CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 51. Masa Lalu Yang Di Ketahui Aleta.


Melisa sangat tersindir dengan apa yang di katakan, oleh Mamanya Faris barusan. Tanpa menunggu lama, Melisa yang sudah sangat salah tingkah itu, segera berpamitan ke toilet dengan nada suara yang gugup.


"Ma,, Pa,, Tante,, akuuu,, aku permisi ke toilet dulu yaa,,!" Kata Melisa dan langsung melangkah pergi.


Sedangkan Aleta dan Melda yang sedang memperhatikannya, langsung tersenyum, Aleta menatap Mama Alira dengan tatapan kagumnya, dia sangat kagum dengan sikap mertuanya, yang begitu transparan dalam mengatakan apapun yang ingin dia katakan. Aleta baru tahu, kalau di balik sikap manja Mama Mertuanya, dia adalah wanita yang pemberani.


"Heee,, kamu kenapa bengong kaya gitu,,?" Tanya Melda karena melihat Aleta hanya terdiam sambil menatap Mama Alira.


"Aku bangga juga bersukur Mel, mempunyai Mertua seperti Mama Alira, dia tidak hanya cantik, tapi juga sangat pemberani." Jawab Aleta sambil terus menatap Mama Mertuanya.


"Iyaaa,, Tante aku itu sangat benci sama yang namanya pelakor, karena beliau pernah hampir kehilangan nyawanya, juga kehilangan Mas Faris, gara-gara pelakor yang ngejar-ngejar Om aku." Jelas Melda yang membuat Aleta terkejut.


"Apaaaaa,,? Jadi Papa Fahri pernah selingkuh,,?" Tanya Aleta sedikit besar, yang membuat Melda langsung menutupi mulut Aleta dengan tangannya.


"Aduuu Aaal,, untung aja musik lagi berbunyi, kalau tidak semua pasti dengar apa yang kamu katakn tadi,,!" Bisik Melda setelah membungkam mulut Aleta


dengan tangannya.


Dengan segera, Melda langsung menarik tangan Aleta menuju taman depan rumah tempat acara berlangsung. Dan Aleta yang di tarik, hanya ikuti Melda tanpa protes, sebab dia juga sangat penasara. dan ingin mencari tempat sepi, untuk menanyakan lebih jelas apa yang tadi Melda katakan.


"Mel,, apa maksud yang kamu katakan tadi,,?" Tanya Aleta setelah mereka sudah duduk di kursi yang ada di taman itu.


Aleta sangat penasaran dengan apa yang di katakan Melda tadi, karena yang dia tahu, Papa Fahri adalah termasuk laki-laki yang paling setia, dan dia belum pernah mendengar mengenai pelakor yang tadi di bilang Melda.


"Ayo dong Meel, cerita,,!" Kata Aleta semakin penasaran kepada Melda yang sedang fokus dengan ponselnya.


"Giniii,, aku juga ngga tahu soal itu, tapi aku dengar dari Mama aku,,! Soalnya kejadian itu kan sebelum aku ada,,!" Kata Melda.


"Gimana itu ceritanya Mel,,?" Tanya Aleta ngga sabar.


"Dulu,, ada seorang wanita yang tergila-gila bangat sama Om Fahri, namanya Bella, dia lakuain segala cara untuk dapatin Om Fahri, sampai-sampai, dia pernah ngejebak Om Fahri dengan obat perangsang gitu, tapi ngga mampan,,! Karena dalam fikiran Om Fahri itu, hanya ada Tante Alira, walupun sudah di dalam pengaruh obat,,!" Jelas Melda.


"Trus-trus,,?" Tanya Aleta lebih penasaran lagi.


Dan Melda menceritakan semuanya mengenai Bella, yang dulu hampir membuat Alira dan Faris, yang waktu itu masih di dalam kandungan, hampir tidak bisa di selamatkan. Melda juga menceritakan tentang hubungan Om dan Tantenya, yang di satukan dengan perjodohan dari orang tua.


"Ooooo gitu ya Mel,,? Aku salut bangat sama kisa cinta Papa Fahri dan Mama Alira, yang begitu kuat dalam menghadapi segala cobaan." Kata Aleta setelah mendengar cerita Melda.


"Iya aku juga salut,, dan aku yakin, Mas Faris juga akan seperti Om Fahri." Jawab Melda sambil tersenyum kepada Aleta.


