Terjerat Overdosis Cinta

Terjerat Overdosis Cinta
Tata Cara Pemakaman Yang benar


Tanah yang kering telah terpijak oleh langkah semua orang yang mengiringi pemakaman Adrian. Tidak menyangka jika saingan yang selama ini sudah menjadi teman baik, akan meninggalkan dunia ini begitu cepat sekali.


Karena kehilangan darah yang tak terhindarkan. Sistem peredaran darah mungkin kesulitan untuk bekerja dengan baik. Hal ini mengakibatkan kurangnya oksigen ke organ-organ penting seperti jantung dan otak.


Ketika tubuh kehilangan seperlima atau lebih darah, maka akan terjadi kondisi yang dikenal sebagai syok hipovolemik atau hemoragik. Hal ini menyebabkan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan. Darah akan berhenti beredar ke kulit, membuatnya pucat, dingin, dan lembab. Jantung akan bekerja lebih cepat dalam upaya menarik darah dan oksigen. Hal ini akan membuat seseorang merasa haus dan sakit.


Yang perlu diperhatikan adalah efek yang ditimbulkan pada setiap orang bisa sangat bervariasi. Hal ini bergantung pada seberapa banyak darah yang hilang, seberapa cepat kehilangan darah dan di bagian tubuh mana anda terluka. Luka tusuk di arteri atau vena besar akan menyebabkan kehilangan darah dengan sangat cepat. Hanya dalam 3 sampai 4 menit, tubuh bisa kehilangan 40 persen volume darah. Jika kehilangan lebih dari itu, hal ini dianggap fatal.


Begitulah yang terjadi pada Adrian. Mungkin karena banyak kehabisan darah dan terlambat membawa ke rumah sakit, membuat nyawanya sudah tidak bisa tertolong lagi.


Tidak tega sekali melihat Karin terus saja menitikkan airmata. Beberapa kali sempat tidak sadarkan diri, dan ketika bangun terus saja tidak bisa menghentikan tangisan, sehingga beberapa orangpun terpaksa menenangkannya dengan lembut agar tidak terjadi syok yang akut lagi.


Ketika mengiringi jenazah ke pemakaman, sebaiknya dilakukan dengan khusyuk dan khidmat tidak diselingi dengan bercanda.


Sebagai hari terakhir bagi keluarga, kerabat, tetangga, serta teman mendampingi jenazah menuju peristirahatan terakhirnya. Selain menjaga ucapan duniawi yang kurang penting, sebaiknya memperbanyak shalawat Nabi dan memikirkan tentang kematian.


Tandu yang berisikan jasad Andrian, kini akupun ikutan memanggulnya. Terlihat banyak raut wajah orang-orang yang bersedih, mungkin banyak orang yang sangat menyayangi Adrian, sehingga banyak pelayat yang datang sampai rumah penuh oleh tamu yang ingin melihat jasadnya yang terakhir kali.


Para pelayat dan pengiring jenazah tidak dianjurkan untuk duduk sebelum jenazah diturunkan dari para pembawanya. Adab selanjutnya, membaca salam seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW :


ASSALAMU ALAIKUM YA AHLAD DIYAR MINAL MUKMININ WA MUSLIMIN,WA INNA INSYA ALLAHU BIKUM LA HIQUN, NASALULLAHI LANA WALAKUMUL 'AFYAH.


Artinya: " Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."


Mempersiapkan Lubang Kubur :


Tata cara menguburkan jenazah tentunya diawali dengan mempersiapkan lubang kuburnya. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat lubang kubur sesuai syariat Islam sebagai berikut :



Lubang Harus Dalam



Menurut ajaran Islam, kedalaman lubang kubur setinggi orang yang berdiri di dalam dengan tangan melambai ke atas. Kemudian lebar dengan ukuran satu dzira atau satu hasta lebih satu jengkal, setara 50 centimeter.


Galilah lubang di tanah yang kuat dan dalam supaya ketika jenazah mulai membusuk, bau jasadnya tidak tercium oleh binatang pemakan bangkai. Serta aman dari longsor akibat aliran hujan.



Bentuk Lubang



Tahap tata cara menguburkan jenazah dengan memperhatikan bentuk lubang kuburnya. Buatlah panjang yang cukup untuk jenazah, tentu melebihi tinggi badannya.


Apabila tanahnya keras, disunahkan untuk membuat liang lahat di dalam lubang kubur. Liang lahat ialah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat, seukuran yang cukup untuk meletakkan jenazah.


Jenazah ditaruh di liang lahat tersebut, kemudian ditutup menggunakan batu pipih. Lalu urug dengan tanah. Di Indonesia, sebagian besar masyarakat menggunakan papan kayu sebagai ganti batu pipih, supaya tanahnya tidak runtuh menimpa jenazah.


Sedangkan bila tanahnya gembur, disunahkan untuk membuat semacam lubang lagi di dasar kubur dengan ukuran dapat menampung jenazah. Jenazah diletakkan pada lubang tersebut, kemudian bagian atasnya ditutup dengan batu pipih atau papan kayu, lalu diurug dengan tanah.



Menguburkan di Pemakaman Muslim



Alangkah baiknya bila seorang musim yang meninggal, dikuburkan di pemakaman khusus muslim. Apabila tidak ada, serta waktu menguburkan jenazah yang harus dilakukan segera dianggap tidak masalah. Selama proses penguburannya masih sesuai syariat Islam.


