CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 22. Ungkapan perasaan Aleta.


Aleta sangat terkejut karena Faris sudah menindihnya dari atas, dia ingin sekali berteriak dan memarahi Faris, tapi karena mendengar nafas Faris yang sudah tidak teratur dan suara yang sangat lemas memanggil namanya, membuat Aleta langsung panik karena dia takut terjadi apa-apa sama Faris.


"Kamu kenapa,,? Fariiis,,,! Faris kamu kenapa,,? Apa yang terjadi sama kamu,,?


Teriak Aleta dengan paniknya sambil berusaha mengangkat kepala Faris untuk di letakan di pangkuannya.


Faris yang sedang menahan sakit hanya memejamkan matanya tanpa menjawab pertanyaan Aleta. Dan rasa kesal juga sakit hati Aleta langsung hilang dengan tiba-tiba di saat melihat kondisi Faris yang seperti itu.


"Fariiis, Faris buka mata kamu,,! Kamu kenapa,,? Jangan buat aku takut seperti ini. Aleta berkata-kata sambil berlinang air mata.


Aleta sangat takut terjadi apa-apa terhadap Faris, apalagi dia melihat ada darah yang sangat banyak keluar dari luka Faris yang hanya di balut dengan sepenggal kain. Sebelum mencari Aleta ke taman tadi, Faris sempat membalut lukanya dengan sepenggal sobekan kain berwarnah putih.


Tapi karena darah terlalu banyak yang keluar, membuat kain pembalut luka Faris itu sudah berubah menjadi merah. Aleta sangat panik dan ketakutan, dia menangis sambil mencoba berbicara dengan Faris yang sudah semakin lemas di atas pangkuannya.


"Faris banguuun,,! Kamu ngga boleh seperti ini,,! Aku tidak bisa hidup tanpa kamu Fariiis,, aku sangat mencintai kamuu,,! hiks,,, hiks,,, hiks. Aleta mengeluarkan semua isi hatinya sambil menangis.


Faris yang sedang menahan sakit dan hanya bisa memejamkan matanya sejak tadi, dengan seketika langsung membuka matanya kemudian berkata.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu ada untuk melindungi dan menjagamu,,! Jadi jangan pernah kamu katakan kalau kamu tidak mau untuk menikah denganku. Kata Faris sambil menatap wajah Aleta yang ada tepat di atas wajahnya dengan tatapan yang lemah.


"Kamu tunggu sebentar di sini,,! Aku akan menelfon orang tua kamu. Kata Aleta tergesa-gesa sambil meraih bantal untuk memindahkan kepala Faris dari pangkuannya.


Tapi di saat Aleta hendak mengangkat kepala Faris, dengan segera Faris langsung meraih tangannya dan menatapnya sambil berkata.


"Tidak usah beri tahu mereka,,! Aku tidak ingin membuat mereka hawatir. Kata Faris yang membuat Aleta langsung menatapnya dengan tatapan bingungnya.


"Terus aku harus gimana,,? Tidak mungkin aku membiarkanmu seperti ini. Kata Aleta.


"Sebentar lagi Dr sudah ada,,! Asistenku sudah menyuruh Dr untuk ke sini. Kata Faris sambil menyampingkan tubuhnya menghadapa perut Aleta.


.


Di saat wajah Faris berada tepat di depan perut Aleta, dengan tiba-tiba Faris langsung teringat dengan darah dagingnya yang pernah bersemayam di dalam sana, apalagi di saat itu Aleta memakai baju kaos pendek yang membuat perutnya terlihat dengan sangat jelas.


Faris menatap perut yang putih dan mulus di hadapannya itu sambil membayangkan sesosok bayi kembar, entah mengapa tapi di saat melihat perut Aleta, dia langsung membayangkan dua orang bayi kembar yang lucu yang tadi datang di dalam mimpinya. Dan hal itu membuat Faris langsung tersenyum sambil meraba perutnya Aleta.


