
Cia terus menyeret Chan untuk menemui ibu guru yang cantik itu. Tidak ada yang apa isi kepala ada gadis cilik ini. "Cia, Om ada meeting sekarang. Kita ketemu ibu gurunya besok-besok saja, ya" bujuk Chan membuat Cia melepaskan Chan dan diam dengan bersidekap dada dan mata yang kesal.
"Baiklah tapi janji dulu" ucap Cia dengan mengulurkan jari kelingking nya membuat Chan ikut menautkan jari kelingking nya dengan Cia.
"Tapi sekarang aku mau es krim, ayah" ucap Cia lagi dengan nada merengek membuat Chan membulatkan matanya. Tidak percaya dengan mulut gadis cilik ini yang memiliki sifat kejahilan Omanya.
"Cia jangan panggil ayah dong. Panggilnya Om aja. Malu dikiranya Om duda lagi" protes Chan pada Cia namun tidak dipedulikan oleh Cia yang menggeleng kan kepalanya.
"No...Ayah!!" ucap Cia dengan setengah teriak membuat pak satpam menatap tajam kearah Chan.
"Terserah kamu deh, Cia. Om ngikut aja" pasrah Chan karena mata satpam seolah menatapnya sebagai penjahat yang ingin menculik anak kecil.
Mereka berjalan menuju mobil dengan wajah Chan yang ditekuk kesal dan Cia yang sudah berbinar bahagia.
Mereka pulang ke rumah. Dan mampir dulu beli es krim sesuai permintaan gadis cilik yang seperti Cenayang. "Om Chan, guru Cia itu cantik banget Lo?" ucap Cia disela memakan makanannya yang tadi dipesannya yaitu ayam Krispy.
"Terus kalau cantik Mai diapain? Diculik?" tanya Chan yang kesal dengan Cia yang menyebut dirinya ayah.
"Ide bagus tu, Om" ucap Cia dengan mulut penuh makanan. "Tapi Cia ingin dia menjadi bunda Cia, Om" ucap Cia sontak saja membuat Chan menepikan mobilnya.
Chan memandang Cia "Kamu mau Daddy menikah lagi?" tanya Chan tidak percaya dengan ucapan Cia yang ingin bunda padahal dia sudah punya mommy Cira.
Cia menggelengkan kepalanya "Tidak. Daddy hanya punya mommy, Cia dan dedek kembar saja" ucap Cia tidak mau Daddy-nya direbut orang.
Melihat sikap penolakan Cia membuat Chan menghela nafas dan kembali melajukan mobilnya. Chan bergulat dengan pikirannya sementara Cia bergulat dengan manisnya es krim yang langsung meleleh di mulutnya.
Akhirnya mereka sampai di rumah Cira. Dengan segera Cia turun dari mobil dan tidak lupa untuk mencium pipi Om Chan. Membuat Chan tersenyum mendapatkan perlakukan manis dari Cia.
"Bye...bye...bye... Ayah!!" teriak Cia yang sudah membuka pintu rumah Cia. Membuat Chan dengan segera melajukan mobilnya menuju kekantor.
Itu anak kerangsukan apa panggil gue ayah segala. Mana ada ibu-ibu disana. Ah,,,kalau gini terus kapan nikahnya gue. Apalagi itu gadis cilik mulai nempel seperti perangko yang tidak seperti biasanya batin Chan yang pusing dengan tingkah Cia hari ini.
Sementara dirumah Cia sedang bermain dengan dedek kembar setelah mandi. Karena tadi dia sudah makan di mobil Om Chan jadi dia tidak lapar lagi.
"Mommy, baby Gio kentut di wajah baby Jeo!!" teriak Cia yang sedang bermain dengan dedek kembar.
Cira yang sedang dikamar mandi karena perutnya sakit. Mendengar teriakan Cia membuat Cira hanya geleng-geleng kepala mendengar tingkah anak-anak nya yang absurd.
"Biarin aja sayang. Mommy lagi sakit perut!" teriak Cira dari dalam kamar mandi.
"Kamu jahat bang Gio kentutin adik Jeo" gerutu Cia yang sedang menatap tajam kearah baby Gio yang ditatap balik dengan ekspresi wajahnya yang jahil bikin nampok pakai bibir saja.
Nama kedua anak Cira dan Rey adalah Giondra Reynu Aditanugra dan Jeondra Reygra Aditanugra. Mereka memilih nama menggunakan gabungan dari nama keluarga karena mereka semua tidak mau mengalah bahkan usulan nama dari orang tua si bayi di bantah.
Flashback On
"Papa tidak setuju jika nama mereka hanya memakai nama dari pihak Rey. Mereka kan buatnya barengan. Dan anak ini kan persatuan dari dua keluarga jadi saya tidak terima jika nama mereka Aditama" protes Papa Nugraha membuat Suasana panas.
