
Setelah memakan es krim Cia tertidur karena kelelahan menangis sehingga ia perlu memulihkan tenaganya.
"Lo menculik anak orang And? "ucap wanita yang baru datang dari arah kamar mandi.
"Mana ada tampang penculik yang ada itu tampang pahlawan"ucap nya dengan kesal dan memilih untuk duduk di sofa.
"Terus ini anak siapa yang lo bawa? "ucap wanita itu lagi dan duduk disamping Cia lalu mengusap pipinya pelan.
Ia baru menyadari bahwa anak ini, kayak pernah ia lihat tapi dimana ya ia lupa, jadi dia mengingat-ingat lagi.
"Itu gue ketemunya di toilet, dia terkunci" ucapnya santai meminum minumannya.
"Kayaknya gue pernah liat anak ini deh tapi dimana ya? "ucapnya bermonolog.
"Oh iya mana tu Anak kambing? "ucapnya saat melihat temennya tidak ada.
"Katanya pengen bubur" ucap wanita yang bernama Wati
Suara pintu terbuka menginstruksi mereka melihat kearah yang sedang menenteng makan dengan cengiran khasnya.
"Baru aja gue omongin lo udah sampai, nyesel gue nanyain lo"ucap Andal. Ya pria yang nolongin Cia adalah Andal temennya Cira dan Wati.
Mereka memang setelah turun dari pesawat akan mampir ke sini karena ini salah satu toko makanan milik Andal sehingga ia bebas kalau mau ngapaian aja.
"Ciih,,, bilang aja lo nggak bisa jauh-jauh dari gue kan" ucap Cira meletakkan bubuknya meja sofa.
Cia hendak tidur namun pandangannya bertemu akan sosok anak kecil yang ia tabrak di bandara.
"Lho, kok ada dia Wat? "ucap Cira mendekati Cia lalu mengusap pipinya.
Cia yang merasakan usapan di pipi langsung membuka mata dan untuk kedua kalinya mereka bertemu dengan situasi yang berbeda.
Cia yang sepersekian detik syok, lalu langsung memeluk Cira erat dan dibales. Membuat Wati dan Andal kebingungan.
"Hiks.... Mommy, Cia takut hiks.. "ucapnya disela tangisnya.
Wati baru mengingat ternyata ini adalah bocah yang waktu itu Cira tabrak di bandara.
"Mommy? "ucap Andal bingung sementara Wati baru sadar dari lamunannya saat Andal berbicara.
"Hussttt, tenang aja kan udah aman"ucap Cira mengusap punggung Cia.
"Udah dong nangis, nanti jelek lho"ucap Cira mendongakkan kepala Cia lalu menghapus air matanya.
"Mommy Cia takut"ucap Cia dengan menumpahkan air matanya.
"Mau es krim nggak? "ucap Cira menenangkan dan Cia pun mengangguk pelan.
"Yaudah Mommy ambilin dulu ya?"dengan terpaksa Cira ikut memanggil dirinya Mommy karena kasian terhadap Cia karena pasti ketakutan.
Wati dan Andal hanya mengamati interaksi mereka dengan tatapan bingung dan sekaligus senang, entah mengapa melihat interaksi mereka membuat Andal dan Wati tersenyum.
"Ndak mau"ucap Cia dengan menggelengkan kepala.
"Yaudah suruh Om Andal aja yang ambilin"ucap Cira. Andal yang merasa diri ya dipanggil menghampiri mereka.
"Yaudah Om ambilin dulu ya, Cia mau es krim apa?" tanya pada Cia.
"Vanila Om"ucapnya masih memeluk Cira.
Setelah kepergian Andal, Wati mendekat lalu mengusap kepalanya Cia.
"Nama kamu Cia ya? "ucap Wati yang mendapatkan anggukan dari Cia.
"Tante mau nanya, kok manggil Tante Cira Mommy?" ucap Wati penasaran.
"Iya karena Cia hanya punya Daddy saja"ucap Cia membuat Wati dan Cira terenyuh.
"Tante marah ya, Cia panggil Mommy?"ucap Cia melepas pelukannya lalu menatap Cia.
"Ndak kok justru Tante senang dipanggil Mommy oleh Cia" ucap Cira menguyel pipi Cia karena gemas dengan ekspresi tertawa Cia.
"Beneran! "tanya Cia senang.
"Iya sayang" ucap Cira mencium pipi Cia.
Wati hanya menyaksikan interaksi mereka saja yang keliatan ibu dan anak yang sangat bahagia.
Sementara Candra dan Kai sedang memeriksa cctv dan ternyata Cia dibawa oleh seseorang ke ruangan istirahat karyawan. Denga langkah Kai dan Andra menuju ruangan tersebut.