Aleta yang sedang sibuk membuka kain pembalut luka di tangan Faris, langsung terdiam dengan tiba-tiba di saat Faris merabah perutnya. Aleta sangat terkejut dengan apa yang sedang Faris lakukan, dan dia tambah kaget juga bingung di saat wajah Faris sudah menempel di perutnya.


"Maafkan papa sayang, karena papa tidak bisa melindungi kalian di saat itu. Kata Faris yang membuat Aleta jadi bingung dan berkaca-kaca saking terharunya.


"Maksud kamu apa,,? Kalian siapa,,? Tanya Aleta dengan tampang kebingungan juga mata yang sudah sangat basah.


"Anak kembarku yang pernah ada di dalam kandunganmu. Jawab Faris dengan nada suara yang sangat pelan.


"Mengapa kamu bisa yakin itu anak kembar,,? Tanya Aleta sambil menatap Faris yang masih terus menatap perutnya.


"Karena tadi di saat kamu pergi ke taman, aku sempat tertidur dan bermimpi, di dalam mimpi aku itu ada sepasang anak laki-laki kembar yang kira-kira berumur 2 tahun lebih, mereka merengek minta di gendong oleh ku, dan mereka memanggilku dengan sebutan papa. Kata Faris panjang lebar yang membuat air mata Aleta langsung meluncur deras.


Kata-kata Faris barusan membuat Aleta kembali teringat dengan kejadian pahit itu, Aleta sangat sedih karena anaknya bisa datang di dalam mimpi Faris, sedangkan tidak satu kalipun datang di dalam mimpinya, padahal Faris tidak pernah tahu kepahitan yang dia alami di saat mengandung anaknya.


Air mata Aleta menetes dengan derasnya dan jatuh tepat di pipi Faris, karena posisi Faris masih tetap menghadap ke perut Aleta. Faris kaget dan langsung menatap wajah Aleta yang sudah basah dengan air mata.


"Mengapa mereka harus datang dalam mimpi kamu bukan mimpi aku,,? Aku orang yang paling tersiksa karena mereka bukan kamuuu,,! Kamu tidak pernah tahu betapa menderitanya aku dengan kandunganku waktu itu,,! Aleta berkata-kata sambil terus menangis.


"Maafkan aku Aleta, aku akan mempertanggung jawabkan semuanya,,! Kata Faris sambil berusaha bangun kemudian duduk di samping Aleta.


"Dengan cara apa kamu akan bertanggung jawab,,? Tanya Aleta tegas setelah Faris sudah duduk di sampingnya.


"Aku akan menjaga dan melindungimu, kalau perlu aku akan menghabisi semua orang yang telah menyakitimu dan melenyapkan ke dua putraku. Kata Faris dengan nada suara yang lemah tapi membuat mata Aleta langsung terbelalak.


"Jangan pernah kamu lakukan itu,,! Karena aku tidak pernah mengharapkan kematian siapapun orang yang telah membuatku tersiksa. Kata Aleta sambil menatap tajam ke arah Faris.


"Terus apa yang kamu inginkan,,,? Tanya Faris sambil menatap Aleta dengan mata sayunya.


"Tidak perlu kamu mengetahui apa yang aku inginkan, karena walaupun kamu tahu kamu tidak akan bisa melakukannya. Jawab Aleta.


"Terserah kalau kamu tidak mau mengatakannya, tapi jangan pernah kamu menyalahkan aku lagi. Kata Faris sambil menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.


"Aku ingin kamu mencintaiku,,! Apa kamu bisa melakukannya,,? Aku tahu kamu tidak akan bisa melakukan itu. Kata Aleta sambil berbalik membelakangi Faris.


Hati Aleta sangat sakit setelah mengatakan semua itu, dia merasa kalau dia telah mempermalukan dirinya sendiri di depan laki-laki dingin dan kaku itu. Tapi tiba-tiba Aleta jadi terkejut setelah mendengar apa yang Faris katakan.


"Aku akan berusaha untuk mencintaimu, karena hanya kamu seorang wanita yang ada di dalam hati dan fikiranku. Kata Faris yang membuat Aleta langsung terkejut dan tidak bisa untuk berkata-kata.