
Pukul 6:30 Aleta pun tersadar. Dia membuka matanya dan menatap ke sana ke mari dengan raut wajah, seperti sedang menahan sakit. Sedangkan Faris dan Boy sedang terlelap di sofa, yang terletak tidak jauh dari tempat tidurnya. Karena merasa pusing, Aleta langsung memegang kepalanya sambil memanggil suaminya.
"Maas,,! Mas Fariiis,,!" Teriak Aleta yang membuat Faris juga Boy langsung terbangun dan menghampirinya.
"Kamu sudah bangun sayang,,?" Tanya Faris setelah berada di samping Aleta, bersama Boy.
"Kepalaku terasa pusing Mas." Jawab Aleta sambil memegang kepalanya.
"Itu karena kamu kehilangan banyak darah sayang." Kata Faris.
"Aku mau minum Mas,, tolong bantu aku untuk bangun,,!" Kata Aleta.
Dengan segera, Faris langsung membantu Aleta untuk bangun. Sedangkan Boy segera mengambil segelas air, dan memberikannya kepada Faris. Kemudian Faris pun membantu Aleta untuk minum. Selesai minum, Aleta tiba-tiba mematung karena melihat seseorang, yang sangat dia rindukan muncul dari balik pintu.
Aleta yang terkejut dengan melihat Reza yang muncul tiba-tiba di hadapannya, tidak dapat berkata apa-apa. Dia hanya mematung sambil menatap Reza dengan berlinang air mata.
Melihat keadaan Aleta, membuat Faris juga Boy ikut terharu. Tapi Faris si beku itu, walaupun terharu, dia tidak menunjukan ekspresi sedih. Sedangkan Boy yang kepribadiannya hampir seratus persen seperti wanita, sudah berlinang air mata.
Reza melangkah mendekati Aleta dengan senyum yang terukir di wajah tampannya. Sampainya di samping Aleta, belum sempat Reza bersuara, Aleta dengan segera langsung memeluknya dengan begitu eratnya sambil berkata.
"Bang,, aku sangat merindukanmu. Mengapa kamu tidak pernah sekalipun menengok aku di Indonesia,,? Apa karena kamu tidak punya uang untuk ke sana,,?" Tanya Aleta sambil terisak.
Mendengar petanyaan adiknya itu, membuat Reza jadi tersenyum sambil mengusap-usap kepala Aleta dan berkata.
"Bukan begitu,, Abang tidak menengokmu, karena Abang sudah kerja di sebuah perusahan besar di Malaysia. Dan Abang juga yakin, kalau suamimu bisa menjagamu dengan baik." Kata Reza.
"Tapi aku kan sangat merindukanmu,," kata Aleta sambil terus memeluk Reza.
"Abang juga sangat merindukanmu. Tapi Abang harus bekerja, biar kalau kamu menginginkan atau meminta apa-apa dari Abang, Abang bisa langsung memberikannya. Tidak seperti dulu, di saat kamu menginginkan apa-apa, Abang harus berusaha dulu." Kata Reza sambil melepaskan pelukan Aleta.
"Dan satu lagi, sekarang Abang sudah menjadi menejer di perusahan tempat Abang bekerja. Dan hasil kerja Abang, sudah Abang gunakan untuk belikan sesuatu padamu. kamu tahu ngga Abang belikan apa,,?" Tanya Reza sambil menghapus air mata di wajah Aleta.
"Apa,,?" Tanya Aleta penasaran.
Sedangkan Faris dan juga Boy hanya menjadi penonton, melihat kasih sayang antara saudar yang begitu Besar. Keluarga Faris juga adalah keluarga yang penuh dengan kasih sayang, dan kehangatan. Tapi mereka tidak pernah melihat kasih sayang yang begitu besar seperti ini.
Tanpa menunggu lama, Reza langsung melangkah menuju kopernya. Dia membuka kopernya, kemudian mengeluarkan kantong yang berukuran sedang, dan memberikannya kepada Aleta.
Aleta yang sudah tidak sabar, dengan segera membuka kantong yang berisi beberapa kotak itu. Aleta membuka kotak itu satu persatu. Dan di saat melihat isi dari beberapa kotak itu, Aleta seketika kembali meneteskan air matanya.