Orang tua si kembar hanya diam saja karena para kakek memperebutkan nama untuk cucunya. "Gini deh. Biar adil, kita gabungin nama kedua keluarga" usul Cira yang sudah panas dengan perdebatan nama anaknya.
"Tulis nama yang kalian ajukan sebagai gabungan nama kedua keluarga lalu nanti kita voting untuk yang lebih bagus" ucap Andra yang juga ikut nimbrung.
Mereka akhirnya menulis nama-nama si kembar dan akhirnya mereka sepakat memakai nama Giondra Reynu Aditanugra dan Jeondra Reygra Aditanugra.
Cira yang baru selesai pup mencuci tangannya. Lalu mendekati si kembar bersama Cia. "Abang Gio nya, nggak jahil lagi kan?" tanya Cira mengusap rambut Cia yang sedang bermain dengan baby Jeo dengan tangan yang di gemgam oleh baby Jeo dengan senyum merekah.
"Tadi saja Abang Gio kentutin dedek Jeo di kepalanya" ucap Cia karena baby Gio sangat aktif sehingga dia sampai baju ke depan. Sedangkan Jeo anteng pada posisi yang nyaman.
"Cia sayang sudah ngerjain PR nya belum?" tanya Cira membuat Cia membulatkan matanya karena lupa dengan tugas rumahnya.
"Belum, mom" ucap Cia dengan segera berlari ke kamarnya dan mengambil buku tugasnya.
"Tadi disekolah ngapain aja?" tanya Cira yang duduk disamping Cia dengan memeriksa pembelajaran Cia.
Cerita Cia ngalir bagai air PDAM dan menceritakan masalah Chan yang ingin dia pertemukan dengan ibu gurunya.
Mendengar penuturan Cia membuat Cira mengerjitkan alisnya karena tidak mengerti apa hubungannya Chan dengan guru Cia. Namun segera dia berpikir positif.
Huekk huekkk huekkk
Suara tangis baby Jeo membuat Cira dan Cia menatap kedua bayi tersebut. Dimana Baby Gio yang anteng dengan wajah tanpa bersalah. Sedangkan Baby Jeo sudah menjerit menangis.
"Anak mommy kenapa nangis?" tanya Cira menenangkan baby Jeo dan memberikan Asi. "Cia jagain Abang Gio, mommy mau ganti popoknya baby Jeo, ya sayang?" ucap Cira membuat Cia mengangguk dan menatap baby Gio penuh selidik.
"Pasti gara-gara Abang Gio ya?" tanya Cia pada bayi yang menghisap tangannya dengan wajah tersenyum senang. Cia memang sedikit kesal dengan baby Gio yang sering memukul dan jahil itu. Sehingga jika Jeo nangis pasti karena Gio yang nakal.
Cia terus menatap bayi yang bergerak-gerak lucu dengan tangan melambai-lambai seolah ingin menggapai sesuatu.
"Daddy pulang!!" teriak Rey yang membuat Cia senang apalagi dengan baby Gio yang sudah mengetahui suara Daddy-nya.
"Disini dad!!" teriak Cia membuat baby Gio semangat dan senang dengan menggerak-gerakkan kaki dan tangannya.
Cklek..
"Daddy!!" teriak Cia lalu memeluk kaki Rey.
"Lagi ngapain?" tanya Rey dengan mencium kening dan pipi Cia gemas.
"Lagi jagain Abang Gio yang nakal" ucap Cia yang kesal membuat Rey tersenyum dan menghampiri baby Gio yang sedang memandang Rey dan tangan kaki bergerak-gerak ingin digendong.
"Abang Gio nakal lagi, ya?" tanya Rey dengan menciumi seluruh wajah Gio yang terkikik senang.
Rey tahu sifat nakal dan jahil anaknya Gio sudah terlihat. Sedangkan si Jeo masih malu-malu untuk berbuat nakal.
"Mommy mana, sayang?" tanya Rey pada Cia yang sedang mengerjakan tugas rumahnya.
"Lagi gantiin pokoknya baby Jeo" ucap Cia tanpa memandang Rey karena sibuk dengan tugasnya.
Rey menggendong baby Gio lalu menghampiri Cia yang belajar "Kakak Cia yang pintar ya sekolahnya" ucap Rey meniru suara anak kecil seolah itu Gio yang berbicara. Sedangkan bayi itu bergerak-gerak senang. "Semangat sayang" ucap Rey mencium pucuk kepala Cia.
Rey keruang sebelah untuk mencari Cira. Ketika membuka pintu dilihatnya Cira sudah tertidur dengan Baby Jeo yang melek memandangi Mommynya yang tertidur pulas.
"Pasti capek, ya. Maaf aku tidak banyak membantu. Kamu mommy yang kuat dan terbaik" ucap Rey mencium Cira dan memindahkan kedua yang di kereta bayi agar Rey mudah untuk dibawa.