Aleta pun tersenyum menatap saudara iparnya itu. Tapi tiba-tiba, mata Aleta terbelalak di saat dia menyadari sesuatu, dan tanpa sadar, dia langsung keceplosan mengatakannya kepada Melda.


"Oooo benar,,! Berarti karena obat perangsang, yang di berikan pelakor itu sama Om Fahri waktu itu, sampai imbasnya sekarang kena Mas Faris,,!" Kata Aleta tanpa menyadari apa yang baru saja dia katakan.


"Oooo nggaaa,,! Maksud akuuu,,, aaaa itu,, maksud aku,, karena obat itu, sampi Mas Faris sekarang, sering sakit kepala yang berlebihan." Jawab Aleta terbata-bata.


"Ooo ya,,? Ko aku baru tahu ya, kalau Mas Faris sering sakit kepala." Kata Melda dengan begitu polosnya.


"Iyaaa aku juga heran,,!" Sambung Aleta.


"Trus, di mana pelakor itu Mel,,?" Tanya Aleta lagi.


"Dia sudah mati,,!" Jawab Melda dengan nada yang sangat pelan.


"Dia sakit ya Mel,,?" Tanya Aleta yang masih penasaran.


"Dia di bunuh,,!" Jawab Melda yang membuat Aleta langsung kaget sampai mulutnya terbuka lebar.


"Haaaaa,,? Siapa yang membunuh dia,,?" Tanya Aleta.


"Kamu ngga boleh ceritain ini sama siapapun yaa,,! Soalnya, tidak ada orang luar yang tahu tentang masalah ini,,!" Kata Melda dengan berbisik, dan Aleta langsung menganggukan kepalanya.


"Mas Faris,,!" Jawab Melda yang membuat mata Aleta juga mulutnya, tambah terbuka lebar saking terkejutnya.


"Apaaaa,,? Kapan itu terjadi,,?" Tanya Aleta sambil menatap Melda dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Tanpa menunggu lama, Melda pun langsung menceritakan semuanya, termasuk pengorbanan Bi Ina neneknya Aleta, demi melindungi Faris, dan Melda juga menceritakan, betapa terpukulnya Faris dengan kepergian Bi Ina, karena Bi Ina adalah salah satu orang, yang dekat dengan Faris juga yang sangat Faris sayangi.


Mendengar apa yang Melda ceritakan barusan, membuat air mata Aleta langsung banjir membasahi wajah cantiknya, dan Melda yang melihatnya, langsung panik sambil berusaha menenangkan Aleta, yang sudah terisak saking sedihnya mengingat neneknya.


"Al,, jangan nangis kaya gini dooong,,! Kita semua sangat menyayangi Mbah, karena Mbah sudah kita anggap sebagai keluarga kita,,!" Kata Melda mencoba menenangkan Aleta.


"Mel,, berarti, Mas Faris menikahiku, belum tentu karena dia mencintaiku,,! Mungkin semua yang dia lakukan itu, semata-mata hanya untuk membalas semua jasa nenek aku Meel,,!" Aleta berkata sambil terisak.


"Ngga mungkin Al,, aku kenal bangat sama Mas aku itu, dia tidak akan melakukan sesuatu karena terpaksa, apalagi pernikahan." Kata Melda yang membuat Aleta langsung memeluknya.


"Ayo kita masuk Al,,! Nanti kita di cariin lagi,," kata Melda sambil menarik tangan Aleta yang sudah terlihat tenang.


Mereka masuk dan kembali bergabung, dengan keluarga mereka yang sedang mengobrol dengan tamu-tamu lainnya, yang sesama pengusaha, sedangkan Melisa juga keluarganya, sudah tidak terlihat batang hidung mereka.


Faris yang sedang mengobrol dengan beberapa orang rekan bisnisnya, tidak terlalu memperhatikan Aleta yang sedang sibuk dengan Melda sejak tadi.


Tidak berapa lama dari situ, acara pun selesai, tepatnya pukul 10 malam, Para tamu mulai melajukan mobil mereka ke rumah masing-masing, begitu pun dengan Faris dan keluarga besarnya. Faris dan Aleta hanya berdua di dalam mobil Faris, karena mereka semua datang dengan mobil masing-masing, terkecuali Opa Indra dan Oma Rita, mereka di supirin oleh supir pribadi, karena Fahri tidak mengizinkan Papanya menyetir mobil sendiri.