CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 39. Salah Faham.


Aleta keluar dari lift dengan senyum manis yang terukir di wajah cantiknya, kepada beberapa kariawan yang melihatnya, dia tidak sabar untuk memberikan kejutan kepada suami tampannya itu dengan kedatangannya, karena Faris sama sekali tidak tahu kalau Aleta akan datang ke kantornya.


Faris yang sedang fokus dengan laptopnya, tidak memperdulikan Melisa yang berada di depannya, Sedangkan Melisa dia terus-terus menatap ke arah pintu, sambil tersenyum licik karena dia sudah punya rencana untuk Aleta, dan dia sedang menunggu kedatangan Aleta, baru dia akan menjalankan rencananya.


"Tante, Farisnya ada,,?" Tanya Aleta kepada sekrestaris sekaligus tantenya Faris.


Sekrestaris Faris yang bernama Leni itu, adalah sepupu Alira Mamanya Faris dari Bandung yang tidak kawin-kawin, walaupun umurnya sudah menginjak kepala lima, Leni sudah lama bekerja di perusahan Fahri, selain jadi bendahara, Leni juga di tugaskan untuk mengurus semua kebutuhan Faris di kantor, dan di saat Faris di pindahkan ke kantor cabang, Leni langsung memundurkan diri dari bendahara dan memilih menjadi sekrestari keponakannya itu.


Fahri juga keluarganya langsung menyetujui keputusan Leni, terutama Alira juga Mama Rita Omanya Faris, karena Alira dan Mama Rita sudah tahu, kalau banyak sekali wanita-wanita genit dan tidak bermoral, yang selalu mengejar-ngejar Faris sampai ke kantornya, dan mereka yakin hanya Leni Tantenya itu yang bisa mengatasi semuanya.


Melisa yang sedang memasang kupingnya di dalam sana, langsung berdiri dari duduknya setalah mendengar suara Aleta. Sedangkan Faris yang sedang berkonsentrasi dengan pekerjaannya, tidak sama sekali mendengar suara istrinya di luar sana.


"Ris,, aku pulang dulu ya,,! Maaf aku sudah mengganggu kamu." Kata Melisa yang sudah berdiri di hadapan Faris.


"Iya,,!" Jawab Faris tanpa mentap Melisa.


Melisa sangat kesal dengan sikap Faris yang selalu dingin dan cuek padanya, tapi biarpun begitu, dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hati Faris. Melisa yang sudah berada di belakang kursi yang tadi dia duduki, sengaja membuat hak sendalnya tersangkut di belakang kursi sofa itu, kemudian dengan suara yang sedikit keras, dia berteriak dan membuat Faris juga Aleta yang masih berada di depan meja sekrestaris jadi kaget.


"Aaooo,,,!" Suara Melisa yang keras tapi terdengar begitu manja, juga dengan gayanya yang sangat menantang.



Tanpa mendengar jawaban dari sekrestaris sekaligus Tante Faris, Aleta langsung buru-buru melangkah menghampiri pintu ruangan Faris. Sampainya di depan pintu, Aleta langsung membuka pintu dan dia melihat suaminya sedang berjongkok di saping Melisa, sambil memegang kaki Melisa tanpa menyadari keberadaan Aleta di belakangnya.


Sedangkan Melisa yang sudah menyadari keberadaan Aleta, sengaja memegang kepala Faris sambil berkata-kata dengan suara manjanya.


"Pelan-pelan Ris,, Sakiiiit,,!" Kata Melisa.


Mendengar kata-kata Melisa, dan melihat posisi suaminya yang berjongkok di samping wanita dengan penampilan yang seperti itu, membuat Aleta tidak tahan untuk tetap diam, dengan emosi yang sudah tidak bisa di kendalikan, Aleta langsung berteriak dengan kerasnya.


"Fariiiiiiis,,!" Teriak Aleta dengan kerasnya.



Faris sangat kaget sampai dia tidak bisa untuk berkata-kata, sedangkan Melisa yang melihat semua itu langsung mengembangkan senyum liciknya, sambil berjongkok melepaskan sendalnya yang tersangkut.


Aleta yang sudah sangat sakit hati, langsung berlari meninggalkan Faris yang masih tetap berada di samping Melisa, melihat istrinya yang sudah berlari dengan berlinang air mata, Faris langsung bergegas mengejarnya sambil berteriak memanggil namanya.


"Aletaaaaa,,!" Teriak Faris sambil bergegas mengejar istri cantiknya itu.



Hati Aleta tambah hancur berkeping-keping, setelah dia teringat dengan kata-kata Melisa tadi di kafe pada teman-temannya, kalau dia mau pergi menemui selingkuhannya, dan dengan melihat apa yang baru saja terjadi di hadapannya, membuat Aleta sangat yakin kalau suaminya dan Melisa berselingkuh di belakangnya.


"Kamu jahaaat,,! Dasar laki-laki pembohoong,,!" Aleta berkata-kata dengan berlinang air mata sambil terus berlari menuju lift.


Para kariawan di kantor itu sangat kaget dengan apa yang mereka lihat, tapi mereka hanya bisa melihat tanpa bersuara, apalagi mereka melihat keadaannya sudah begitu kacau. Dan Tante Leni yang melihat Aleta menangis, jadi sangat kesal dengan Melisa yang masih ada di dalam ruangan Faris.


Tanpa menunggu lama Tante Leni langsung masuk menghampiri Melisa, dan mengusirnya dari dalam ruangan Faris.


"Hee perempuan gataal,, keluar kamu dari sini,,! Sudah puas kan kamu menghancurkan rumah tangga orang,,?" Kata Tante Leni dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Melisa.


"He wanit tua,,! Jaga ya tu mulut,,! Kamu tu hanya sekrestaris,, ngga pantas kamu berkata seperti itu sama aku,,! Aku tu seorang model terkenal juga temannya Faris,,! Kamu mau aku laporin kamu sama Faris,,?" Melisa berkata panjang lebar karena dia tidak tahu siapa sebenarnya sekrestaris Faris itu.


"Apaaa,,? Hahahaha,, He model gilaa,,! Aku ini bukan hanya sekrestaris, tapi aku ini Tantenya Faris, kalau kamu ngga mau keluar juga, aku akan menyeretmu dan melemparkanmu ke luar sana,,!" Ancam Tante Leni yang membuat Melisa langsung meraih tasnya yang berada di atas kursi, dan segera berlari meninggalkan ruangan Faris.


"Dasaar wanita gataal,,! Masih muda udah jual murah, aku aja yang udah tua ngga murahan kaya mereka, untung aja dia langsung pergi,, kalau tidak udah aku tendang dari sini,,! Tante Leni berkata-kata sendiri dengan tampang kesalnya.


Aleta yang baru keluar dari lift, langsung berlari ke pinggir Jalan Raya dan menahan sebuah taxi kemudian menaikinya, sedangkan Faris yang sedang menyusulnya tidak sempat menahannya, karena di saat di baru keluar dari pintu, taxi yang di naiki Aleta sudah melaju.