Aleta menangis setelah melihat isi dari beberapa kotak itu, karena yang terdapat dalam kotak itu, adalah dua gaun mewah, dua pasang sepatu, satu set aksesoris, juga kunci mobil. Dan semua itu memiliki harga yang selangit.
Aleta merasa haru dengan kasih sayang saudara laki-lakinya, yang begitu besar padanya. Sampai-sampia dia rela menghabiskan hasil kerja kerasnya selama beberapa bulan ini, hanya untuk membelikan barang-barang mewah itu untuknya.
"Aal,, Abang tahu, suamimu bisa membelikan yang lebih dari apa yang Abang belikan padamu. Tapi Abang harap, kamu bahagia dan suka dengan pemberian Abang ini." Kata Reza.
"Bang,, aku tidak mengharapkan semua ini, aku hanya ingin melihat Abang bahagia. Dengan kesuksesan Abang sekarang saja, aku sudah sangat bahagia." Kata Aleta dengan berlinang air mata.
Faris yang menyaksikan semua itu jadi merasa bersalah. Karena selama ini, dia belum pernah memberikan barang-barang dengan harga selangit kepada istrinya, seperti yang di berikan Reza. Karena selama ini, Aleta tidak pernah meminta semua itu padanya.
Sedangkan Boy, terus menerus meneteskan air matanya dengan semua yang dia saksikan. Boy juga Faris sangat bangga dengan Reza, yang rela melakukan semuanya demi membahagiakan adik perempuannya itu.
"Aal,, itu mobil keluaran baru. Dan mobil itu ada di Indonesia. Kalau sampai di Indonesia nanti, kamu langsung mengambilnya di diler. Abang memang memesannya dari Malaysia, dan mereka mengirim kunci juga surat-suratnya kepada Abang. Nanti kamu tinggal ambil saja." Kata Reza yang membuat sura tangis Aleta yang sejak tadi dia tahan, akhirnya keluar juga.
Reza yang sudah berkaca-kaca karena melihat adiknya itu, dengan segera langsung memeluknya sambil mengecup kepalanya dan berkata.
"Abang tidak bisa mengantarkanmu pulang ke Indonesia. Tapi kamu harus janji, untuk selalu bisa menjaga diri,,! Abang tidak mau kejadian ini terulang lagi. Karena kalau tidak ada Abang, Abang takut tidak ada pendonor darah untukmu seperti semalam." Tambah Reza yang membuat Aleta langsung mengangkat mukanya menatap Reza, sambil bertanya.
"Maksud Abang apa,,?" Tanya Aleta bingung.
Mendengar pertanyaan Aleta, membuat Faris yang sejak tadi hanya terdiam, segera melangkah maju mendekati tempat tidur Aleta sambil berkata.
"Semalam kamu kehabisan banyak darah sayang. Dan tidak ada golongan darah yang cocok dengan golongan darahmu. Untung saja Bang Reza sampai tepat waktu dan dia langsung mendonorkan darah untukmu." Kata Faris yang membuat Aleta kembali menangis.
"Sudah Al,, kamu jangan menangis lagi,,! Abang akan melakukan apapun demi kamu. Karena kalau terjadi apa-apa denganmu, Abang bersumpah, akan melenyapkan orang yang telah melakukan itu padamu, kemudian melenyapkan diri Abang sendiri." Kata Reza sambil menghapus air mata Aleta.
Aleta tidak bisa berhenti menangis, karena dia sangat bersukur memiliki Abang seperti Reza, yang rela melakukan apapun demi dirinya. Begitupun dengan Faris dan Boy, mereka berdua sangat bangga dengan Reza. Karena mereka saja belum tentu bisa melakukan apa yang Reza lakukan.
Melihat kasih sayang Reza yang begitu besar kepada istrinya, membuat Faris benar-benar merasa kalah. Karena selama ini, dia berfikir kalau tidak ada yang menyayangi Aleta melebihi dirinya. Tapi ternyata, kasih sayangnya tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kasih sayang Reza, kepada wanita yang sungguh dia cintai itu.