Mengenai waktu menguburkan jenazah perlu diperhatikan pula, karena bisa berdampak pada proses pemakaman serta ketersediaan warga yang membantu menguburkan.


Beberapa waktu yang sebaiknya dihindari ketika menguburkan jenazah:



Matahari terbit hingga naik.


Matahari berada di tengah-tengah.


Matahari hampir terbenam atau benar-benar terbenam.



Posisi jenazah di dalam lubang kubur, wajib dimiringkan ke sebelah kanan atau menghadap arah kiblat. Jika jenazah tidak dihadapkan ke arah kiblat namun terlanjur diurug tanah, maka harus menggali lagi dan menghadapkan jenazah ke arah kiblat.


Setelah jenazah diletakkan secara perlahan di dasar lubang, disunahkan untuk melepas ikatan talinya, dimulai dari kepala dan membuka kain, pipi serta jari-jari kaki harus menempel pada tanah.


Wilayah Indonesia, arah kiblatnya cenderung ke barat. Sehingga posisi kepala selalu di utara. Bila posisi kepala ada di sebelah selatan, maka untuk menghadapkannya ke arah kiblat harus memiringkan tubuh jenazah ke sisi kiri.


Memasukkan Jenazah ke Lubang Kubur


Bagi jenazah perempuan, dikhususkan untuk membentangkan kain di atas lubang kubur. Ketika memasukkan jenazah ke dalam lubang, yang melakukan sebaiknya dua atau tiga orang laki-laki yang paling dekat dengan keluarga jenazah semasa hidupnya.


Selain itu orang-orang yang memasukkan jenazah, diusahakan oleh mereka yang ketika malam harinya tidak junub. Cara meletakkan jenazah dengan mendahulukan kepala, kemudian meluruskan kakinya.


Ketika meletakkannya di lubang kubur, disunahkan membaca :


BISMILLAHI WA 'ALA SUNNATI RASULILLAHI SHALLALLHU 'ALAIHI WA SALLAMA


Artinya : Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah" .


Tata cara mengubur jenazah membaca doa ini, sesuai sunnah Rasulullah seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud :


Dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa bila Rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur, beliau membaca Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi shallallhu 'alaihi wa sallama."


Tata Cara Menguburkan Jenazah Ringkas Sesuai Syariat






Meletakkan jenazah di tepi lubang atau liang kubur sebelah kiblat, lalu ditaruh papan kayu atau semacamnya dengan posisi agak miring, supaya jenazah tidak langsung tertimpa tanah.




Kemudian di atasnya ditaruh semacam bata posisi mendatar untuk menahan tanah timbunan, sehingga tidak mengenai jenazah langsung. Khusus kondisi tanah gembur seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.




Meletakkan jenazah dengan memasukkan kepala jenazah dari arah kaki kubur, atau dari posisi selatan jika di Indonesia.




Letakkan jenazah posisi miring ke kanan menghadap kiblat dengan menopang tubuh menggunakan batu atau papan kayu, supaya jenazah tidak kembali terlentang.




Para ulama menyarankan untuk meletakkan tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan setelah kain kafan dan semua tali dibuka, pipi menempel langsung ke tanah.




Ketika memasukkan jenazah ke liang kubur dan meletakkannya dianjurkan membaca doa berikut :




"BISMILLAHI WA'ALAA MILLATI ROSUULILLAAH"


Artinya: "Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah." (HR. At-Tirmidzi dan Abu Daud), atau doa seperti di atas tadi.




Khusus jenazah perempuan, disarankan untuk membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur. Sedangkan untuk mayat laki-laki tidak dianjurkan.




Jenazah perempuan sebaiknya yang mengurus adalah laki-laki yang tidak dalam keadaan junub atau tidak menyetubuhi istri mereka pada malam sebelumnya.




Setelah jenazah diletakkan di lubang kubur, disarankan untuk menaburkan tanah tiga kali dari arah kepala mayit, baru kemudian ditimbuni tanah.




Membaca doa setelah selesai menguburkan jenazah.




Doa Sesudah Menguburkan Jenazah :


"ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU, WA'AAFIHI WA'FU 'ANHU, WA AKRIM NUZULAHU, WA WASSI'MADKHALAHU, WAGHSILHU BIL-MA'I WATSTSALJI WAL-BARADI, WANAQQOHI MINAL KHOTOYA KAMAAYUNAQQOTTSAUBU ABYADHU MINADANASI, WAABDILHU DAARON KHOIRON IN DAARIHI, WAAHLANKHOIRON MIN AHLIHI, WAZAUJAN KHOIRON MINZAUJIHI, WAQIHI FITNATAL QOBRI WA'ADAABINNAR


Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang sulit; dan masukkanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka."


Itulah beberapa tata cara menguburkan jenazah sesuai syariat Islam yang patut diketahui, guna menjalankan sunnah Nabi SAW dengan tepat. Kematian memang tidak dapat diterka, sebagai saksi hidup proses mengurusi jenazah, alangkah baiknya mulai mempersiapkan diri untuk hari kelak.


Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (QS. Luqman : 34)


******


SUMBER DETAIL TATA CARA PEMAKAMAN


Diambil dari sumber google🙏


Semoga kita yang tidak tahu/ tidak terlalu mengerti bisa belajar bagaimana cara memakankan jasad seseorang dengan baik dan benar.


Jika ada kata mau tulisan yang salah, author meminta maaf🙏karena setiap manusia tidak luput dari salah maupun dosa, termasuk dalam salah hal kepenulisan.