
Melihat darah yang keluar semakin banyak dari tangan Faris, Aleta dengan segera langsung membuka baju kaos yang dia pakai untuk membalut luka Faris, dan tinggal baju singlet putih yang tersisah di badannya.
Sambil membalut luka Faris, mata Aleta sudah berkaca-kaca karena mendengar perkataan Faris tadi, Aleta jadi terharu karena ternyata selama ini hanya dia yang Faris fikirkan.
Tapi di sisi lain dia juga merasa sangat sedih, karena mengetahui isi hati Faris yang belum ada rasa cinta padanya, setelah semua yang telah terjadi di antara mereka berdua.
Dengan segera Aleta langsung membelakangi Faris, karena dia mencoba menyembunyikan air mata yang sudah mengalir membasahi wajahnya, tapi karena terlalu tersentuh dengan kejujuran Faris, membuat Aleta tidak bisa untuk menahan isakan tangisnya walaupun dia sudah berusaha sekuat hatinya.
Isakan Aleta membuat Faris yang sedang bersandar di kepala ranjang tepatnya di belakang Aleta jadi bingung, dengan perlahan Faris meraih pundak Aleta kemudian berkata.
"Aletaa,, apa ada yang salah dengan perkataanku tadi,,? Tanya Faris dengan nada suara yang sangat lemah.
"Ngga ada, kamu tunggu di sini sebentar,,! Aku ingin mengambilkan makanan buat kamu. Jawab Aleta tanpa menatap Faris.
"Nggaa,, aku ngga akan makan kalau masih ada yang belum selesai. Kata Faris.
"Tolong jujur padaku,,! Dan tolong beritahu aku apa yang kamu inginkan,,! Tambah Faris.
"Aku tidak mau memaksamu untuk mencintaiku,, aku sangat berterima kasih karena kamu sudah mau memikirkanku,, tapi toloong,, jangan pernah kamu katakan cinta kalau kamu tidak mencintaiku. Kata Aleta dengan suara bergetar karena menahan tangisnya sambil terus membelakangi Faris.
"Aletaa,, selama ini tidak pernah ada wanita dalam hidupku, aku tidak pernah mencintai wanita manapun apalagi memikirkan mereka.
"Hanya kamu wanita yang selalu aku fikirkan setelah nenekmu menitipkanmu padaku. Kata Faris.
Aleta yang mendengar kata titip tambah berkecil hati, dan dia semakin yakin kalau semua yang Faris lakukan padanya itu, semata-mata hanya karena amanat neneknya kepada Faris sebelum beliau meninggal. Dengan segera Aleta langsung berdiri dari duduknya sambil berkata.
"Sudah Faris,,! Kamu ngga perlu memaksakan diri untuk mencintaiku hanya karena amanat neneku. Kata Aleta sambil menghapus air matanya.
"Aku ingin di cintai dengan ketulusan hatimu, bukan karena amanat. Tambah Aleta kemudian melangkah meninggalkan Faris.
Melihat Aleta yang sudah melangkah menghampiri pintu, dengan keadaan yang sudah sangat lemas juga menahan rasa sakit di tangannya, Faris berusaha untuk turun dari tempat tidur kemudian melangkah mengikuti Aleta, dan sampainya di dekat Aleta Faris langsung memeluk Aleta dari arah belakang sambil berkata.
"Aku sangat mencintaimu dengan tulus, dan aku juga sangat menginginkanmu,, jadi jangan pernah kamu meragukan aku. Jadilah istri dan ibu dari anak-anakku. Faris berkata sambil memejamkan matanya dan memeluk Aleta dari arah belakang.
Mendengar perkataan Faris membuat Aleta langsung menangis dan berbalik memeluk pria tampan yang sangat dia cintai itu dengan eratnya. Aleta sangat bahagia karena apa yang dia impikan selama ini sudah menjadi kenyataan, dan air mata yang keluar membasahi wajah cantiknya itu adalah air mata bahagia.
"Apa benar kamu mencintaiku,,? Tanya Aleta dengan nada yang terdengar masih ada keraguan, sambil menatap wajah Faris yang sangat pucat yang berada tepat di depannya.
