya,,?" Tanya Oma Rita heboh.


"Masuk TV, masuk TV,, ngga ada,,! Ngga jadi,, sudah di batalin sama Mas Refan,,!" Jawab Fahri.


"Lo kok di batalin,,? Padahal kan, kita bikinnya bagus,," kata Oma Rita tanpa dosa.


"Apaa,,? Baguus,,? Aduuh Maa,, supaya Mama tahu, gara-gara Mama main tiktok, Mas Refan ngga keluar dari ruangannya seharian,," jawab Fahri sambil terkekeh.


"Hahahahahahaha" yang lainnya pun ikut terkekeh selain Refan.


"Memangnya kenapa Fan,,?" Tanya Oma Rita polos.


"Astagaaa Mamaa,, Mama ngga sadar dengan apa yang Mama lakukan,,? Mama tu istri dari seorang pengusaha yang sangat sukses, jadi ngga pantas Mama centil kaya gitu,,!" Jawab Refan penuh kekesalan.


"Dan supaya Mama tahu, gara-gara tiktok yang Mama buat itu, aku sampai ngga keluar dari ruangan aku Maa. Jadwal ketemu klien hari itu juga aku batalkan, pekerjaanku terbengkalai, hari itu yang aku lakukan, hanya sibuk menelfon ke semua media, untuk tidak menyiarkan tiktok yang Mama bagikan di sosial media.


Mendengar kata-kata Refan barusan, membuat Fahri dan yang lainnya tambah tertawa terbahak-bahak, sedangkan Oma Rita,


seketika langsung terdiam. Oma Rita sangat merasa bersalah, karena dia baru sadar, kalau apa yang dia lakukan itu, hanya membuat anak-anaknya marah juga malu.


"Tapi tiktok Mama itu sudah ngga ada, ngga tahu siapa yang hapus,," kata Oma Rita.


"Papa yang hapus hari itu juga, karena Mas Refan menelfon Papa, dan meminta Papa untuk menghapusnya. Tapi awas, jangan karena sudah terhapus, Mama berfikir untuk mau membuat yang baru lagi,," kata Fahri.


"Berani Mama melakukannya lagi, aku langsung berhenti dari perusahan dan pindah ke Korea,,!" Ancam Refan yang membuat mata Oma Rita, dan Opa Indra langsung terbelalak saking kagetnya.


"Jangan gitu dong sayang,, kamu ngga ingat Mama sama Papa yang sudah tua ini,,?" Kata Oma Rita sambil melangkah dan duduk di samping Refan.


"Jangan gitu nak,, nanti Papa yang akan awasi Mama kamu, biar ngga melakukan hal-hal yang aneh,," kata Opa Indra.


Opa Indra dan Oma Rita, tidak pernah memilih kasih antara Fahri dan Refan, karena mereka sudah menganggap dan menyayangi Refan seperti anak kandung mereka sendiri.


"Mama janji, kalau Mama ngga akan melakukan hal yang aneh-aneh lagi, tapi kamu juga harus janji, kalau kamu akan selalu ada bersama Mama, Papa, adik kamu Fahri dan semua keluarga kita,," kata Oma Rita dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Udah jangan nangis,," kata Refan sambil mengecup pipi Oma Rita.


"Siapa Mama buat kamu,,?" Tanya Oma Rita sambil menyandarkan kepala di dada Refan, dengan manjanya.


"Cinta pertama aku, juga malaikatku yang tak bersayap,," jawab Refan yang membuat Oma Rita langsung tersenyum.


"Kalau kamu Fa,, siapa cinta pertama kamu,,?" Tanya Oma Rita setelah mengangkat mukanya menatap Fahri.


"Mama,," jawab Fahri sambil terus fokus dengan ponsel di tangannya.


Oma Rita juga Opa Indra, sangat bersyukur memiliki Fahri dan Refan, karena walaupum mereka memiliki sifat yang dingin dan kaku, tapi mereka sangat perduli dan sayang dengan keluarga, terutama orang tua.