"Lhoh Pak Kai sedang apa disini?" ucap seseorang yang ternyata Andal.
Andal yang pendengarannya baik pun akhirnya mengakui bahwa ia yang telah menyelamatkan Cia.
"Owh, masalah itu pak, saya yang menyelamatkan Cia dari kamar mandi yang terkunci" ucap Andal sedikit takut
"Owh, Makasi banyak ya Andal sudah menyelamatkan adik ipar saya"ucap Kai menyalami Andal lalu memeluknya.
Andal yang mendapatkan itu seketika menegang dan membalas pelukannya.
"Mari Pak, kita sama-sama masuk" ajak Andal membuka pintu dan masuk terlebih dahulu.
"Ayo Cia, Om bawa apa? "ucapnya mengalihkan perhatian Cia yang sedang makan bubur disuapi Cira.
"Bawa es krim ya?" tebak Cia melihat apa yang dibawa Andal.
"Salah!"ucapnya lalu menepuk tangannya.
Muncullah Kai dengan wajah kawatir lalu langsung menghampiri Cia.
Cia yang melihatnya langsung berlari menghampiri Kai dan mereka berpelukan. Dan Cia kembali menangis dipelukan Kai.
"Cia takut Kak, jangan kasih tau Daddy ya?" ucapnya dengan sisa air mata dipipi.
"Daddy tidak akan marah Cia"ucap Kai menenangkan lalu melihat sekitar yang ternyata ada salah satu tak asing di matanya.
"Kamu Wati kan anaknya Pak Wagar Dininggrat" ucap Kai melihat Wati, karena siapapun akan tau bahwa Wati adalah Anak Wagar Dininggrat karena Wati versi perempuannya.
"Ehehe, Iya pak"ucap Wati dengan menyengir kuda.
"Dan ini siapa?"tunjuk Kai pada Cira
Saat Kai bertanya tentang Cira, Cia langsung menghampiri Cira dan memeluknya erat membuat Kai terkejut.
"Ini Mommy Cia kak?" ucap Cia membuat Kai melonggo mendengarnya. Memang ia sudah melihat rekan cctv bandara namun itu hanya samar-samar tak terlalu terlihat.
"Mommy? "beo Kai.
"Iya Kak, Mommy yang Cia ceritain itu lho"ucap Cia menggebu,namun Kai malah terbengong karena terkejut.
Wati, Andal, dan Cira terkejut akan ucapan Cia karena ia sudah melebeli Cira Mommy nya kepada keluarganya.
Anak ini kalau ngomong direm kek, untung ketemu lagi kalau nggak dan gue udah nikah kan jadi berabe batin Cira.
"Owh,,, kenalin Kai"ucap Kai saat sadar dari keterkejutannya. Dan mengulurkan tangan dan disambut hangat oleh Cira
"Cira" ucap nya.
"Maaf ya jika Cia memanggilmu Mommy"ucap Kai merasa tak enak karena Cia asal melebeli.
"Tidak masalah Kak, saya senang bisa dipanggil Mommy dengan Cia"ucap Cira dengan tersenyum.
"Ka-kamu tidak keberatan jika Cia memanggilmu Mommy? "ucap Kai tak percaya.
"Tidak masalah Kak, selagi Cia senang"ucapnya mengelus rambut Cia membuat Cia mengembangkan senyumnya.
"Baiklah, terimakasih sudah berbesar hati membiarkan Cia memanggilmu Mommy"ucap Kai lagi.
Hemmm
Deheman dari arah pintu menyadarkan mereka semua. Sosok berbadan tegap dan sexy menghampiri mereka.
"Candra" "Cira" ucap mereka berbarengan saat pandangan mereka bertemu membuat Kai dan Cia binggung. Namun, berbeda dengan Andal dan Wati yang justru kesal akan kedatangan Candra.
"Ngapain lo kesini! "tungkas Wati membuat Candra merasa bersalah.
Cira hanya diam saja, sementara Kai diotaknya penuh dengan pertanyaan yang tidak-tidak.
"Gue kesini mau liat kondisi Cia" ucap Candra lalu menghampiri Cia uang duduk didekat Cira. Segera dicegat oleh Wati.
"Pergi lo dari sini"ucap Wati penuh penekanan yang kesal.
"Sini Cia, Om kawatir sama kamu" ucap Candra lalu Cia menghampiri dan memeluk Cia.
Bruk....!!!
"CIA! "ucap seseorang dari arah pintu membuat mereka semua kembali menatap mereka semua. Aura yang begitu kuat menyebar diseluruh ruangan membuat mereka takut dan gemetar melihat tatapan yang mematikan.
Terimakasih 💕
Jangan lupa like, vote dan coment ya, kalau boleh minta lebih jangan lupa di follow hehehehe 💕