Karena merasa sudah tidak bisa meyakinkan Aleta dengan kata-kata, tanpa menunggu lama Faris langsung mencium Aleta dengan mesranya sampai membuat Aleta terdiam dan kaku seperti patung.
Aleta yang terkejut dengan apa yang di lakukan Faris jadi bingung dan seperti hilang akal, dia tidak membalas ciuman Faris namun dia juga tidak menolaknya, dan Faris yang sudah menggila tidak perduli walaupun tidak mendapat balasan dari Aleta.
Dan ciuman Faris yang begitu bergairah lama-kelamaan membuat Aleta jadi meresponnya, Aleta yang tadinya hanya terdian sekarang sudah mulai bereaksi, dia membalas ciuman Faris sambil kedua tangannya di kalungkan di leher Faris.
Faris dan Aleta begitu asik dengan apa yang sedang mereka lakukan, sampai-sampai mereka tidak mendengar bunyi bel di depan pintu apartemen. Karena tidak ada yang membuka pintu akhirnya asisten Faris yang bernama Rendra, memilih untuk langsung masuk bersama seorang Dr muda dan cantik, karena Rendra sudah menghafal kode pintu apartemen Faris.
Dr cantik yang datang bersama Rendra itu bernama Fika, dia adalah salah satu wanita yang tergila-gila sama Faris, dan dia adalah Dr pribadi Rendra dan keluarganya, dia pun sudah beberapa kali mengobati Faris.
Dengan penuh semangat Fika melangkah mengikuti Rendra menuju kamar, dan karena pintu tidak di kunci membuat Rendra dan Fika langsung masuk tanpa mengetuk, karena Rendra berfikir mungkin Faris sedang beristirahat dan dia tidak mau mengganggunya.
Setelah pintu terbuka, Rendra dan Fika langsung berdiri mematung dengan mata yang terbelalak dan mulut yang terbuka saking kagetnya, karena mereka melihat Faris yang sedang menggila dengan seorang wanita yang mereka sendiri tidak tahu siapa wanita itu.
Rendra memang sudah mendengar tentang Aleta tapi dia belum pernah melihatnya, karena di saat Aleta ke kantornya Faris waktu itu, Rendra sedang keluar dan di saat Faris ke Bali Rendra juga punya urusan lain di luar kota yang membuat dia tidak bisa ikut.
Rendra yang sudah sadar dengan situasi yang terjadi langsung berbalik dengan buru-buru ingin pergi, tapi tanpa di sengaja dia langsung menabrak Fika yang masih tetap mematung di belakangnya, Rendra menabrak Fika cukup kuat yang membuat mereka berdua langsung terbentur pintu.
Mendengar suara benturan yang cukup keras, membuat Faris dan Aleta terkejut dan langsung menghentikan aksi mereka yang sudah semakin menggila, dengan segera Faris langsung menatap ke arah Rendra dan Fika yang juga sedang menatap mereka dengan tatapan serba salah.
Faris si kutub utara itu selalu bersikap santai dalam situasi apapun, dengan tatapan dinginnya Faris mempersilahkan Rendra dan Fika untuk masuk dengan nada suara yang cukup santai, walaupun nafasnya masih terdengar sedikit tidak teratur.
Sedangkan Aleta yang berada di belakangnya, tidak bisa untuk berkata-kata saking malunya, wajah Aleta yang putih sudah berubah menjadi merah, dan dia tidak berani untuk menatap ke arah Rendra dan Fika yang sudah melangkah mendekatinya.
"Ren, ini Aleta calon istri aku. Kata Faris memperkenalkan Aleta kepada Rendra.
"Ooo,, halo mba, kenalkan aku Rendra asistennya Faris sekaligus sahabatnya. Kata Rendra memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya kepada Aleta untuk bersalaman.
"Aleta. Jawab Aleta sambil menyalami tangan Rendra.
Sedangkan Fika yang berada di samping Rendra hanya menatap Aleta sambil memasang senyum yang terlihat sangat di pakasakan. Hati Fika sangat sakit dan hancur karena mengetahui laki-laki yang dia taksir selama ini, sudah punya wanita lain yang dia perkenalkan sebagai calon istrinya.
"Fikaa,,! Kata Fika memperkenalkan diri dan Aleta hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa, karena Aleta sudah merasa ada yang aneh dengan ekspresi Fika sejak tadi.